
Ibu Rima kini sudah tiba di rumah sakit, ibunya Lisa itu sudah mengetahui semuanya, Aditia sudah menceritakan tentang pernikahan dengan Lisa. Ibu Rima begitu terkejut saat mengetahui bahwa Aditia adalah menantunya, ia merasa sangat senang karna Lisa berada dalam lindungan laki-laki itu. Namun ada juga rasa sedih yang teramat dalam ia rasakan, saat Aditia mengatakan bahwa Lisa dan dirinya akan segara bercerai. Ibu Rima sempat meminta Aditia untuk memberikan kesempatan kepada putrinya itu untuk memperbaiki semuanya. Namun Aditia menolaknya, seperti pendiri Aditia benar-benar sudah kokoh. Ia akan menceraikan Lisa.
Kedatangan ibu Rima ke rumah sakit, untuk menjemput Lisa, sesuai keinginan Aditia. Yang meminta agar Lisa tinggal saja bersama mereka, Aditia juga berjanji, walaupun nantinya ia dan Lisa sudah bercerai, Aditia akan tetap memberikan uang bulanan kepada Lisa, tapi tidak selamanya dan jumlahnya juga tidak bisa seperti biasanya. Mengingat Lisa yang tak punya penghasilan sendiri, maka dari itu Aditia pun akan berbaik hati menanggung beban hidup Lisa beserta kedua orang tua Lisa. Sebelum nantinya, ada yang menggantikan posisi Aditia di dalam hidup Lisa. Kurang baik apa Aditia? Walaupun Lisa sudah benar-benar mengecewakannya, namun Aditia masih ada keperdulian terhadap wanita yang pernah di cintainya itu.
Ibu Rima berjalan menuju ruangan rawat Lisa, setalah sampai ia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, di lihatnya Lisa sudah bersiap-siap, sudah mengenakan pakaian biasa, Lisa menatap penuh kebencian saat melihat sang ibu memasuki ruangannya itu.
"Lis," sapa ibu Rima, namun tak di sahut oleh Lisa. Lisa malah memalingkan pandangannya seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
Walaupun Lisa tak menanggapinya, ibu Rima tetap memberikan senyuman bahagianya, akhirnya setalah sekian tahun berpisah dengan putri kesayangannya itu, kini mereka bisa tinggal bersama. Walaupun sikap Lisa tidak baik terhadapnya, bahkan bisa di bilang durhaka, namun sebagai seorang ibu, hatinya seluar samudra, lautan maafnya masih terbuka. Bagiamana pun sikap Lisa, ia tetap menyayanginya.
"Stop! Jangan mendekat!" cegah Lisa kepada ibu Rima yang berjalan mendekatinya itu.
Ibu Rima menghentikan langkahnya, "Sa, ayo kita pulang nak, bapak sangat menantikan kedatangan kamu sayang!" ujar ibu Rima.
"Jangan memanggilku dengan sebutan itu, aku tidak sudi. Dan satu lagi, jangan harap aku akan pulang bersama ibu." ketus Lisa. Sa---itu adalah nama panggilan Lisa dahulu, ibu dan bapak Lisa, selalu memanggil Lisa dengan sebutan tersebut.
Namun Lisa sangat tidak suka, karna sebutan itu mengingatkannya pada masa lalunya yang sangat suram, hidup dalam keadaan serba kekurangan, teman-temannya selalu mengejeknya.
__ADS_1
"Maafkan ibu Sa," lirih ibu Rima dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia tahu apa yang dirasakan putrinya itu, memang ia tidak bisa memberikan kehidupan layak untuk Lisa dimasa lalunya, tapi percayalah kasih sayang seorang ibu pada anaknya tidak terhingga. Tidak ada ibu yang ingin melihat anaknya sengsara, tidak ada seorang ibu yang ingin melihat anaknya jadi bahan bulian orang lain, seorang ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, tapi kala itu ibu Rima dan suaminya bisa apa? Nasib tidak berpihak kepada mereka, perekonomian yang sulit membuat mereka tidak bisa memenuhi setiap keinginan Lisa.
"Aku tidak butuh maaf ibu, sebaiknya ibu pergi dari sini. Aku tidak akan ikut pulang bersama ibu, aku akan pulang ke rumah suamiku." Ujar Lisa dengan angkuhnya.
"Tapi Sa, nak Aditia sudah menjelaskan semuanya sama ibu. Bukankah kalian akan berpisah? Lebih baik kamu pulang sama ibu saja ya!" Ibu Rima berusaha membujuk Lisa agar mau pulang bersamanya.
"Ini semua gara-gara ibu tau gak! Mas Aditia akan menceraikan aku, semua itu gara-gara ibu, kalau saja ibu tidak datang ke rumah waktu itu, semuanya tidak akan seperti ini bu. Aku benci sama ibu," bentak Lisa. Lalu ia berjalan keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan ibunya begitu saja.
"Sa, Lisa..." teriak ibu Rima memanggilnya, namun Lisa tak memperdulikannya, ia terus berjalan.
"Ya Allah Sa, kenapa kamu jadi seperti ini nak. Ya Allah ya Robb, tolong sadarkan anak hamba, jangan sampai ia kembali kejalan yang salah." Lirih ibu Rima dengan isak tangisnya, menatap kepergian Lisa dengan nanar.
Bruuugg....
"Awww...." teriak Lisa ia terjatuh, saat seseorang menabrak tubuhnya.
"Ya ampun mbak, maaf saya tak sengaja!" ucap seorang laki-laki yang baru saja menabrak tubuh Lisa tersebut. Lalu laki-laki itu mengulurkan tanganya kehadapan Lisa, bermaksud membantunya berdiri.
__ADS_1
"Maaf-maaf, kalau jalan itu pakai mata dong. Jalan luas gini masih nabrak orang!" bentak Lisa, ia menepis tangan laki-laki tersebut. Lalu Lisa berdiri.
"Lisa..." ucap laki-laki tersebut, wajahnya terlihat terkejut, namun detik kemudian ia mengambangkan senyumannya, tersenyum pada Lisa.
Lisa menatap penuh tanya, seraya mengamati wajah dan penampilan laki-laki tersebut. "Siapa dia? Kenapa dia bisa tau namaku?" Ucap Lisa dalam hatinya.
Bersambung...
Like
Komen
Vote
Jangan lupa.
Maaf baru up.
__ADS_1
Nanti lanjut up satu bab lagi ya!
Terima kasih.