Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 63. Sial


__ADS_3

Aditia kini tengah di ruangan kerjanya, yang ada di rumahnya itu. Aditia kini tengah menatap layar monitor leptopnya. Aditia mencoba memeriksa CCTV.


Namun sialnya, orang-orang itu sudah meretas CCTV di setiap sudut rumahnya itu. Aditia tidak ada bukti atau pun petunjuk untuk mengetahui siapa pelaku yang sudah membuat kekacawan dalam waktu serentak tersebut.


"Sial, seperti mereka bukan orang sembarangan," pekik Aditia.


Aditia menghelai napasnya beratnya, menyugar rambutnya dengan kasar.


"Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini?!"


"Apa mungkin Lisa? Iya, bisa sajakan dia membuat drama ini?" Aditia bermonolog dengan dirinya sendiri.


Setalah itu Aditia bergegas keluar dari ruangannya itu, lalu ia berjalan menuju kamar Lisa. Aditia mencari memeriksa setiap lemari, laci dan barang-barang Lisa. Entah mengapa hatinya begitu yakin, kalau yang melakukan semua ini Lisa.


Aditia mengeluarkan semua baju-baju Lisa dari dalam lemari, namun sayangnya, Aditia tidak menemukan bukti apa-apa! Namun, mata Aditia terhenti di sebuah kotak kecil, Aditia mengambil kotak kecil tersebut.


"Obat?" ucap Aditia, melihat ada obat di dalam kotak tersebut. Aditia mengambil obat tersebut, dan memperhatikan obat tersebut.


"Obat apa ini?" gumamnya. Aditia mengambil ponselnya, lalu ia membuka internet, mencari tau apa obat tersebut.


"Hah, obat pencegah kehamilan?" Aditia terkejut. Apa maksud Lisa? Mengapa ia menyimpan obat pencegah kehamilan di lemarinya?


Apa jangan-jangan selama ini Lisa mengonsumsi obat tersebut?


Wajah Aditia terlihat memerah, amarah bergejolak di dirinya. Sungguh, Aditia tidak mengerti apa maksud Lisa ini?


"Aku harus mencari Lisa, aku harus minta penjelasan darinya!" ucap Aditia. Ia memasukan obat tersebut ke dalam sakunya.


"Tapi dimana aku harus mencarinya?" Aditia terlihat bingung, bercampur amarah. Dia tidak sama sekali menemukan petunjuk apa-apa.


"Sebaiknya aku ke rumah sakit dulu sekarang! Aku harus mengatakan soal ini sama Mamah dan Papah, dan menitipkan Dinda dengan bayinya pada Mamah dan Papah. Aku harus cepat menyelidiki semua ini, aku harus segara menemukan dalang di balik semua ini! Aku juga harus segera menemukan Lisa," ucap Aditia.


Setalah itu ia langsung ke rumah sakit. Sebelum Aditia berpesan pada Asisten rumah tangganya, kalau ada apa-apa segara menghubungi Aditia.


***


Sementara itu, seorang wanita terlihat di sekap di sebuah gudang, dengan kaki dan tangan di ikat serta mulut yang di tutupi oleh lakban. Wanita itu terus mencoba melepaskan dirinya, namun sia-sia. Ia tidak bisa melepaskan dirinya.


Tak lama kemudian seorang laki-laki terlihat masuk ke dalam gudang tersebut. Senyuman menyangrai terambang dari sudut bibir laki-laki tersebut.


"lepaskan aku," teriak Lisa, namun dengan suara tidak jelas. Karna mulutnya yang di tutupi oleh lakban.

__ADS_1


Laki-laki itu mendekati Lisa, lalu membuka lakban yang menutupi mulut Lisa dengan kasar. Lisa terlihat meringis.


"Lepaskan aku Riki, sebenarnya apa mau kamu hah?" bentak Lisa.


Riki tersenyum, dengan senyuman yang sulit diartikan. Lalu ia mencengkram dagu Lisa, matanya menatap tajam pada wanita itu.


"Aku tidak akan melepaskan mu!" pekik Riki. Lalu melapaskan tangannya dari dagu Lisa.


"Aku sudah menuruti permintaan kamu Riki, untuk meretas CCTV di rumah suamiku, tapi kenapa anak buah kamu membawaku ke sini hah?" bentak Lisa.


"Huhahaha," tawa Riki menggema.


"Sebaiknya kamu jangan banyak bicara Lisa! Kamu turuti saja apa mau ku. Ingin jika kamu berani membangkang ku, maka aku tak segan-segan untuk menyakiti kedua orang tua mu!" lanjut Riki, dengan suara memekik.


"Apa maksud kamu?" teriak Lisa. Riki tersenyum smirk. Lalu ia memanggil anak buahnya.


"Ibu, bapak!" ucap Lisa, ia terkejut melihat Ibu dan bapaknya yang ada di sana dengan tangan terikat dan mulut yang ditutupi lakban.


"Jangan sakiti mereka Riki, orang tuaku tidak tau apa-apa tentang ini. Kenapa kamu membawa mereka dalam masalah ini!" ucap Lisa disela isakkan tangisnya.


"Aku tidak akan menyakiti orang tuamu, jika kamu menuruti apa perkataanku!" pekik Riki.


"Lepaskan aku bedahan. Dasar kau laku-laki tak punya hati. Bahkan kau tega mencelakai Dinda, aku tau pasti kamukan dalang di balik semua ini?!" lanjut Lisa.


"Ya, itu memang aku!"


"Aku akan melaporkan kamu Riki," pekik Lisa.


"Hahahaha, apa? Melaporkan aku?"


"Kamu tidak punya bukti Lisa. Yang ada yang akan membuatmu mendekam di kantor polisi, merasakan dinginnya jeruji besi!" lanjut Riki. Tersenyum dengan senyuman yang sulit diartikan.


Setalah itu Riki berlalu dari hadapan Lisa, memerintahkan anak buahnya membawa orang tua Lisa. Lalu mereka mengunci gudang tersebut.


"Riki lepaskan aku, dasar bedebah, sial kamu, lepaskan aku Riki..." teriak Lisa. Namun tak dihiraukan oleh mereka.


"Tolong, tolong, lepaskan aku..." teriakan Lisa semakin lemas.


Flashback on.


Saat Lisa pulang dari rumah sakit, ia dicegat oleh Riki.

__ADS_1


Lisa saat itu tak mengerti kenapa Riki mencegatnya.


Riki bilang dia mau bicara penting dengan Lisa. Dan bertanya soal kondisi Dinda. Walaupun terpaksa akhirnya Lisa turun dari mobilnya dan berbicara dengan Riki. Ya, Riki memang bertanya soal kondisi Dinda pada awalnya.


Namun setalah itu, Riki kembali menawarkan kerja samanya pada Lisa. Tapi Lisa menolaknya, lalu Riki mengancam Lisa bahwa ia tak segan-segan untuk melukai kedua orang tua Lisa.


Lalu Lisa bertanya, sebenarnya apa mau Riki, Riki bilang dia hanya meminta Lisa untuk meretas CCTV rumah Aditia, hanya itu saja.


Lisa bertanya, sebenarnya apa rencana Riki, namun Riki bilang, dia hanya ingin memporak-porandakan rumah Aditia itu saja.


Dengan bodohnya Lisa percaya, karna di sisi lain dia juga takut, melihat ancaman Riki, yang seperti tidak main-main, Lisa tidak mau jika terjadi apa-apa pada orang tuanya. Akhirnya Lisa pun menuruti permintaan Riki tersebut.


Namun pada saat malam itu terjadi, kedua anak buah Riki malah membawa Lisa. Setalah memporak-porandakan rumahnya.


Tapi yang terjadi setalah itu? Lihatlah, apa yang terjadi.


Riki benar-benar memanfaatkan kelemahan Lisa. Menjadikan kedua orang tuanya, sebagai alat, agar Lisa bertekuk lutut padanya.


Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, seperti Riki sudah mempunyai rencana yang lebih besar lagi.


Flasback off.


"Lancarkan rencana kita yang selanjutnya," pinta Riki pada anak buahnya.


Bersambung...


Like


Komen


Vote


Di tunggu ya...


Yang nebak, Riki adalah dalang dari semuanya.


Iyees, kalian benar. Lalu bagaimana rencana yang Riki susun selanjutnya?


Tetap ikuti kelanjutannya!!


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2