Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 87. Entahlah


__ADS_3

Lisa dan Bayu baru saja tiba di Rumah mereka. Bayu merangkul pinggang Lisa dengan mesra.


"Sudah pulang toh?" tanya Ibu, yang sudah berdiri diambang pintu menyambut kedatangan anak dan menantunya itu.


Lisa dan Doni mengangguk, lalu mereka menyalami Ibu secara bergantian.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya?'' tanya Ibu. Mereka berjalan memasuki Rumah tersebut.


"Alhamdulillah, Bu. Lisa dan bayinya sehat," jawab Bayu.


"Syukurlah, Ibu sudah tidak sabar menanti mereka. Ibu sudah tua, takutnya Ibu gak bisa melihat mereka nanti," ucap Ibu.


"Ibu, jangan bicara seperti itu tidak baik Bu," sahut Lisa.


"Umur gak ada yang tau Lis," ucap Ibu sambil tersenyum.


"Kita selalu mendoakan Ibu, semoga Ibu panjang umur, sehat selalu. Biar bisa gendong cucu-cuci Ibu nanti," tutur Bayu.


Ibu hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Bayu duluan ke kamar ya, mau mandi dulu gerah," pamit Bayu. Lisa dan Ibu mengangguk, lalu Bayu pun berjalan menuju kamar.


"Lisa mau simpan belajar dulu Bu, sama ada bahan-bahan masakan juga, mau Lisa simpen di kulkas."

__ADS_1


"Ya sudah, ayo Ibu bantuin."


Mereka pun berjalan menuju dapur. Lisa memasukan daging dan beberapa sayuran ke dalam kulkas di bantu oleh Ibunya.


"Lis, apa kamu sudah melupakan dia?" tanya Ibu. Lisa langsung menghentikan aktifitas itu, dan menoleh kearah Ibunya. Lisa tau, apa yang di maksud oleh Ibunya itu.


Lisa tersenyum, "entahlah, Bu," jawabnya. Entahlah, melupakan Aditia? Sebenarnya itu tidak bisa Lisa lakukan, walau bagaimana Aditia pernah ada di hatinya, memiliki hatinya, hidup bertahun-tahun menjalin Pernikahan mereka.


Ibu nampak terkejut, "Lis, lupakan dia. Ingat Bayu. Ibu rasa dia sangat menyayangi kamu, dia sangat mencintai kamu."


Lagi-lagi Lisa tersenyum.


"Bu, tidak bisa melupakan bukan berati Lisa, masih mencinta Mas Aditia. Terlalu banyak kenangan indah bersama dia Bu. Sampai kapan pun Lis tidak akan bisa melupakan Mas Aditia. Tapi, itu bukan berarti Lisa masih mencintainya Bu. Tidak, Lisa sudah tidak mencintai Mas Aditia."


"Ya, Lisa memang awalnya tidak mencintai Kak Bayu. Tapi lambat laun, Lisa merasa nyaman dengan Mas Bayu. Kini Lisa sadar Lisa juga mencintai Kak Bayu," lanjut Lisa. Lalu Lisa meraih tangan Ibunya.


Ibu tersenyum lebar, ia merasa lega. Jujur saya Ibu takut jika anaknya itu masih mengharapkan Aditia. Terlebih Ibu mengingat bahwa pernikahan Lisa dan Bayu tanpa Cinta.


"Yang lebih indah itu, saling mencintai Lisa," ucap Ibu.


"Iya Bu, benar."


Lalu mereka tersenyum bersama, setalah itu mereka pun melanjutkan aktifitas mereka.

__ADS_1


Tak sadar sepasang mata dan sepasang teling sedari tadi memperhatikan mereka dan mendengarkan ucapan mereka.


Bayu tersenyum, saat mendengar percakapan istri dan mertua itu. Bayu marasa sangat bahagia mendengar ucapan istrinya itu, bahwa Lisa mencintainya. Walaupun Lisa mengatakan pada Ibunya bukan padanya secara langsung.


Ya selama ini Bayu tidak pernah mendengar Lisa mengucapkan kata cinta untuknya. Bayu pikir Lisa tak membalas cintanya. Karna Bayu sadar pernikahan mereka hanya terpaksa awalnya.


Jujur saja Bayu pernah sempat putus asa, Lisa memang selalu bersikap baik padanya, melayaninya dengan baik, tapi satu yang mengganjal di hati Bayu.


Apa Lisa hanya bersandiwara? Karna Lisa tak pernah mengucapkan kata cinta padanya, setiap Bayu tanya, Lisa pasti selalu mengalihkan pembicaraan mereka.


Tapi setalah mendengar percakapan antara istri dan Ibu mertuanya itu. Bayu sadar, bahwa pikiran itu salah.


Mungkin selama ini Lisa diam, bukan berarti tidak mencintai, mungkin istrinya itu gengsi atau apa.


Tidak masalah bagi Bayu, yang pasti saat ini ia sudah mengetahui bahwa Lisa juga membalas cintanya. Membuat Bayu bahagia, dan semakin semangat untuk membahagiakan Lisa.


Bersambung...


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Jangan lupa ya.


Terima kasih.


__ADS_2