Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 59. Keanehan?!


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa, Dinda, Lisa dan Aditia tengah menikmati sarapan pagi mereka. Namun pagi ini ada yang berbeda, wajah Lisa terlihat tidak seperti biasanya, senyuman terus terulas dari wajahnya. Ya tidak perlu di jelaskan kenapa, tentu saja sudah tau apa alasannya. Sudah sekian lama Lisa tidak di sentuh oleh suaminya, dan semalam, menjadi malam yang tak akan pernah di lupakan oleh Lisa.


Sementara Aditia, ia terlihat biasa saja. Malah ia merasa heran dengan tingkah istri satunya itu.


Tidak ada obrolan saat menikmati sarapan pagi tersebut. Hingga sarapan selesai.


Setalah ituAditia berpamitan pada kedua istrinya itu, berangkat menuju kantornya.


"Mas berangkat dulu," pamit Aditia. Lisa dan Dinda mengangguk, lalu mereka menyalami Aditia secara bergantian.


Usai kepergian Aditia, Lisa pun berpamitan pada Dinda, hari ini ia sudah ada janji dengan seseorang.


"Din, aku juga pamit dulu ya!" ucap Lisa.


"Mbak mau kemana?" tanya Dinda, seraya memperhatikan penampilan Lisa yang terlihat sudah anggun.


"Aku ada janji sama teman," jawab Lisa, "aku pergi dulu ya," lanjutnya, tanpa menunggu jawaban lagi dari Dinda, Lisa langsung melangkahkan kakinya berjalan keluar rumah.


Dinda hanya menatap punggung Lisa yang terus menjauh dari pandangan. Sebenarnya heran pada Lisa, tidak biasanya wanita itu pergi sepagi ini, apa lagi hanya untuk bertemu dengan temannya, tapi ya sudahlah, itu urusan Lisa.


Tiba-tiba ponsel Dinda berbunyi. Satu panggilan masuk ke dalam ponselnya itu. Dinda melengkungkan bibirnya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu.


"Hallo, asalamualaikum."


"Walaikum'salam, hallo kak,"


"Iya dek, ada apa?" tanya Dinda pada Bella lewat sambungan telepon tersebut.


"Kak, kakak bisa ke rumah sakit gak? Aku kesepian," pinta Bella.


"Iya Dek, kakak ke sana sekarang. Kakak siap-siap dulu ya,"

__ADS_1


"Oke, kak. Aku tunggu ya!"


"Oh iya, kamu mau dibawakan apa?"


"Tidak usah repot-repot Kak, Kakak ke sini buat nemenin aku aja, aku udah seneng banget,"


"Enggak kok Dek, Kakak gak repot, atau mau Kakak belikan makanan kesukaan kamu?"


"Emm, boleh deh. Tapi yakin Kakak gak apa-apa, ingat Kakak 'kan lagi hamil besar!"


"Kamu tenang saja Dek, ya sudah Kakak matikan dulu ya teleponya,"


"Iya Kak, Kakak hati-hati ya!"


"Iya, asalamualaikum."


"Walaikum'salam."


Dinda memesan taksi online, karna tidak mungkin ia menyetir mobil sendiri dalam kondisi hamil besar seperti itu. Pak sopir yang berkerja di rumahnya, kini tengah mengantarkan suaminya ke kantor, dan belum pulang. Jika menunggu Pak sopir kembali, belum tau kembali kapan, jadi cara yang paling efektif menurut Dinda, ia akan memakai taksi online saja untuk ke rumah sakit menemui Bella.


Setalah selesai bersiap-siap, Dinda langsung keluar dari rumah, ia menunggu taksi online yang sudah ia pesan di depan rumahnya, beberapa menit kemudian taksi online tersebut datang.


"Dengan Mbak Dinda?" tanya sopir taksi online tersebut.


"Iya," jawab Dinda, ia langsung masuk kedalam mobil taksi online tersebut.


"Tujuan sesuai di aplikasi ya Mbak?" tanya sopir taksi online itu kembali, sebelum ia melajukan mobilnya.


"Iya Pak, tapi nanti kita mampir dulu di resto A ya!" pinta Dinda. Sang sopir mengangguk, lalu ia mulai menjalankan mobilnya.


"Resto A ada di seberang sana Mbak, apa kita putar balik dulu saja?" tanya sang supir.

__ADS_1


"Tidak usah Pak, biar saya saja yang ke sana menyebrang, Bapak tunggu di sini ya!" ucap Dinda.


Sang sopir menganggukkan kepalanya.


Dinda pun keluar dari mobil, Resto yang di maksud Dinda, memang letaknya ada di seberang jalan. Jadi Dinda harus menyebrangi jalan raya agar bisa sampai di sana.


Namun tanpa sepengetahuan Dinda, sedari tadi seseorang mengikuti dan memperhatikan gerak geriknya.


"Target aman Bos," ucap seorang laki-laki kepada bosnya, berbicara lewat sambungan telepon.


"Bagus, lakukan tugas kalian!" Perintahnya.


"Siap bos!"


Laki-laki itu memasukan kembali ponsel ke dalam saku celananya, setalah ia mengamati keadaan di sekitar, itu memang jalan raya, namun tidak terlalu padat dengan kendaraan. Setalah memastikan keadaan benar-benar aman, laki-laki itu mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Dan bruggg.....


Mobil tersebut menabrak tubuh Dinda, membuat tubuh wanita itu terhempas beberapa meter. Mobil tersebut berhenti sejenak, memastikan kalau ia tepat sasaran. Ia tersenyum smirk saat melihat Dinda yang sudah tergeletak tak sadarkan diri, setalah itu ia melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sopir taksi online yang melihat kejadian tersebut, ia langsung menghampiri Dinda, sebelum itu ia berhasil memotret plat mobil yang baru saja menabrak Dinda tersebut. Sang sopir taksi online meminta pertolongan, setalah itu orang-orang berdatangan mengerumuni mereka.


Mereka membatu sang sopir mengangkat Dinda, mereka membawa Dinda menuju mobil taksi online tersebut, dan memasukan ke dalam mobil, setalah itu sang sopir taksi online membawa Dinda ke rumah sakit.


Bersambung...


Ayo tebak, siapa sebenarnya dalang di balik kecelakaan yang menimpa Dinda?


Mau tau jawabannya, terus ikutin terus ya!


Jangan lupa, like, komen dan votenya juga!

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2