
Reza terdiam, ia terlihat bingung. Saat Aditia melontarkan pertanyaan tersebut. Bagaimana menjelaskannya?
"Reza, gue ngomong sama elo!" pekik Aditia.
"Jelaskan semuanya," lanjut Aditia.
"Oke, gue jelasin. Tapi jangan di sini," ucap Reza. Ia manarik tangan Aditia, Aditia hanya pasrah mengikuti langkah Reza. Mereka berjalan menuju taman rumah sakit.
"Jadi gini..." Reza mulai mencarikan dari awal sampai akhir. Aditia terlihat begitu serius mendengarkan penjelasan sahabatnya itu.
"Jadi Wanita itu sekarang lagi ngelahirin anak elo?" tanya Aditia. Reza menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Astaga Reza, kok bisa seorang Cassanova seperti elo, kecolongan begitu?" tanya Aditia lagi.
"Gue 'kan udah bilang, gue juga heran. Ya sudahlah, sudah terjadi juga!"
"Terus, setelah ini elo mau bagaimana?" tanya Aditia.
"Entahlah, gue juga bingung. Seperti kalau emang dia kukuh mau balik lagi sama si mantan suaminya itu, gue mau ambil anak gue aja," jawab Reza.
"Apa elo gila? Ibu mana yang rela. Menurut gue mending coba elo ngomong baik-baik lagi sama dia, siapa tau setelah ini, dia berubah pikiran," ucap Aditia.
Reza menghelai napasnya, ada benarnya juga ucapan Aditia, pikirnya. Tapi apa Bella mau menerimanya? Sedangkan sebelumnya, sudah sering Reza membicarakan hal tersebut pada Bella, namun sepertinya Wanita itu benar-benar tidak mau dengannya.
"Woi, malah bengong lagi!" sentak Aditia.
"Ya, nanti gue coba. Semoga saja, dia mau gue kawinin," sahut Reza.
__ADS_1
"Nikah dodol, kawin mulu yang elo pikiran," ucap Aditia, sambil menahan tawanya.
"Tapi gue penasaran, seperti apa sih ibu dari anak elo itu?" lanjut Aditia.
"Cantiklah, makanya gue suka!" jawab Reza.
"Wah, benarkah? Oh iya ngomong-ngomong keluarganya udah elo kabarin belum?" tanya Aditia.
Reza terlihat mengelengkan kepalanya.
"Dia udah gak punya keluarganya," jawab Reza.
"Yatim piatu? Kasihan sekali dia. Elo harus bisa nikahin dia Za," ucap Aditia.
"Maunya sih gitu, kalau dianya gak mau? Masa gue maksa!" sahut Reza.
"Benar juga sih," Aditia terlihat menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Ya sudah, elo kasih tau kakaknya aja tentang kondisi dia," titah Aditia.
"Itu dia masalahnya, gue gak tau kakaknya dimana. Dia bilang hubungannya sama kakaknya itu sedang tidak baik-baik saja," jelas Reza.
"Tidak baik-baik saja, bagaimana maksudnya?" tanya Aditia. Reza kembali menceritakan tentang Bella yang sudah lama tidak bertemu dengan kakaknya itu.
Aditia merasa ada yang aneh dengan cerita Reza, kenapa kisahnya mirip sekali dengan kisah Dinda? Apa Bella ada hubungannya dengan istri mudanya itu, atau jangan-jangan mereka memang saudara.
"Tunggu Za, elo ada poto Bella?" tanya Aditia. Ia benar-benar ingin memastikan kebenaran tersebut. Aditia pernah melihat Poto Dinda dengan seorang wanita muda, mungkin itu Adik Dinda.
__ADS_1
"Ada, sebentar," ucap Reza. Ia mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan poto Bella yang pernah ambil secara diam-diam.
"Ini," Reza memperlihatkan layar ponselnya pada Aditia.
Aditia melihatnya, ia memperhatikan poto Bella dengan begitu teliti.
"Benar, ini sangat mirip sekali!" ujar Aditia.
Reza mengerutkan kedua alisnya, ia menatap Aditia penuh tanda tanya, apa maksud dari perkataan Aditia?
"Za, kakaknya Bella itu Dinda, istri gue!" lanjut Aditia.
"Serius elo?"
"Iya masa gue bohong," ucap Aditia.
"Ya sudah, cepat hubungi Dinda suruh dia kesini, Bella sangat membutuhkan Dinda. Dokter tadi bilang, Bella kehilangan banyak darah, ia butuh donor darah. Di rumah sakit stok golongan darah yang sama dengan Bella lagi gak ada. Tolong suruh Dinda kesini Dit, golongan darah mereka pasti sama, kalau emang beneran Dinda dan Bella adik kakak," ujar Reza.
Aditia menganggukkan kepalanya, ia langsung menghubungi Dinda, menelpon istri mudanya itu.
Bersambung...
Maaf baru up, habis cuci otak dulu aku tuh. Wkwkw
Gak kerasa udah di ujung tahun aja, selamat menyambut tahun baru teman-teman. Semoga tahun depan lebih baik dari tahun yang sekarang. Hehe
Jangan lupa, like, komen dan Votenya ya.
__ADS_1
Terima kasih.
I love you all...