
Dinda terbangun saat mendengar adzan subuh berkumandang, Dinda merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya, perlahan Dinda membuka matanya, Dinda sedikit terkejut melihat wajah Aditia yang berhadapan dengannya, dan mereka tertidur dalam keadaan sama-sama polos, hanya selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya, Dinda teringat kembali kejadian semalam, di mana suaminya itu sudah mengambil haknya. Ada rasa bahagia di hati Dinda, tapi ada rasa kecewa juga, karna Dinda tau Aditia melakukan itu semua karna terpaksa bukan karna cinta, tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati Dinda. Kenapa suaminya semalam tiba-tiba menyerangnya tanpa aba-aba? Bahkan saat melihat suaminya itu datang ke kamarnya, Aditia seperti orang yang sedang kerasukan. Apa sebenarnya yang terjadi pada Aditia?
"Aku tidak tau kenapa kamu seperti itu mas? Apa sebenarnya yang terjadi denganmu? Kamu bahkan sangat membenciku, tapi kanapa semalam kamu seolah lupa dengan rasa benci itu?" Ucap Dinda pelan, air mata lolos begitu saja dari pelupuk mata indahnya.
Perlahan Dinda mengusap wajah Aditia yang masih terlelap itu, Dinda mengakui wajah suaminya itu begitu mempesona, apa lagi saat tertidur. Dinda menatap lekat wajah suaminya itu cukup lama, tak sadar Dinda mengulas senyumanya.
Aditia terlihat menggeliat, saat merasakan sentuhan tangan Dinda di wajahnya, dengan buru-buru Dinda menjauhkan tanganya itu.
'Maafkan aku mas, aku sudah lancang menyentuhmu. Semoga setelah ini hubungan kita bisa lebih baik mas, kalaupun kamu tidak bisa merubah perasaanmu padaku, tapi setidaknya kamu bisa menerima keberadaan ku,' gumam Dinda.
Perlahan Dinda mengangkat tangan Aditia yang masih melingkar di pinggangnya. Lalu ia mulai mengerakkan tubuhnya untuk bangun, rasanya tubuh Dinda berada remuk, Dinda menurunkan kedua kakinya menapak ke atas lantai, perlahan ia mengambil bajunya yang berserakan di atas kasur, lalu memakainya kembali. Usai itu, Dinda berajak dari kasur tersebut, namun ketika ia akan berjalan, ia merasakan perih di bagian area sensitifnya. Dengan langkah yang pelan dan menahan perih yang dirasakannya itu, Dinda berjalan menuju kamar mandi. Percikan air terdengar dari kamar mandi tersebut, menandakan kalau Dinda sudah memulai ritual mandinya.
Aditia menggeliatkan tubuhnya, perlahan ia membuka mata, lalu Aditia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, Aditia terkejut saat melihat tubuhnya yang polos tanpa menggunakan apapun itu, detik kemudian Aditia teringat kembali kejadian semalam. Setiap adegan permainan yang ia lakukan semalam dengan Dinda, serasa terbayang-bayang di benaknya. Membuat adik kecilnya kembali menegang di bawah sana. Namun Aditia segera menepis pikiran tersebut, lalu ia teringat kepada istri pertamanya Lisa. Aditia langsung berajak dari kasur tersebut, ia memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai kamar tersebut, usai itu Aditia langsung memakai pakaiannya dan keluar dari kamar Dinda.
__ADS_1
Aditia perjalan menuju kamarnya dan Lisa, setalah sampai di kamar dilihatnya Lisa yang masih tertidur lelap. Aditia langsung berjalan ke arah ranjang, lalu ia membaringkan tubuhnya di samping Lisa, dan memeluk wanita itu.
'Maafkan aku sayang,' gumam Aditia seraya mendaratkan kecupan di puncuk kepala istri pertamanya itu. Rasa bersalah kini menghinggapi hati Aditia, ia merasa sudah menghianati cinta Lisa.
Namun entah menagapa Aditia merasakan hal yang aneh pada dirinya usai berhubungan badan dengan Dinda, rasanya Aditia ingin kembali melakukan itu dengan Dinda, apa lagi ternyata Dinda masih virgin. Aditia berhasil merenggut kesucian milik sang istri. Saat memeluk Lisa bahkan Aditia membayangkan kalau yang ia peluk itu Dinda, ada apa dengan Aditia? Ia merasakan tubuh Dinda seperti candu untuknya, bahkan baru beberapa menit meninggalkan wanita itu, Aditia mulai gelisah.
'Sial ada apa denganku?' gumam Aditia. Ia melapaskan pelukannya kepada Lisa. Jujur saja saat berhubungan badan dengan Dinda, Aditia merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Berbeda pada saat berhubungan badan dengan Lisa. Apa karna Dinda masih virgin? Dan Aditia baru kali ini berhubungan dengan wanita yang masih Virgin. Karna pada saat ia menikahi Lisa, istri pertamanya itu sudah tidak virgin lagi.
Awal pertemuan Aditia dangan Lisa, pada waktu Aditia menyelamatkan Lisa yang tengah di kejar-kejar oleh seorang laki-laki yang berpenampilan sangat mengerikan, laki-laki bertato dengan rambut panjangnya, serta wajahnya yang seram dan mata yang tajam. Siapa pun yang melihatnya ketakutan.
Namun Aditia bersikeras dengan keputusannya, Aditia merayu kedua orang tuanya dengan seribu cara. Hingga akhirnya orang tua Aditia pun pasrah, mereka memberikan restunya untuk Aditia dan Lisa.
Karna memang mereka juga ingin cepat-cepat mempunyai cucu. Aditia memang sangat sulit berhubungan dengan wanita pada saat itu, Lisa adalah cinta pertama Aditia. Hingga akhirnya Aditia dan Lisa pun menikah, pada saat acara pernikahannya, tidak ada keluarga dari pihak Lisa, karna Lisa memang mengatakan bahwa dirinya sudah tidak mempunyai orang tua, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Dan Lisa menikah dengan wali hakim. Perjalan biduk rumah tangga mereka awalnya bahagia, namun sudah beberapa tahun menikah, mereka belum dikaruniai anugrah dari Tuhan juga, Lisa tak kunjung hamil, sementara kedua orang tua Aditia, terus meminta cucu pada mereka. Aditia mulai memeriksa kondisi Lisa, membawanya ke dokter khusus untuk memastikan kondisi istrinya itu, namun kabar tak terduga datang, dokter mengatakan bahwa rahim Lisa bermasalah, dan itu salah satu penyebab mengapa sampai detik ini Lisa belum hamil juga.
__ADS_1
Kedua orang tua Aditia sangat kecewa, saat mereka mendengar kenyataan tersebut. Mereka menyuruh Aditia membawa Lisa keluar negeri untuk melakukan pengobatan. Namun pada saat itu Lisa menolaknya dan Lisa malah menyuruh suaminya untuk menikah lagi, agar mempunyai keturunan. Sebenarnya Lisa masih bisa hamil, walaupun dokter mengatakan jika kemungkinan itu sangat kecil. Namun sayangnya Lisa enggan untuk menuruti permintaan suami dan kedua mertuanya itu. Hingga akhirnya pernikahan Aditia dengan Dinda terjadi.
Dan kini? Lihatlah apa keputusan Lisa sudah benar? Bahkan dia tak rela berbagi suami! Lisa membawa neraka dalam rumah tangganya sendiri.
Bersambung...
Like
Komen
Vote
Tinggalkan jejak kalian ya!!
__ADS_1
Terima kasih.