
Keesokan harinya...
Aditia pagi ini di minta untuk datang ke kantor Polisi.
Pihak kepolisian bilang bahwa mereka sudah menemukan pelaku yang menabrak Dinda.
"Mah, Pah. Aku titip Dinda dan bayiku ya. Aku ke kantor polisi dulu," pamit Aditia pada orang tuanya. Orang tua Aditia baru saja sampai di rumah sakit. Semalam mereka pulang, karna Aditia menyuruh mereka pulang, dan semalam Aditia menginap menjaga istrinya yang masih koma. Sementara Lisa, Aditia menyuruh wanita itu untuk pulang ke rumah.
"Ke kantor Polisi? Apa pelakunya sudah ditemukan?" tanya Papah Mehendra.
"Iya Pah."
"Ya sudah cepat sana, kamu tidak usah mengkhawatirkan Dinda, istri dan anak kamu akan kami jaga," timpal Mamah Mawar. Aditia mengangguk.
"Asalamua'allaikum."
"Walaikum'salam salam."
Aditia langsung keluar dari ruangan Dinda, ia segara meninggalkan Rumah sakit dan melajukan mobilnya menuju kantor Polisi.
Sesampai disana, Aditia langsung masuk dan bertanya kepada pihak kepolisian.
"Siapa pelakunya Pak?" tanya Aditia.
Lalu Polisi itu memberi isyarat pada bawahannya, untuk membawa pelaku yang menabrak Dinda.
"Ini pelakunya Pak," ucap Pak Polisi. Membawa seorang laki-laki kehadapan Aditia.
"Tapi kami masih menyelidiki kasus ini, karna kami yakin kecelakaan yang menimpa istri bapak, itu semua sudah di rencanakan."
Aditia menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam, ingin rasanya Aditia menghajarnya, namun ia berusaha menahan. Karna tidak ingin memperkeruh keadaan.
"Apa saya boleh bicara dengan pelakunya Pak?" tanya Aditia. Pak polisi mengangguk.
__ADS_1
Aditia kembali menatap tajam laki-laki tersebut, Aditia sama sekali tidak mengenalinya, siapa sebenarnya laki-laki ini? Kenapa dia mencelakai Dinda?
Aditia yakin, pasti ada dalang yang dibalik semua ini. Laki-laki ini pasti hanya suruhan. Tapi siapa dalang di balik semuanya ini? Apa mungkin Lisa?
"Siapa yang menyuruhmu mencelakai istriku?" tanya Aditia.
Namun laki-laki itu malah tersenyum, dengan senyuman yang sulit diartikan.
"Katakan siapa?" bentak Aditia.
"Tidak ada, tidak ada yang menyuruhku!" kilahnya.
"Jangan berbohong," bentak Aditia menarik baju laki-laki tersebut.
"Maaf Pak, jangan berbuat keributan di sini," tegur Pak Polisi. Pak Polisi tersebut menyuruh bawahnya untuk membawa laki-laki itu kembali ketahanan.
"Jangan harap kamu akan mengetahui siapa pelakunya, lebih baik aku mati dari pada harus mengatakannya padamu!" bisik laki-laki tersebut kepada Aditia. Lalu laki-laki itu pergi dari hadapan Aditia. Aditia benar-benar geram.
"Pak saya minta, cepat cari dalang dibalik kecelakaan istri saja ini!" tegas Aditia.
Setelah itu Aditia berpamitan dan meninggalkan kantor polisi. Sambil mengendarai mobilnya, Aditia terus berpikir, siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini? Namun entah mengapa Aditia menyimpan kecurigaan pada Lisa.
Aditia memutuskan untuk tidak langsung ke Rumah sakit, ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Tujuan utamanya bertemu dengan Lisa.
Setalah sampai rumah, Aditia langsung masuk kedalam rumah, namun ia terkejut saat rumahnya berantakan.
"Lisa..." panggil Aditia.
"Lis..." Namun tidak ada sahutan sama sekali.
"Bi..."
__ADS_1
"Bibi...." Kini Aditia memanggil Asisten rumah tangganya. Namun lagi-lagi sama ada sahutan.
Aditia berjalan menuju dapur. Dan...
"Astagfirullah, bibi..." Aditia melihat ART-nya yang diikat oleh tali dan mulut yang tutup oleh lakban.
Aditia langsung menghampirinya, dan membuka tali yang mengikat tubuh ART-nya itu, serta membuka lakban yang menutupi mulut wanita itu.
"Tuan..." ucapnya lemah.
"Apa yang terjadi Bi?" tanya Aditia.
"Saya tidak tau Tuan, semalam ada 2 orang masuk ke rumah ini, pakai mereka serba hitam, dan mereka memakai tutup kepala serta masker, mereka mengacaukan rumah ini Tuan, lalu mengikat saya," jelas Bibi.
"Astagfirullah Bi. Tapi Bibi gak apa-apa, 'kan?"
"Tidak Tuan, mereka hanya mengikat Bibi. Tapi Nyonya Lisa Tuan, Nyonya Lisa dibawa sama mereka," ucap Bibi.
"Lisa dibawa sama mereka Bi?"
"Iya Tuan."
Aditia terdiam, siapa sebenarnya mereka? Ya tuhan masalah Dinda saja belum selesai, dan kini sudah ditambah lagi dengan Lisa, mereka membawa Lisa kemana? Apa kedua orang itu masih ada kaitannya juga dengan Dinda. Kenapa mereka ingin mencelakai istri-istri Aditia? Perasaan Aditia tidak pernah punya musuh?
Bersambung...
Keadaan semakin kacau balau guys?
Kira-kira Aditia bisa enggak ya ngatasin semuanya.
Yuk kita doakan Aditia. Hehe
Eits, jangan lupa like, komen dan Votenya juga.
__ADS_1
Terima kasih.