Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 93. Yakul Sayang....


__ADS_3

"Jangan nolak, dosa sayang...'' goda Aditia, sambil mencolek hidung Dinda.


Dinda mengehelai napasnya, pasrah sudah.


Emang gak boleh nolak, dosa. Dinda tau!


Tapi yang heran itu, kenapa suaminya ikut-ikutan mau malam pengantinan, ada-ada aja, pikir Dinda.


"Tiga ronde ya Sayang," lanjut Aditia.


"Hah, gak salah?" tanya Dinda, sambil membulatkan matanya.


Aditia terlihat menahan tawanya, melihat ekspresi wajah istrinya itu.


"Kenapa? Kurang banyak ya? Ya sudah, 7 ronde deh," ucap Aditia dengan santainya.


Dinda menelan silivanya, 7 ronde. Ya ampun, Dinda tidak bisa membayangkan bagaimana nanti tubuhnya, remuk yang ada. Mengingat kalau Aditia suka melakukan itu dengan lama, satu ronde saja, hampir membuat Dinda tepar, lah ini? 7 ronde, apa kabar?


"Emang kuat?" tanya Dinda, sengaja meremehkan suaminya itu, ya kali aja gitu, Aditia berubah pikiran.


"Kamu meremehkan aku Sayang hmm?" Aditia tersenyum, dengan senyuman yang sulit diartikan, membuat Dinda deg-degan tidak karuan.


"Lihat saja nantinya, kamu akan bertekuk lutut sama aku," lanjut Aditia sambil menatap gemas Dinda.


Ya ampun, sumpah demi apapun, Dinda menyesal sudah bicara seperti tadi. Pasalnya, kalau masalah ranjang, Aditia, suaminya itu tidak bisa diajak bercanda, Dinda lupa.


Sudahlah, pasrah saja. Pikirnya.


Toh, dapat pahala juga memuaskan suami sendiri.


"Iya-iya, percaya sama Mas," ucap Dinda pasrah. Namun hatinya gelisah.


Tak lama kemudian, akhirnya mereka pun sampai di rumah. Aditia dan Dinda langsung turun dari mobil dan berjalan masuk menuju rumah.


Keadaan rumah sudah terlihat sepi, mungkin mereka sudah pada tidur, karna lelah.


Untung saja tadi Dinda membawa kunci rumah, jadi dia dan Aditia bisa masuk rumah, tanpa membangun mereka.


Aditia dan Dinda langsung berjalan menuju kamarnya, tapi sebelum Dinda masuk, Dinda terlebih dahulu memeriksa Azka dan Baby, Dinda ke kamar Azka, di lihatnya sang Anak dan anak Bella sudah tidur, di temani oleh Bi Santi dan Lia, keponakan Bi Santi.


Setalah memastikan bahwa Azka dan Anaknya Bella, sudah tertidur, barulah Dinda menyusul Aditia masuk ke dalam kamarnya.


"Gimana Yang?" tanya Aditia.


"Mereka udah pada tidur Mas," jawab Dinda.


"Bukan itu!"


"Lah terus apa?" Tanya Dinda, sambil berjalan menghampiri suaminya, yang tengah duduk di tepi ranjang.


"7 ronde Sayang...." jawab Aditia, sambil tersenyum penuh arti dan menaikan alisnya.


Dinda menepuk keningnya, bisa-bisanya masih membahas 7 ronde itu. Dinda kira tadi Aditia bertanya soal Baby Azka.


"Mandi yuk, Yang ...." Aditia merangkul tubuh Dinda.


Dinda hanya pasrah, lalu Aditia membawa istri itu menuju kamar mandi, dan memulai ronde pertama mereka di dalam kamar mandi tersebut.


***

__ADS_1


Sementara itu, di kamar hotel yang sudah di sulap menjadi khas kamar pengantin, bunga mawar merah yang segar dan wangi terlihat bertaburan di atas kasur.


Dua insan, tepatnya Reza dan Bella, mereka terlihat sudah berganti pakaian, Reza mengunakan piyama-nya, sementara Bella, ia menggunakan lingrie berwarna peach. Mereka kini tengah duduk di tepi ranjang, keduanya masih sama-sama diam. Hanya keheningan yang mendominasi kamar tersebut.


Bella sedari tadi menundukkan kepalanya, entahlah perasaannya kini sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Ada rasa malu juga di diri Bella, karna ia menggunakan baju yang tipis itu, lekuk tubuhnya terlihat jelas, hanya tertutup oleh lingrie tipisnya tersebut.


Tadi Bella sempat mencari bajunya, namun tidak menemukan sama sekali, terkahir Bella mengingat bahwa ia membawa baju di kopernya, namun Bella tak menemukan koper yang berisi bajunya itu.


Masa, iya ketinggalan, tidak mungkin. Bella mengingat betul, ia membawanya ke situ.


Sementara Reza, sadari tadi ia diam, namun sesekali sudut matanya melihat kearah Bella yang duduk di sampingnya itu. Sambil menelan silivanya, tentu saja. Reza pria normal, ada getaran ajaib saat melihat lekuk tubuh istrinya yang hanya terhalang oleh lingrie tipis tersebut.


Namun entah mengapa, rasanya Reza kaku.


Bukan kaku, tepatnya bingung. Bagiamana ia akan memulainya? Mana sedari tadi melihat Bella hanya diam saja. Gimana gak bingung coba pemirsa?


"Ehemm..." Reza berdehem. Membuka suara, mencoba memecahkan keheningan tersebut.


"Ayolah Reza, kau 'kan mantan Casanova, Bella sudah halal bagimu," gumam Reza. Berusaha mencoba bersikap seperti biasanya.


Perlahan Reza mulai mendekati Bella, menepis jarak diantara mereka. Lalu Reza meraih tangan Bella.


Bella mengangkat kepalanya, lalu melihat kearah Reza yang meraih tangannya itu. Reza tersenyum, dan Bella membalas senyuman laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu.


"Sayang..." panggil Reza lembut.


"Iya," jawab Bella pelan.


Percaya, kini jantung mereka sama-sama berdetak sangat kencang, tak karuan, seperti lampu disko yang enjot-enjotan. Eh....


Bella hanya mengangguk pelan, sebagai jawaban.


Reza tersenyum, lalu ia meraih tengkuak Bella, Reza mendaratkan kecupan di kening istrinya itu, cukup lama. Seakan Reza menyalurkan cintanya lewat kecupan di kening istrinya itu.


Bella tersenyum, ia memejamkan matanya, ada rasa nyaman dan bahagia saat Reza mengecup kening dengan sangat dalam itu. Seperti merasakan kasih dan cinta dari laki-laki itu.


"Yakul... Sayang..." bisik Reza. Usai mengecup kening Bella.


Bella mengerut alisnya, menatap Reza penuh tanya.


Dan mencoba mencerna ucapan yang di lontarkan oleh suaminya barusan.


"Yakul?" tanya Bella.


"Iya!"


"Apa hubungannya?" Bella semakin terlihat bingung.


"Yang Kuat Sayang..." jelas Reza.


"Apa sih? Sumpah aku gak ngerti?"


"Yakul, itu singkatan Sayang. Yakul, Yang Kuat..." jelas Reza lagi, sambil menjabarkan.


"Hahahaha..." Bella tertawa dengan begitu renyahnya.


"Apaan sih, gak nyambung. Yang Kuat, Yakul."

__ADS_1


"Bukannya itu susu untuk melancarkan pencernaan ya.." ucap Bella, sambil terus tertawa.


Reza terlihat menganggukkan kepalanya yang tidak gatal, emang sih, kalau di pikir-pikir gak nyambung juga.


Tapi melihat Bella, istrinya yang tertawa. Ah sudahlah, bodo gak nyambung juga. Yang penting kini mereka sudah seperti biasanya, gak canggung.


"Hahahaha..." tiba-tiba Reza tertawa. Mengikuti Bella.


Namun tawa Bella langsung berhenti, saat mendengar tawa Reza.


"Kak Reza, baik-baik ajakan?" tanya Bella, menatap Reza keheranan.


Reza langsung menghentikan tawanya, Bella menyentuh kening Reza.


"Gak panas kok!" ucap Bella.


"Ini emang gak panas Sayang..." ujar Reza, sambil meraih tangan Bella yang ada di keningnya.


"Tapi ini yang panas," lanjut Reza. Membawa tangan Bella, menyentuh pusakanya yang sudah tengang dan mengeras.


Bella terdiam, lalu menunduk kepalanya. Ada rasa terkejut, juga malu. Ia bisa merasakan bahwa adik Reza di bawah sana sudah mulai beraksi. Padahal mereka belum melakukan apa-apa.


"Ayo kita habiskan malam pengantin kita Sayang..." bisik Reza, sambil merangkul Bella ke dalam pelukannya.


Bella hanya mengangguk pasrah, semua yang ada di dirinya kini sudah menjadi milik Reza.


Namun Bella tak bisa membohongi dirinya sendiri, bahwa ia gugup.


Bella memang sudah pernah menikah, dengan Riki.


Tapi, pernikahan itu tidak terjalin seperti pada pernikahan pada umumnya. Dan selama menikah dengan Riki, Bella tidak pernah tidur bersama laki-laki itu.


Dan seperti yang sudah diketahui, bahwa memang Reza-lah yang pertama mengauli Bella, hingga membuat wanita itu hamil.


Dan sekarang, Reza juga yang kedua kalinya.


Reza mulai melancarkan aksinya itu, perlahan namun dengan lembut, memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan pada istri itu.


Hingga akhirnya mereka pun, melakukan hubungan seperti layaknya pasangan suami istri pada umumnya.


Reza masih merasakan area sensitif milik Bella rasanya masih seperti pertama dulu ia merasakan.


"Sayang, kok masih sempit sih?" tanya Reza dengan suara beratnya.


Bella tak menjawab, karna ia sudah setangah sadar, terbuai oleh surga dunia tersebut.


Reza tau, apa sebabnya itu. Mungkin setalah kejadian itu, Bella tidak melakukannya lagi dengan orang lain.


Dan Bella juga melahirkan, tidak normal, melahirkan dengan cara operasi Caesar.


Suara-suara ajaib terdengar kaluar dari keduanya, Bella dan Reza kini tengah menikmati surga dunia mereka.


Bersambung...


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2