
Tatapan yang dibuat marah sama Asmara ia berikan kepada sang suami membuat Alfano terkikih dan menahan tawa karena baru saja baikan , ia sudah menggoda istrinya itu dengan panggilan baru didepan ibunya.
"Hihihi, kamu gak suka ya aku panggil sayang?" tanya Alfano dengan tersenyum padahal yang ditanya masih berwajah kesal.
Asmara yang awalnya duduk dengan masih memakai mukenah langsung berdiri dan membereskan sajadah sholatnya dan miliki Alfano.
Wanita hamil itu tidak menjawab pertanyaan suaminya malah menyibukkan diri dengan kegiatan lain tapi wajahnya tetep dibuat kesal.
Alfano makin ingin tertawa melihat sikap Asmara yang merajuk padanya.
"Hei, kok malah beres beres alat sholat sih? Aku tanya sama kamu, Asmara. Apakah kamu gak suka aku panggil sayang? Maunya dipanggil nama aja?" tanya Alfano lagi memakai nada lebih lembut sambil menahan pergerakan Asmara dengan memegang kedua lengan sang istri.
Mereka pun bertatapan.
"Aku malu kamu panggil sayang didepan mami, mas" akhirnya Asmara menjawab dengan merubah raut wajah kesalnya jadi sendu.
"Kenapa malu? Kan so sweet sih aku manggil kamu sayang didepan mami biar mami tau kalau kita bener bener udah better dalam menjalankan hubungan ini" jelas Alfano sambil mengelus pipi Asmara dengan lembut menggunakan jari tangannya.
"Hmmm, malu aja karena itu panggilan sayang pertamamu ke aku. Aku belum siap lah kamu panggil begitu didepan mami" sahut Asmara sambil memalingkan pandangannya kesamping karena malu.
__ADS_1
"Ish, kamu kok makin bikin gemes sih, Asmara? Mulai sekarang kamu harus terbiasa aku panggil sayang didepan orang lain" ucap Alfano sambil menangkup wajah istrinya dan membuat sang istri menatap dirinya lagi.
"Hmmm" balasan Asmara dengan deheman.
"Jangan marah ya. Kan baru aja kita baikan, masa ya kamu mau bikin aku nangis kejer kayak tadi karena aku merasa bersalah sama kamu?" bujuk Alfano.
"Iya Mas Alfano. Memang tadi kamu nangis kayak gitu kenapa? Kamu belum jawab pertanyaanku tadi keburu ada panggilan dari mami" sahut sang istri dengan memberikan senyuman lalu giliran Asmara yang bertanya dengan raut wajah penasaran terkait alasan suaminya bisa nangis parah kayak gitu padahal seorang CEO loh.
"Apaa yaa???" malah Alfano tanya balik dengan menggoda.
"Jawab dong. Biar aku tau apa yang bisa buat kamu nangis" jawab Asmara sambil melingkarkan tangannya ke punggung Alfano.
"Kan udah sah?" tantang Asmara juga dengan nada menggoda.
"Hahahhahahaha. Duduk dulu di ranjang, aku akan jawab pertanyaanmu itu" sahut Alfano sambil menuntun Asmara untuk duduk di ranjang lalu ia pun duduk disebelahnya dan mereka saling pandang.
"Aku juga gak tau kok bisa nangis kayak gitu didepanmu. Terakhir aku nangis kejer gitu ditinggal papi meninggal , itupun aku nangis sendiri di kamar gak didepan orang lain. Ini tadi, setelah tanganku kamu cium terus kamu berkata bahwa kamu akan benar benar berusaha jadi istri yang baik buatku membuat aku makin bersalah mengingat sejahat itu aku 5 bulan yang lalu sama kamu. Se-bajing** itu aku tidak bertanggung jawab sama kamu dan akhirnya aku menantang diriku sendiri untuk mendapatkan maaf darimu tanpa ada niatan sampek harus nikahin kamu kayak sekarang. Aku merasa aku gak pantas jadi suami seorang wanita baik, lembut, cantik, dan kuat kayak kamu, Asmara" jelas Alfano dengan wajah sendu.
Asmara yang mendengar penjelasan suaminya langsung tersenyum lebar.
__ADS_1
"Ya kamu jahat sekali jadi cowok emang. Tapi Allah mungkin membuat kamu menjadi lelaki yang lebih baik dengan menikahiku, Mas" sahut Asmara sambil memegang pipi sang suami.
"Oh jadi kamu mau menikah dengan cowok jahat kayak aku ya?" tanya Alfano menggoda sambil tangannya mulai nakal, ia masukan ke dalam mukenah yang masih dipakai Asmara dan memegang perut asmara di bawah mukenah itu.
Asmara menatap tajam Alfano didepannya yang tersenyum smirk.
"Mas, tangannya" ujar Asmara mengingatkan Alfano dan menyadari arah tangan nakal sang suami itu akan kemana.
"Kenapa tanganku? Aku megang perut mu buat nyapa twins" bela Alfano dengan tetap menyeringaikan bibirnya menggoda.
Asmara buru buru membuat tubuhnya berdiri agar tangan nakal Alfano tidak mulai beraksi lebih lagi jika dia hanya duduk diam disebelah suaminya.
"Eh kok berdiri sih? Aku masih mau megang si twins" tanya Alfano dengan mengangkat alis.
"Waktunya aku bikin susu hamil, udah pagi" sahut Asmara yang menghindari suaminya agar tidak terjadi sentuhan sentuhan lain yang membuat tubuhnya merespon aneh.
Asmara pun melepas mukenah dan ia taruh diatas sajadah yang sudah dilipat. Lalu wanita itu berjalan keluar kamar menuju dapur.
"Hampir saja, tanganku ini akan beraksi. Dasar istri pemalu. Kalau hubungannya udah dapet lampu ijo gini, udah bisa sentuh sentuh dengan aman kan ya? Santai deh, dinikmati aja hubungan ini. Jangan buru buru gituan meskipun juga pingin sih tapi nunggu Asmara siap aja " gumam Alfano pada dirinya sendiri ketika melihat istrinya sudah keluar kamar.
__ADS_1
Ia pun melepas sarungnya dan ia lipat lalu ditaruh diatas sajadah miliknya sebelah sajadah milik istrinya. Setelah itu. Alfano mengikuti Asmara ke dapur.