Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)

Berbagi Cinta: Dua Cincin (Aku Yang Tak Dirindukan)
Bab 19. Kamu hanya milikku


__ADS_3

Aditia menghempaskan tubuhnya yang masih polos itu di samping Lisa, Lisa langsung mendekap Aditia dengan agresifnya.


"Sayang kenapa kamu berhenti hmm?" Tanya Lisa dengan suara khas penuh gairahnya, "apa mau tukar posisi?'' lanjutnya, seraya naik keatas tubuh suaminya itu. Aditia tak bergeming, namun Lisa yang tengah dalam hasrat membara itu, mencoba merayu Aditia, ia bergelayut manja menciumi leher kokoh suaminya itu.


"Mas cepat lanjutkan, aku sudah tidak tahan!" Bisik Lisa sambil terus memancing hasrat suaminya. Namun bukannya terbuai oleh sentuhan Lisa, Aditia malah terlihat kesal. Entah kenapa nafsunya hilang begitu saja, bahkan melihat tingkah Lisa seperti itu membuat Aditia merasa jijik.


"Sudahlah Lisa, ayo kita tidur saja!" Tolak Aditia. Ia benar-benar risih dengan tingkah Lisa yang kini sudah mulai memainkan adik kecilnya di bawah sana. Lisa tak seolah tuli, ia benar-benar ingin merasakan kepuasan yang belakangan ini tidak ia dapatkan dari Aditia, Lisa mulai mendekatkan mulutnya kearah adik kecil milik Aditia, namun..


"Lisa cukup!" Pekik Aditia. Aditia langsung bangun, ia memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai kamar tersebut, memakai pakaiannya kembali setelah itu Aditia berlalu, keluar dari kamar tersebut.


"Arrggg...." Teriak Lisa marah.


"Tega kamu mas," teriak Lisa lagi. Raut wajah kemarahan tergambar jelas dari wajah Lisa, Lisa benar-benar marah karna Aditia tidak menuntaskan hasratnya.


"Aku menyesal sudah mengizinkan kamu menikahi si madu sialan itu. Mas Aditia berubah pasti gara-gara dia. Aku harus membuat perhitungan sama si Dinda itu." Geram Lisa. Karna sudah tak kuat lagi menahan hasratnya, akhirnya Lisa pun menuntaskan sendirian.


***

__ADS_1


Sementara itu, Aditia berjalan menuju balkon.


Untuk mencari angin segar. Pikirannya begitu kalut, ada apa dengan dirinya? Kenapa saat ia bermain dengan Lisa tiba-tiba nafsunya hilang begitu saja? Kenapa tubuhnya tiba-tiba menolak sentuhan dari Lisa? Padahal selama ini Lisa selalu memberikan kepuasan untuknya. Tapi semenjak bermain dengan Dinda, seakan tubuh Aditia menolak lagi sentuhan dari Lisa, bahkan dengan teganya dirinya meninggal Lisa yang sedang panas membara.


"Arggg...." Teriak Aditia, ia menyugar rambutnya dengan kasar.


"Dinda kenapa kamu menolakku? Sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Lirih Aditia. Ia tau betul bagaimana Dinda, pasti ada satu alasan mengapa Dinda berbohong dan menolak berhubungan dengannya.


Cukup lama Aditia termenung, pikirnya benar-benar kalut. Namun lama termenung, Aditia teringat dengan Lisa, ia marasa bersalah telah meninggal Lisa. Aditia segera bergegas dari balkon, ia berjalan kembali ke kamar Lisa. Saat Aditia memasuki kamar tersebut, di lihatnya Lisa sudah tertidur pulas tanganya memegangi sebuah alat, yang baru saja usai Lisa gunakan untuk memuaskan hasratnya.


Aditia menghampirinya, lalu ia mengambil alat tersebut, alat itu bentuknya terlihat sama dengan adik kecilnya saja. Aditia mengerti apa yang baru saja istrinya itu lakukan, Aditia benar-benar merasa bersalah. Ia mengusap lembut rambut Lisa yang masih basah oleh keringat, sisa-sisa menyalurkan hasratnya. Aditia mendaratkan kecupan di kening istri pertamanya itu. 'Maafkan aku Lisa, aku tak bermaksud menyakitimu, aku khilaf. Maafkan aku sayang,' gumam Aditia.


Subuh menjelang, Lisa terusik dari tidurnya ia merasakan ada tangan yang melingkar di di pinggangnya. Perlahan Lisa membuka matanya, di lihatnya sosok Aditia sang suami yang sedang tertidur sambil memeluknya.


Lisa menatap lekat suaminya itu, ia masih merasa kesal dan marah akibat kejadian semalam. Namun ketika melihat wajah suaminya itu, rasa kesal dan marahnya itu hilang, yang ada Lisa merasakan badannya panas, melihat bibir sensual milik Aditia membuat Lisa ingin melahapnya dan tanpa basa-basi Lisa langsung melahap bibir suaminya itu, tanganya bergerak liar menyentuh dan memainkan adik kecil milik Aditia di bawah sana, yang sudah mulai menegang akibat sentuhannya. Aditia membuka matanya pelan, karna merasakan sentuhan Lisa.


Lisa melepaskan ciumannya, lalu ia tersenyum kepada suaminya itu, Aditia membalas senyuman Lisa. Namun di mata Aditia yang ia lihat itu bukan Lisa melainkan Dinda, Lisa kembali melanjutkan aksinya dengan senang hati, karna Aditia meresponnya. Tentu saja Aditia meresponnya karna dalam penglihatannya Lisa adalah Dinda, sepanjang permainan itu dilakukan wajah Lisa terlihat seperti wajah Dinda menurut Aditia. Hingga akhirnya mereka pun sama-sama mencapai puncak kenikmatannya.

__ADS_1


Lisa tersenyum puas, usai ia berhasil membuat Aditia terkurai lemas dan tertidur kembali.


"Kamu pikir kamu bisa berpaling dariku mas? tidak mungkin mas! Kamu tidak akan bisa menolak sentuhanku. Aku tau semalam kamu pasti sedang kesal, sedang dalam amarah. Makanya kamu mencampakan aku begitu saja! Tapi itu tidak akan terjadi lagi mas, kamu hanya milikku, dan hanya aku yang boleh memuaskanmu!" Ucap Lisa dengan angkuhnya.


"Dan kamu Dinda, lihat saja aku tidak akan diam kali ini. Aku akan benar-benar memberimu perhitungan. Aku akan menyingkirkan kamu! Aku tidak butuh anak dari rahimmu." Lanjut Lisa.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya dulu.


Yang udah kesel sama Lisa, sabarnya. Ada waktu saat Lisa mendapat hukuman nantinya. Hehe


Ikutin terus kelanjutanya aja ya!!


Salam sayang dari author...


I love you so much..

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2