
Alfano sudah tidur, giliran wanita hamil disebelah rumahnya alias istrinya sendiri yang belum juga tidur.
"Kenapa sih aku gak bisa tidur?" gerutu Asmara pada dirinya sendiri yang masih membuka matanya hingga pukul 12 malam lebih. Tadi ketika masuk kamar setelah minum susu hamil, ia memang belum ingin tidur terus scroll hp sampek matanya makin melek.
Baby twinsnya juga aktif lagi di perut Asmara, sampai mungkin hampir 3 menit sekali nendang nendang terus meskipun ya tidak terlalu keras namun cukup sering. Apalagi ada 2 bayi didalam kandungan Asmara, jadi tendangannya bergantian.
"Anak anak mami yang baik, ayok tidur yuk udah malam nih. Mami besok harus kerja lagi. Mami suka kalau kalian aktif gini berarti kalian sehat dong yaa. Tapi mami gak bisa tidur" ucap Asmara sambil mengelus elus perutnya untuk menenangkan aktifitas si kembar.
Seperti mengajak main maminya, twins makin aktif malah tendangannya makin kerasa.
"Kok makin kencang sih sayang tendangannya? Hmmm, kalian kalau nakal nakal gini, mami panggil in papi mu ya , mau?" ancam Asmara seperti tau jika bayi yang ia kandung sangat sensitif dengan keberadaan papinya.
Tapi beneran, ketika Asmara nyebut papi si kembar, mereka langsung diem. Namun hanya beberapa menit diam dan baru saja Asmara mulai ngantuk, eh anak anaknya mau main lagi.
"Beneran ya, mami bawa kalian ke papi" ucap Asmara sambil menurunkan kakinya dari ranjang.
"Hmmm, apa aku beneran nyamperin Alfano ya? Nanti dikira aku cari perhatian. Nggak deh. Kupaksa tidur aja sendiri, biarin twins gerak terus yaudah. Udah mulai ngantuk lagi" kata Asmara mengurungkan niatnya untuk membawa twins ke papinya.
Asmara pun merebahkan tubuhnya lagi dan ia miringkan tubuhnya. Bawah perutnya ia kasih bantal khusus penyangga perut ibu hamil, biar lebih nyaman lagi posisi twins.
Lama lama mata Asmara pun tertutup dan berhasil tidur, meskipun masih ada gerakan pelan bayi bayi didalam kandungannya.
Sejam..Dua jam.. dan jam ketiga Asmara tidur, ia terbangun karena kebelet buang air kecil. Tepat jam 3 pagi Asmara bangun dari tidurnya 3 jam.
__ADS_1
Ia langsung berjalan menuju kamar mandi. Setelah mengeluarkan cairan urine yang membuatnya bangun tidur, Asmara duduk di tepi ranjang sambil mengelus elus perutnya.
"Kok tiba tiba laper dan pingin MCD ya?" tanya Asmara pada dirinya sendiri dengan wajah yang masih terlihat mengantuk banget.
"Pingin makan disana lagi karena aroma restonya yang bikin makin doyan makan MCD. Hmm, ini kayaknya jadi ngidam pertamaku. Aneh banget emang, sejak nikah sama pria itu aku makin sensitif dan makin minta aneh aneh. Apa emang kalau istri hamil bawaanya manja ke suami kali ya? Atau gimana sih konsepnya? Padahal sebelum ada dia hadir lagi dihidupku, aku wanita kuat dan gak ngrepotin. Sekarang kayak gini" keluh Asmara pada dirinya sendiri ketika menyadari perubahan mood dan kebiasaanya.
Kemudian Asmara tersenyum smirk seperti memiliki rencana kepada pria yang menghamilinya dan menikah denganya itu.
"Mungkin ini saatnya melakukan pembalasan haha. Allah memang adil. Ngebuat dia menikahiku untuk menerima sikap ku yang buat dia jengkel atau ngrepotin dia. Okedeh, ayo twins ganggu hidup papimu ya" ucap Asmara dengan mood yang sangat baik dan ngantuknya tiba tiba hilang.
Wanita hamil itupun berdiri dan berjalan keluar kamarnya menuju pintu penghubung rumahnya dengan rumah Alfano.
"Adanya pintu ini juga ada keuntungannya ya" lirih Asmara ketika membuka connection door dan masuk ke rumah Alfano.
Ia pun berjalan menuju kamar yang ia duga kamar suaminya.
"Ini mungkin kamar dia. Ini posisi kamarnya sama kayak kamarku, kamar terbesar. Jadi ya pasti dia tidur sini" ucap Asmara sebelum membuka pintu kamar yang dimaksud.
Ketika dibuka, kosong.
"Loh kok nggak ada? Masa dia tidur di kamar yang lebih kecil?" ujar Asmara heran sambil melanjutkan berjalan ke kamar lainnya yang lebih kecil dari kamar utama.
Ketika dibuka kamar kedua, Asmara melihat Alfano yang sedang tertidur dengan memakai selimut di tubuhnya. Karena kamarnya kecil dan suhu ac yang paling rendah , maka ruangan itu terasa sangat dingin apalagi hanya dihuni 1 orang saja. Entah kalau ditempati mereka berdua, bisa aja jadi gak kerasa dinginnya 🤣
__ADS_1
"Dingin banget sih kamarnya" ucap Asmara sambil memeluk tubuhnya sendiri dan mengelus elus lengannya.
Suara Asmara itu membangunkan Alfano yang sangat peka dengan suara ketika tidur. Tidak seperti lelaki pada umumnya kalau dibangunin susah banget, Alfano adalah pria yang sangat cepat bangun dari tidurnya ketika mendengar suara orang lain disekitar ia tidur. Tapi tidak selalu begitu, kalau sang CEO itu lagi cuapek banget atau tidurnya bener bener pulas dan merasa nyaman (di kamar apartemennya atau di kamar rumah induk keluarganya) ia juga tidak mudah dibangunin.
Kebiasaan itu ia dapatkan sejak kecil karena ayahnya juga mendidik dia sebagai pewaris perusahaan yang tidak boleh membuang buang waktu dengan terlalu lama tidur atau kalau dibangunin sulit. Susah dibangunin akan mempengaruhi cara kerja otak serta mood dalam melalukan aktifitas sehari hari.
Mungkin karena kamar yang ia tiduri sekarang masih belum familiar dengan dirinya dan belum merasa aman serta nyaman, jadi suara Asmara yang bentar itu tadi sudah bisa bikin Alfano bangun.
"Ngapain kamu kesini Asmara?" tanya Alfano tiba tiba yang sudah mendudukan tubuhnya diranjang dan menatap Asmara didepannya yang sibuk memeluk dirinya sendiri karena dingin.
Asmara yang sedang berusaha menghangatkan tubuhnya dengan gesekan tangan dan lengannya, terkejut melihat didepannya Alfano sudah duduk serta menatapnya.
"Ka..mu.. udah bangun?" tanya gugup Asmara seperti pencuri yang ketahuan.
"Iya, aku udah bangun denger suaramu. Ada apa kesini?" jawab Alfano tegas karena ia terkejut tiba tiba ada yang masuk ke kamarnya.
Tapi sesaat kemudian, pria itu menyadarkan diri kalau yang masuk itu Asmara, misi barunya yg ingin ia taklukan.
"Maaf, aku kaget. Ada yang bisa aku bantu, Asmara?" tanya Alfano lembut. Memang benar benar nih cowok yaa bermuka banyaaak 🫣
Asmara jadi takut karena dia merasa bersalah masuk ke kamar orang tanpa izin meskipun itu suaminya, tapi hubungan mereka belum saling anggap sebagai suami istri beneran.
"Hmm, maafkan aku telah lancang masuk kesini" Asmara tidak menjawab pertanyaan Alfano malah meminta maaf.
__ADS_1
Alfano yang merasa bersalah juga sudah membuat Asmara takut dengan suara tegasnya tadi, turun dari ranjang dan menghampiri istrinya yg masih berdiri di depan pintu kamarnya itu sambil menautkan tangannya karena merasa dia akan kena semprot suaminya.