
Siang hingga malam hari, Asmara dan Alfano sama sama sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing sehingga tidak sempat menelepon atau saling mengirim kan chat. Mereka juga tau, cinta dewasa bagi mereka adalah perasaan yang tetap memberikan privasi bagi satu sama lain apalagi terkait waktu untuk bekerja.
Tidak seperti beberapa anak muda yang lagi kasmaran atau hingga tak sadar diri jika kehidupan mereka bukan tentang cinta saja namun pekerjaan dan keluarga. Maka dari itu, pasangan suami istri yang sudah berkomitmen untuk menjalani kehidupan bersama cukup tau waktu dimana mereka bisa bersama dan saling bertukar kabar.
Seperti yang dilakukan Alfano dan Asmara hari ini, hari senin yang merupakan hari baru untuk mereka juga dimana mereka terpisah jarak namun terasa dekat. Ketika Asmara sudah sampai rumah sekitar set 9 malam, Alfano yang masih ada di kantor untuk menyelesaikan berkas meeting besok bersama Jaka menyempatkan menelopon macan tutul betina kesayangannya.
Mendapatkan telepon dari sang suami, Asmara yang baru saja masuk ke kamarnya langsung menerima panggilan itu dengan gembira.
"Halo sayang, udah pulang dan sampai rumah?" sapa Alfano langsung menanyakan keberadaan sang istri.
"Hai Mas, udah barusan masuk kamar. Kamu dimana sekarang , udah pulang juga ke rumah atau apartement?" tanya balik Asmara.
"Belum, ini masih di kantor beresin berkas meeting buat besok. Gimana kabar twins, mereka hari ini baik baik aja kan aku tinggal?" jawab Alfano lalu bertanya kondisi kehamilan sang istri sambil menandatangani berkas yang ada didepannya.
"Mereka baik banget hari ini, bikin aku semangat kerjanya. Oh yaudah, Mas. Selesaikan dulu pekerjaannya, aku juga mau mandi dulu , gerah. Nanti teleponnya dilanjutin lagi ya" sahut Asmara dengan suara lembutnya.
"Alhamdulillah kalau twins gak bikin repot kamu hari ini. Soalnya kalau mereka bikin kamu merasa kurang nyaman, aku langsung terbang nemuin kamu buat ngelus ngelus mereka biar anteng. Oke, nanti mas telepon lagi kalau kamu udah mandi" ucap Alfano.
"Hih alay banget sih, Mas. Aku gak semanja itu kali. Iya, nanti aku chat atau aku telepon balik ya Mas, bye bye" pamit Asmara lalu menutup panggilan.
Jaka yang berada didepan Alfano hanya geleng geleng kepala melihat bosnya senyum senyum sendiri ketika ngobrol dengan istri melalu telepon.
"Bosku udah bener bener jatuh cinta. Bawaannya happy teru. Kapan aku ya?" batin Jaka dengan wajah sendu yang dilihat oleh Alfano.
"Jangan iri bro, pasti kamu akan merasakan jatuh cinta sama istri sendiri di waktu yang tepat" celetuk Alfano dengan senyuman smirk seperti mengejek sahabatnya yg single itu.
"Ya pastinya! Tunggu ajaa , aku gak kalah bucin dari kamu kalau sama istri sendiri!" seru Jaka kesal.
"Hahahhaa, Jak Jaka" sahut Alfano tertawa melihat ekspresi kesal
Kedua pria bersahabat itu pun melanjutkan pekerjaan masing masing agar cepet selesai.
Mungkin sekitar 30 menitan kemudian, hp Alfano berdering dan menampakkan nama macan tutul yang tidak lain adalah Asmara.
Jaka saat ini sudah keluar perusahaan untuk pulang ke apartemennya sejak 15 menit yang lalu. Jadi, Alfano sendiri di kantornya. Memang ia rencana tidur di kamar yang ada diruangannya itu.
"Hai, udah selesai mandinya?" Alfano lebih dulu menyapa dan memulai percakapan.
__ADS_1
"Udaah sayaang, gak boleh mandi lama lama buat wanita hamil apalagi malam malam begini" jawab Asmara yang sudah mulai mesra dengan suaminya.
"Ih dipanggil sayang sama kamu rasanya langsung meluk kamu deh Asmara. Beneran, kok bisa aku sejatuh cinta sama kamu kayak gini yaa. Bahaya banget gak sih kalau kamu buat aku kayak gini ? Bisa bisa aku gak konsen buat kerja di Jakarta" sahut Alfano.
"Hmmm, yaudah aku gak manggil sayang lagi kalau bikin kamu gak konsen kerja" ucap Asmara dengan nada sedikit kecewa.
"Eh eh, jangan gitu dong. Bercanda bercanda, kamu tau aku profesional kalau kerja. Akan aku usahakan buat bisa bagi perasaanku ketika kerja dan ketika berhubungan sama kamu. Kalau pikiranku sekarang full isinya kamu sama anak anak kita di dalam kandunganmu itu" gombal Alfano.
"Gombal terus kamu, Mas. Bikin aku pingin disamping kamu aja sekarang. Aku gak nyangka CEO dingin dan kaku kayak kamu bisa semanja dan seromantis ini" balas Asmara.
"Kamu aja yang gak kenal aku dari dulu haha. Aku tuh aslinya begini kalau sama orang yang aku sayang dan cintai. Kalau gak yaa , aku akan jadi pria keren , cool dan menawan dong" ujar Alfano menyombongkan dirinya.
"Mulai mulai, angkuhnya keluar tapi emang kamu menawan kok Mas" sahut Asmara.
"Yaaa, gombalnya nular ya. Oh ya, kamu sekarang lagi apa? Udah bikin susu hamil?" tanya Alfano perhatian.
"Ini lagi rebahan di kasur. Belum bikin, bentar lagi jam set 10 aku bikinnya" jawab Asmara.
"Kenapa nunggu jam set 10? Keburu twins kelaparan" protes Alfano.
"Memang biasanya jam set 10 mas aku minumnya. Gimana twins bisa kelaparan , kalau aku habis makan malam 2 porsi oseng oseng daging di restauran" ujar Asmara.
"Ditahan dulu. Kamis malam , mas kalau datang ke Bandung aku masakin oseng oseng daging" janji Asmara.
"Huhu 3 hari lagi lama bener sih" kesal Alfano.
"Hahaha, kamu tuh kayak anak kecil tau kalau lagi ngambek begitu" sahut Asmara yang bisa membayangkan ekspresi kesal suaminya disana.
"Biarin. Biar kamu ngehibur aku" ucap Alfano.
"Mau dihibur gimana ? Kita jauhan begini" kata Asmara.
"Videocall yuk" ajak Alfano.
"Hmm, oke" Asmara mengiyakan lalu ia tekan tombol videocall dari panggilan itu dan langsung terlihat wajah Alfano yang tampan meskipun juga terlihat lelah.
"Kamu lelah banget kelihatannya, Mas. Udah makan malam?" tanya Asmara memperhatikan wajah lesu sang suami.
__ADS_1
"Udah tadi habis isyak, makan sama Jaka. Tapi memang hari ini capek banget. Meeting bertubi tubi dan dilanjutkan besok. Apalagi jumat akan aku tinggal lagi perusahaannya, jadi aku harus beresin maraton sampai kamis" jawab Alfano jujur.
"Hmm, maafin aku ya" kata Asmara yang tak tega melihat suaminya kelelahan begitu karena demi menikahinya di hari Jumat besok.
"Kenapa minta maaf? Kan kamu gak salah" tanya Alfano heran.
"Ya aku minta maaf, saat ini belum bisa nemenin kamu di Jakarta dan membuat kamu bolak balik ke Bandung" jawab Asmara dengan sendu dan wajah terlihat bersalah.
Namun Alfano terlihat sumringah mendengar jawaban istrinya.
"Berarti kamu mau semisal aku ajak tinggal ke Jakarta?" tanya Alfano penuh antusias dan harapan.
Asmara diam sejenak dan menyadari jawabannya tidak langsung menginformasikan bahwa ia bisa menemani Alfano dimanapun suaminya itu berada.
"Hmmm, yakan kamu suamiku. Aku harus ikut kemana kamu ajak aku dong, Mas. Kecuali kamu gak mau kalau bawa aku ke Jakarta?" tanya Asmara.
"Ya mau dong. Aku mau nawarin kamu kemarin buat ikut aku ke Jakarta waktu mau ke bandara sama mami. Tapi aku takut kamu tolak karena kan saat ini kamu juga jadi pemilik dan kepala dapur Enak Kabeh. Bunga pasti kecewa kalau kamu tiba tiba pergi tanpa persiapan jauh jauh hari" jawab Alfano.
"Hmm, iya. Aku juga mikirin Enak Kabeh. Tapi semisal Mas bawa aku , InshaAllah nanti bisa kita komunikasikan sama Bunga" sahut Asmara.
"Oke gitu aja atau aku bikinin kamu cabang restauran Enak Kabeh di Jakarta , sayang? Kayaknya restauranmu ini berpotensi dikenal orang loh" Alfano memberikan penawaran.
"Aku pikirin dulu sama Bunga ya Mas karena ini restauran milik kita berdua, gak bisa mutusin sendiri" ucap Asmara.
"Siap, Nyonya Alfano" sahut suami dari Asmara yang sedang mode bucin sama istri sendiri.
"Aku malu kamu panggil gitu, Mas" ujar Asmara dengan ekspresi tersipu malu.
"Yakan bener, kamu istri Alfano jadi nyonya ku dong" goda Alfano.
"Hmmm" deheman Asmara yang membuat Alfano pun meralat panggilannya.
"Maaf sayang, iyadeh aku gak bakal panggil gitu lagi sebelum mendapatkan persetujuanmu. Senyum dong" bujuk Alfano.
Asmara pun tersenyum manis kepada suaminya yang benar benar memperdulikan perasaannya.
Panggilan itu pun selesai ketika jam sudah pukul set 10 malam karena Asmara pamit akan membuat susu hamil sedangkan Alfano pun masih harus melanjutkan mengurus berkas meeting besok.
__ADS_1
Akhirnya malam ini mereka lewati dengan panggilan sebelum tidur.