Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 100. Akhir Cerita


__ADS_3

Keesokan harinya, Reza meminta Bella untuk memeriksa urinnya, memberikan Tespek, yang ia sengaja beli semalam, sebelum ia pulang.


Tok, tok, tok


Berkali-kali Reza mengetuk pintu kamar mandi, dan memanggil nama istrinya itu, sudah hampir 15 menit, namun Bella belum keluar juga dari kamar mandi tersebut.


Dan itu membuat Reza, menjadi semakin penasaran dengan hasilnya. Dan beberapa saat kemudian.


Klekk...


Pintu kamar mandi terbuka, nampak sosok Bella keluar dari sana.


"Gimana Sayang?'' tanya Reza tak sabaran.


Namun Bella tak menjawab, wanita itu malah langsung menghambur memeluk suaminya.


Bella terisak tangis dalam pelukan Reza.


"Sayang, kok kamu nangis sih?'' Reza bingung, ia langsung mengurai pelukannya. Kemudian Bella memberikan Tespek yang ia pegang pada Reza.


Reza mengambilnya, sebuah senyum terbit di wajah tampan Reza.


"Alhamdulillah Kak, hasilnya positif," ucap Bella.


Kemudian Mereka kembali berpelukan.


"Baby, bakalan punya adik ya!" seru Reza, penuh bahagia.


***


Sekilas kabar tentang Lisa.


Lisa sudah melahirkan anakknya, kini bayi Lisa sudah menginjak usia 6 bulan, bayi kembar Lisa, berjenis kelamin laki-laki dan wanita. Yang Lisa dan Bayu beri nama, Raja dan Ratu, mereka adalah raja dan ratu dihati Lisa dan Bayu.


Semenjak kehadiran kedua buah hati mereka itu, hubungan Lisa dan Bayu semakin hangat, kebahagian mereka terasa sempurna. Di tambah, perekonomian keluarga mereka sudah dikatakan lebih baik dari sebelumnya.


Lisa dan Bayu, serta Ratu dan Raja. Hidup bahagia.


***


Malam ini, keadaan rumah Dinda dan Aditia, terlihat sangat ramai.


Kedua orang tua Aditia ada di sana, serta Reza dan Bella.


Mereka tengah berkumpul, malam ini Aditia dan keluarga mengadakan acara makan malam bersama.


Suasana rumah semakin ramai, karna adanya Azka dan Baby yang bermain riang gembira di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


Reza dan Bella juga sudah mengatakan tentang Bella yang positif hamil, begitu juga dengan Dinda dan Aditia. Mereka sibuk menceritakan semuanya pada Mamah Adelia dan Papah Mahendra.


Kedua orang tua itu, terlihat sangat bahagia. Mendengar kabar baik tersebut.


"Wah, jadi nanti langsung nambah 2 cucu kita Pah!" seru Mamah dengan penuh antusias.


"Iya Mah, makin ramai nantinya," sahut Papah, tak kalah antusias.


Mereka semua tertawa, melihat tingkah 2 orang parubaya itu.


"Sudah ngobrol, kita makan dulu yuk!" ajak Dinda. Diangguki oleh mereka semua.


Mereka langsung menuju meja makan, bermacam menu makanan terlihat sudah tersaji di atas meja makan tersebut, terlihat sangat lezat.


Tanpa basa-basi lagi, mereka langsung duduk. Dan menikmati makan malam tersebut.


Saat ritual makan malam itu di lakukan, tak lepas dari penuh kebahagian, mereka terlihat sesekali tertawa.


Karna tingkah Azka dan Baby yang ikut makan, namun dengan tingkah mereka yang mengemaskan.


Setalah makan malam selesai, Bella dan Reza langsung berpamitan, karna memang waktu sudah mulai larut malam.


Sementara Papah dan Mamah, mereka ikut berpamitan juga, karna merasa kekenyangan, mata sudah sipit tak karuan, kantuk sudah mulai menyerang. Mereka menuju kamar untuk tidur.


Dinda baru saja selesai menidurkan Azka, dengan hati-hati, karna takut Azka bangun kembali, Dinda turun dari ranjang Azka.


Pintu kamar terbuka, nampak sosok sang suami, Aditia masuk ke dalam kamar tersebut. Dinda memberi isyarat pada suaminya, menempelkan jari telunjuk pada bibirnya, meminta Aditia agar tidak bicara.


Aditia mengangguk mengerti, Dinda langsung menghampiri suaminya itu. Aditia merangkul pinggang Dinda dengan mesra. Mereka berdiri dekat ranjang Azka. Mata mereka menatap buah hati mereka itu penuh cinta, dan bahagia.


"Gak terasa ya Sayang, Azka sudah besar aja. Dan sebentar lagi akan punya Adik," ucap Aditia pelan, ia mengalihkan pandangannya dari Azka, lalu menatap Dinda, tanganya mengelus perut Dinda yang masih rata.


"Iya Mas, Alhamdulillah. Tuhan mempercayai kita kembali," ujar Dinda, sambil tersenyum bahagia.


Lalu Aditia memeluk Dinda, mengusap kepala istrinya itu dengan lembut, setalah itu, mendaratkan kecupan di kening Dinda, mengecupnya cukup lama. Seakan Aditia menyalurkan cinta lewat kecupan kening tersenyum. Dinda memejamkan matanya, rasa nyaman, damai, terasa di hatinya.


POV DINDA


Aku tidak pernah menyangka bahwa akhir kisahku akan seperti ini. Aku sangat bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan padaku dan keluarga kecilku ini.


Aku berharap kebahagiaan ini akan selamanya kami rasankan.


"Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)"


Awal kisahku, menikah dengan Mas Aditia, tidak pernah terbayang olehku, sebelumnya. Ya, tentu saja, aku tidak pernah mengenalnya sama sekali.


Menikah, dalam mimpiku saat itu. Menikah dengan laki-laki yang aku cintai, membina hidup yang bahagia bersama. Namun mimpiku kandas begitu saja, saat kenyataan pahit yang harus aku terima.

__ADS_1


Namun, aku aku bersyukur Tuhan, masih menunjukkan keperdulian terhadapku. Bahwa laki-laki itu bukan yang terbaik untukku.


Dan Tuhan memilih laki-laki lain untuk mendampingi Ku. Ya, Mas Aditia, Suamiku. Laki-laki yang kini memberikan kebahagiaan yang sempurna untukku.


Pernikahan yang awalnya sama-sama kami tidak inginkan, apa lagi saat aku tau, bahwa aku cincin kedua suamiku. Menjadi wanita yang tak dirindukan oleh suamiku. Sakit? Ya, tentu saja. Kecewa? Jangan di tanya.


Namun, kembali lagi. Pada yang Maha Kuasa. Tuhan membawa aku pada Mas Aditia, ternyata sudah menyiapkan rencana yang lebih indah.


Kesabaran akhirnya berbuah manis.


Indah pada waktunya itu tiba. Dan benar, saat ini aku merasakannya.


Apapun tiada yang instan bukan? Bahkan mie instan saja, kita masih harus melawati prosesnya lagi, untuk menikmatinya. Apa lagi hidup? Meraih sebuah kebahagiaan. Tentu saja tidak semudah yang kita pikirkan, bersabar, kunci dari kesuksesan.


Ingat, Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya.


Kita harus berbaik sangka, Tuhan tau aku mampu, melewati semuanya, maka dengan itu, aku berusaha sabar menghadapi setiap cobaan yang Tuhan berikan pada awal pernikahan ku dengan Mas Aditia.


Mungkin sebagian orang menganggap ku bodoh! Bertahan dengan suamiku, yang sudah jelas-jelas tidak mencintaiku pada saat itu.


Namun, percayalah. Tuhan maha membolak-balikkan hati manusia.


Berdoa dan berusaha. Usaha tidak akan menghianati hasil. Dan, pada akhirnya.


Aku mendapat hati suami ku.


***


Dinda benar-bener merasa bersyukur, Tuhan melimpah kebahagian yang teramat melimpah itu.


Awal yang buruk, belum tentu menjadi akhir yang buruk pula.


Berbaik sangka, itulah yang harus selalu manusia lakukan.


Seperti halnya yang dilakukan Dinda, ia berhasil melawati semua.


Hujan sudah berhenti, badai sudah berlalu. Dan kini, pelangi menghiasi dunianya.


Indah pada waktunya itu ada, semuanya fakta.


Bersabarlah, percayalah, Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umatnya.


Kadang Takdir memang tidak sesuai dengan ekspektasi yang kita inginkan, tapi Takdir yang diberikan oleh Tuhan, itu yang terbaik untuk kita sebagai umatnya.


Akhir cerita.


**TAMAT**

__ADS_1


__ADS_2