Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 65. Biarkan saja dia pergi!


__ADS_3

Lisa kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan kedua laki-laki yang menyelamatkannya itu.


"Tunggu! Kalian siapa?" tanya Lisa.


"Kami orang suruhan Papah mertua Anda Nona!" jawabnya.


"Ya sudah, ayo cepat jalankan mobilnya, nanti keburu mereka tau," pinta Lisa. Mereka mengangguk, lalu melajukan mobilnya.


"Eh tapi tunggu! Orang tuaku bagaimana?" tanya Lisa.


"Nona tenang saja, mereka tidak akan berani menyakiti orang tua Nona,"


***


Semantara itu, anak buah Riki mengantarkan kedua orang tua Lisa kembali ke rumah mereka. Sebenarnya Riki hanya menakuti Lisa saja. Agar wanita itu menurut dan tidak macam-macam kepadanya. Riki dasarnya memang laki-laki baik, ia masih ada nurani, tidak mungkin juga ia menyakiti orang tua Lisa yang tidak tau apa-apa.


Hanya saja saat ini, ia tengah dibutakan cintanya, jika ia tidak bisa memeliki Dinda, maka tidak dengan Aditia juga. Seperti Riki sudah masuk kedalam obsesinya sendiri. Sehingga ego kini sudah menguasainya.


"Bos, maaf, Nona Lisa berhasil melarikan diri," ucap salah satu anak buahnya.


"Apa? Lisa kabur! Kalian ini bagaimana hah? Menjaga seorang wanita saja tidak becus!" bentak Riki.


"Maaf Bos," laki-laki itu menunduk takut.


"Tapi sepertinya ada orang yang menyematkan Nona Lisa Bos," lanjutnya.

__ADS_1


"Pasti itu orang suruhan Aditia," gumam Riki.


"Sudah, keluar kamu. Biarkan saja dia pergi," titah Riki. Anak buahnya itu menurut, ia keluar dari ruangan Riki.


"Lisa, Lisa. Kamu pikir kamu bisa lari begitu saja! Kamu pikir aku akan melapaskan kamu begitu saja! Kamu salah, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ucap Riki. Seulas senyum terukir di bibir Riki. Senyuman yang sulit diartikan tentunya.


***


Aditia kini sudah kembali ke rumah sakit. Aditia menyuruh kedua orang tuanya pulang. Karna Aditia tau pasti kedua orang tuanya itu lelah. Jadi mereka akan bergantian menjaga Dinda.


"Selamat siang Pak Aditia," tiba-tiba dua orang polisi masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Iya Pak," Aditia langsung menghampiri mereka.


"Apa? Jadi pelakunya Lisa?" Aditia terlihat shock. Jadi benar semua ini ulah Lisa.


"Iya benar Pak. Orang yang menambrak Ibu Dinda, sudah mengakui pada kami, kalau ia orang suruhan Ibu Lisa," jelas Polisi.


"Tapi Lisa sekarang tidak ada Pak, saya juga kini tengah mencarinya!"


"Mas..." tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Aditia. Aditia dan kedua polisi tersebut menoleh kearah pintu, nampak sosok Lisa baru saja memasuki ruangan rawat Dinda.


"Lisa," ucap Aditia. Kedua polisi itu langsung menghampiri Lisa dan memborgol tangan wanita itu.


"Pak, apa yang kalian lakukan? Kenapa tanganku di borgol?" tanya Lisa, ia memberontak, mencoba melapaskan diri dan meminta penjelasan.

__ADS_1


"Sebaiknya Ibu jelaskan saja nanti di kantor Polisi," ujar Pak Polisi.


"Tapi saya tidak salah apa-apa Pak? Kenapa saya ditangkap! Mas tolong aku Mas," teriak Lisa.


"Bawa saja dia Pak," titah Aditia. Raut wajah Aditia terlihat penuh amarah, bercampur kekecewaan terpancar di sana. Ia tak menyangka bahwa Lisa tega melakukan ini semua. Aditia pikir Lisa sudah benar-benar berubah, tapi ternyata dia salah. Sekali busuk tetap saja busuk!


Polisi mengangguk, lalu ia membawa Lisa dengan paksa ke kantor polisi.


"Pak lepaskan saya Pak, saya tidak salah," teriak Lisa.


"Bu Lisa kami mohon kerja samanya, ini rumah sakit anda jangan membuat ulah, nanti Ibu bisa jelaskan semuanya di kantor," tegas Polisi tersebut, memasukan Lisa ke dalam mobil mereka.


"Riki, sialan kamu, aku yakin pasti ini ulah Riki, lihat saja nanti, aku akan balas semua perbuatan kamu ini," batin Lisa.


Sebenarnya kedatangan Lisa ker rumah sakit, untuk menjelaskan semuanya pada Aditia, bahwa pelaku yang sebenarnya itu Riki, tapi sayang seperti Lisa terlambat, Riki terlebih dahulu bertindak, menyuruh salah satu anak buahnya yang kini sudah menikam di penjara, untuk mengakui kalau Lisa dalang di balik semua. Riki benar-benar cuci tangan, polisi pasti tidak akan tau kalau dirinyalah dalang di balik semuanya, mereka tidak akan pernah bisa menemukan bukti, karna semuanya sudah di atur oleh Riki, semua bukti sudah mengarah pada Lisa, hukum akan memberangkatkan wanita itu, dan sudah di pastikan Lisa akan mendekam di penjara.


Namun Riki lupa, dengan kata pepatah, sepandai kamu menyembunyikannya bangkai, lama-lama akan tercium juga baunya, kebusukan Riki pasti akan terungkap suatu hari nanti, hanya tinggal menunggu waktunya saja. Kapan Riki akan mendapatkan semua karmanya.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Dengan like, komen dan vote.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2