BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Salah tingkah


__ADS_3

Selama perjalanan pulang , Bu Laras tak henti hentinya mengelus perut sang mantu. Ia sangat bahagia mengetahui bayi yang dikandung Asmara ada 2. Sampai mobil yang dikendarai Alfano sudah sampai rumahnya.


"Mamu, sudah sampai. Kita pulang ke rumah dulu ya. Mandi karena Alfano gerah banget terus nanti agak malaman baru makan malam di nasi goreng alun alun yang aku omongin tadi" kata Alfano ketika menghentikan mobilnya.


"Oke, sayang. Mami masih gak mau jauh jauh dari cucu cucu mami nih" sahut Bu Laras yg masih mengelus perut Asmara dan membuat wanita hamil itu hanya bisa tersenyum.


"Ya nanti lagi. Istriku mungkin juga agak risih mami elus terus gitu" ucap Alfano memperhatikan istrinya.


Dalam hati Asmara senang karena Alfano memperhatikan dirinya dan apa yang ia rasakan tapi yang keluar malah belain sang mertua.


"Aku gak risih kok, Mas. Mami cuma gemes sama perut ku aja" ujar Asmara.


Bu Laras jadi merasa nggak enak kepada anak dan menantunya karena sikapnya yg mungkin terlalu bahagia.


"Yaudah, nanti lagi yaa mami mau megang perutmu hehe. Ayodeh turun mobil, kamu juga kyaknya perlu istirahat dan suamimu juga karena udah nyetir perjalanan agak jauh" ucap Bu Laras lalu keluar mobil duluan.


"Mas, lain kali biarin mami megang perutku semaunya lagian mami kan jarang ketemu aku" ingat Asmara kepada Alfano yg juga masih dimobil.


"Iya sayang" sahut Alfano dengan kedipan mata menggoda.

__ADS_1


"Kamu ya, manggil sayang lagi. Yaudah biar adil , saat kamu manggil aku sayang, aku manggil kamu Alfano lagi gimana ? Sama sama melanggar kesepakatan kan?" tantang Asmara dengan senyuman smirk tidak mau kalah.


Alfano terdiam dan memberikan ekspresi datar, merasa ia lebih baik mengalah aja karena panggilan Mas dari Asmara meskipun hanya sehari udah bikin candu.


"Yaudah yaudah, aku gak panggil sayang lagi sebelum aku bilang cinta sama kamu" ucap Alfano mengalah.


Asmara pun tersenyum kemenangan lalu keluar mobil dan menyusul Bu Laras yang sudah berada di depan pintu rumahnya.


"Maaf mami, biasa Asmara sama Mas Alfano bicara bentar di mobil jadi buat mami nunggu" kata Asmara merasa tidak enak pada mertuanya.


"It's okay sayang. Memang pernikahan itu harus banyak omong dan diskusi daripada perang dingin terus kan ya" sahut Bu Laras tidak masalah.


Asmara pun tersenyum pada mertunya yg super baik lalu membuka pintu rumahnya.


Asmara yg mendengar perkataan mertuanya itu langsung speechless dan malu , karena kok bisa tiba tiba bahas hal itu yang belum tahu kapan ia lakukan bersama Alfano.


Ketika tubuh Bu Laras disejajarkan lagi dengan Asmara, ia melihat wajah wanita hamil didepannya terlihat sedikit merona.


"Hehe, jangan malu sayang. Aku sebagai nenek twins yang baik memberikan mereka informasi duluan biar mereka nggak kaget. Tapi, mami juga gak maksa kamu atau membiarkan Alfano melakukan hubungan itu kalau kamu belum siap ya sayaang. Ini tubuhmu dan kamu berhak menerima atau menolak apapun yang menyentuhnya. So, let it flow yaa" jelas Bu Laras dengan senyum tulus.

__ADS_1


Asmara pun tersenyum juga. Ia bisa memahami kata kata yang diucapkan mertuanya.


"Iya, mami. Asmara mengerti hihi" sahut Asmara.


"Oke, mami ke kamar dulu yaaa. See youu nanti , habis isya' aja sekalian keluarnya. Bilang ke Alfano ya" ucap Bu Laras sambil berjalan menuju kamar utama di rumah Alfano.


"Siap mami" balas Asmara sambil melihat mertunya berjalan menjauh hingga tak terlihat lalu ia pun menghadap keluar rumah dan melihat Alfano berjalan ke arahnya.


"Ngomong apa aja sama mami, pasti ngomongin aku lagi ya?" celetuk Alfano ketika sudah masuk rumah dan berhadapan dengan istrinya.


"GR amat jadi cowok. Mami bilang keluarnya nanti habis isya' aja gitu" jawab Asmara.


"Oh, aku kira ngomongin aku. Lah dari tadi kalian ngomongin aku , jadi udah biasa mendengarkan kalian ngobrol tentang aku" ucap Alfano dengan bangga.


"Ih, kamu ya mas seneng banget jadi bahan omongan orang" celetuk Asmara.


"Bahan omongan mami dan istri sendiri masa gak seneng. Ya seneng dong, berarti aku selalu kalian pikirin yakan?" goda Alfano sambil mencubit kecil hidung Asmara.


Asmara jadi salah tingkah, ia memilih berjalan menuju kamarnya tanpa menunggu suaminya. Alfano hanya tertawa kecil melihat tingkah sang istri yg menggemaskan.

__ADS_1


"Dua hari bareng dia aja udah bikin aku segemes ini. Tunggu aja ya Asmara, tidak lama lagi aku akan menyatakan perasaanku padanya. Menunggu momen yang tepat dan aku harus bersabar sedikit lagi untuk menyatu dengannya" batin Alfano dengan senyum merekah di bibir.


Alfano pun berjalan mengikuti Asmara menuju kamar sang istri yang hari ini mungkin akan jadi kamarnya juga.


__ADS_2