Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 40. Sesekali kita harus egois Din!


__ADS_3

"Cukup!!''


"Aku gak ngerti sama kamu Din? Kamu itu terlalu polos atau bodoh hah! Din, aku sudah tak mencintai Lisa, apa tidak mungkin melanjutkan semuanya. Jika aku melanjutkan semuanya, memenuhi permintaan kamu itu, itu sama saja aku menyakiti Lisa. Din, kamu pernahkan merasakan bagaimana pernikahan tanpa cinta? Bagiamana sebelumnya kita. Din, sudah cukup aku jadi pendosa, aku ingin memperbaiki semuanya. Dan aku ingin memulai itu dengan kamu Din, mengertilah!" lanjut Aditia.


"Mas, seiring berjalannya waktu kamu pasti bisa kembali mencintai mbak Lisa. Seperti yang aku, dulu juga kamu sama sekali tidak mencintaiku bukan? Dan seiring kita bersama, cinta itu tumbuh begitu saja!"


"Jangan sama Lisa sama kamu Dinda, posisi kamu dan dia berbeda. Dan satu lagi, kamu sendirikan yang pernah bilang, tidak ada wanita yang ingin cintanya terbagi. Lalu apa? Kenapa sekarang kamu begini hah?"


"Kamu boleh minta apa saja Din, asalkan jangan meminta aku untuk kembali dengan Lisa! Karna mustahil bagiku." Lanjut Aditia. Demi apa pun, Aditia sudah tak ada niat kembali melanjutkan rumah tangganya dengan Lisa. Bukan tanpa alasan, kekecewaan terhadap Lisa benar-benar sudah membuat Aditia muak terhadapnya. Walaupun sebenarnya Aditia merasa iba kepda Lisa, namun Aditia tak mau ambil resiko nantinya, jika sampai Aditia kembali menikahi Lisa, dengan tanpa adanya rasa cinta, sudah dipastikan Aditia akan memperlakukan Lisa seperti pada Dinda diawal pernikahan mereka. Sudah! Sudah cukup selama ini Aditia berdosa, menjalankan rumah tangga bertahun-tahun dengan Lisa, yang bisa dibilang tidak sah adanya, karna yang menikahkan dirinya dengan Lisa bukan ayah kandung Lisa, yang ternyata masih hidup. Dan sudah cukup pula, Aditia tidak akan bisa membagi hatinya, hatinya sudah bertahtakan Dinda, Aditia tidak ingin berpoligami lagi, karna ia tidak bisa menjalankan amanah tersebut, sikapnya yang tidak bisa adil kepada kedua istrinya, sama saja membuat neraka di rumah tangganya.


Sementara Dinda, ia hanya terdiam seraya terisak tangis. Benar! Apa yang dikatakan Aditia memang benar, jika boleh jujur Dinda juga tidak mau berbagi suami, benar tidak ada wanita yang ingin cintanya di duakan. Apa harus sekarang Dinda egois? Memiliki Aditia seutuhnya! Tapi mengingat kembali Lisa, Dinda merasa bahwa dia telah merebut kebahagian orang lain, dia sudah merebut Aditia dari Lisa. Ya, sekarang Dinda merasa bahwa dia sudah menjadi pelakor.


'Ya tuhan, kenapa sekarang menjadi sulit seperti ini. Aku memang selalu berdoa kepadamu, agar suamiku mencintaiku dan kini doaku sudah engkau kabulkan. Ya tuhan, apa aku kurang bersyukur? Ya tuhan harus bagaimana aku sekarang? Aku merasa menjadi wanita paling kejam, jika sampai mas Aditia menceraikan mbak Lisa!" batin Dinda.


Dilema, itulah yang kini Dinda rasakan. Tapi bukankah ini doa yang selama ini selalu Dinda memohon pada Tuhan. Suaminya dapat mencintainya, menyayanginya menerimanya, tuhan sudah mengabulkan semuanya. Badai itu sudah berlalu, hujan sudah reda, pelangi itu tiba, indah pada waktunya itu menghampiri saat ini. Tapi mengapa Dinda tak merasakannya? Ya Dinda akui dirinya memang lemah, bodoh, tidak bisa tegas mengambil jalan hidupnya. Titik puncak sudah tiba, tapi sepertinya wanita itu, memilih terjun kebawah, bukan menikmati keindahannya.

__ADS_1


"Tapi aku tidak ingin menjadi pelakor mas!" lirih Dinda sambil terisak tangis.


Namun Aditia malah tersenyum sinis menanggapinya, "kamu bukan pelakor Dinda, kamu istriku, istri sahku! Sebutan itu tidak pantas untuk kamu." Ujar Aditia, lalu ia meraih tangan Dinda, "dengarkan aku, aku sangat mencintaimu Din, aku tau kamu juga merasakan hal yang sama denganku. Aku minta Stop! Berhenti menyalah diri sendiri, berhenti merasa bersalah. Sesekali kita harus egois Din, kita harus mementingkan kebahagiaan kita dulu, dibandingkan kebahagian orang lain. Ini sudah rencana Tuhan Din. Ingat kita sudah mempunyai buah cinta kita disini," Aditia mengarahkan tatapan matanya ke perut Dinda, "kita akan merawat dia, membesarkannya bersama. Kamu jangan menyakiti diri kamu sendiri Din, hati kamu sekarang tidak satu, tapi dua, dengan calon anak kita. Ikatan batin kamu dengannya sangat kuat, jangan membuat hatimu sakit, jangan memaksakan kehendakmu sendiri, karna dia juga pasti akan merasakannya. Hargai keputusanku, berhenti kasian dengan orang lain, perduli boleh, tapi harus ada batasannya." Lalu Aditia membawa Dinda kedalam pelukannya.


Bersambung...


Like


Komen


Vote


Terima kasih.


Oh iya, ya sebel sama karakter Dinda, sama author juga. Hehe

__ADS_1


Author juga ingin menciptakan Dinda itu menjadi kuat, tegas. Tapi, real saja ini hanya sebuah novel. Jangan novel sinetron pun, pemeran utamanya itu kadang dibuat lemah, kita yang nonton kadang suka greget.


Tapi emang itu dibuat sengaja, biar ada daya tariknya, ya walaupun bikin esmosi juga sih, wkwk.


Dan satu lagi, silahkan kalian berkomentar sesuka kalian, tapi tetap jaga etika ya! Boleh kalian maki-maki pemeran dalam novel author, tapi Author minta dengan sangat dan hormat kepada kalian, jangan jelekkan novel Author, intinya walaupun novelnya menurut kalian jelek atau apalah, bijaklah. Kalau tidak suka ya sudah jangan di baca, jangan menjelek-jelekkan. Saya memang akui belum pandai membuat novel, saya masih tahap belajar. Tolong hargai saja, walaupun saya hanya penulis amatiran.


Kalian tau membuat sebuah alur cerita itu tidak gampang dan itu semua cukup menyita waktu saya.


Saya tidak masalah, kalian maki-maki tokoh dalam novel saya, malah saya senang, berarti kalian sudah larut dalam cerita yang saya buat.


Pesan dari saya hanya itu saja. Maaf bisa perkataan saya salah, jujur saja ada beberapa komen yang membuat saya down. Cukup, kalau gak suka jangan meninggalkan komen yang gak enak dibaca, jangan baca saja, karna saya tidak akan memaksa.


Dan buat kalian yang setia mengikuti alur ceritanya, saya ucapakan terima kasih banyak.


Salam sayang dari author.

__ADS_1


#Uneg-unegAuthor


#CintaDamai


__ADS_2