
Adzan subuh berkumandang hingga terdengar dari dalam rumah Asmara dan Alfano. Bu Asih bangun terlebih dahulu kemudian disusul Pak Wawang. Mereka berniat akan sholat subuh bersama didalam kemar ternyata ada suara ketukan pintu dari Pak Jarman. Pak Wawang pun membuka pintu kamarnya.
"Ayo sholat berjamah di ruang tamu. Mumpung kita lagi bareng bareng" ajak Pak Jarman yang memang terkenal sebagai kakak pengertian terhadap adik adiknya. Selain memiliki adik Pak Wawang, Pak Jarman juga memiliki 2 adik lainnya yang memang belum mendapatkan kabar jika Asmara sudah menikah. Nanti jika keadaan sudah memungkinkan untuk bercerita kepada keluarga besar maka Pak Wawang lah yang berkewajiban menjelaskan cerita singkat kehidupan putrinya itu.
"Oh iya, mas. Hampir aja aku mau sholat sama istriku aja dikamar. Tunggu ya, kita siap siap dulu" sahut Pak Wawang.
"Oke, mas tunggu di ruang tamu ya. Bangunin Rani sama Rian juga sekalian. Kalau buat pengantinnya biarin aja, mereka sepertinya masih saling merindu hehe" canda Pak Jarman.
"Hahaa. Iya. Yaudah, bentar ya mas. Istriku masih di kamar mandi, aku bilangin biar cepetan" ucap Pak Wawang.
Pak Jarman langsung kembali ke kamarnya dan memanggil istrinya untuk siap siap di ruang tamu menunggu adiknya serta keponanakannya.
Pak Wawang yang sudah memberitau istrinya yg masih di kamar mandi jika diajak sholat berjamah oleh Pak Jarman, berjalan keluar kamar menuju rumah Asmara dimana Rani dan Rian tidur di depan TV. Kedua anak kembar Pak Wawang dan Bu Asih itu sepertinya masih betah tidur diatas kasur lipat hingga ayahnya berjongkok dan membisikkan sesuatu yang membuat mereka terpaksa terbangun.
"Kalau kalian gak mau bangun sekarang, ayah gak biarin kalian pake mobil ayah" ancam Pak Wawang untuk membangunkan Rani dan Rian.
"Hmm ayah, ngancamnya kok begitu. Padahal kan aku mau belajar naik mobil dan ayah udah janji ngajarin aku" celetuk Rani dengan wajah yang masih mengantuk.
"Iya ayah janji kalau Rani nurut sama ayah" sahut Pak Wawang dengan senyuman smirk.
__ADS_1
Rian diam saja dan ia langsung berdiri menuju kamar mandi untuk ambil air wudhu. Memang pria muda itu tak banyk omong tapi actionnya gercep. Rani dengan wajah cemberut pun berusaha berdiri menuju kamar mandi yang masih ada kembarannya di dalam. Pak Wawang yang berhasil membangunkan putra putrinya itu berjalan kembali ke kamarnya.
Didalam kamar Bu Laras yang berdekatan dengan kamar besannya, mendengar suara langkah kaki sejak adzan subuh tadi. Memang Bu Laras juga sudah terbiasa bangun subuh sehingga ia penasaran siapa yang sudah berjalan diluar kamarnya pagi pagi begini.
Ketika membuka pintu, Bu Laras melihat Pak Wawang dan Bu Asih yang sudah rapi dengan alat ibadah masing masing membuat mami dari Alfano itu sudah bisa menebak apa yang besannya akan lakukan.
"Wah Pak Wawang dan Bu Asih mau sholat dimana ini? mau jamaah ya?" sapa Bu Laras.
"Mohon maaf loh bu, kalau gerakan kami membangunkan Bu Laras" ucap Pak Wawang tidak enak jika kegiatan mereka pagi pagi membuat besannya bangun.
"Yaampun Pak Wawang, saya memang sudah bangun sebelum subuh tadi. Saya cuma penasaran kok diluar sudah ada suara suara gitu eh ternyata mau sholat bareng ya?" tanya Bu Laras kembali.
"Mau banget bu. MasyaAllah, punya keluarga besan yang spiritual nya baik begini jadi semangat ibadah. Pak Wawang dan Bu Asih kesana dulu saja tidak apa apa, tapi saya ditunggu ya. Tinggal wudhu dan pakei rukuh saja" jawab Bu Laras.
"Baik, Bu. Kami tunggu disana ya" sahut Bu Asih.
Pak Wawang dan istrinya pun berjalan menuju ruang tamu Asmara dimana sudah ada Pak Jarman Bu Lastri Rani dan Rian dan tak disangka Alfano dan Asmara pun sudah berada disana.
"Loh, Nak Alfano sama Asmara kok udah disini?" tanya Bu Asih heran.
__ADS_1
"Hihi, iya bu. Tadi saya mendengar suara adzan dari kamar terus bangunin Asmara mau sholat bareng eh, diluar kok denger suara Rani sama Rian yang lagi gantian pake kamar mandi di dapur. Jadi saya penasaran lalu keluar , eh di ruang tamu sudah ada Pakde dan Bude. Yaudah deh, mau ikut jamaah subuh sekalian" jelas Alfano.
Asmara hanya tersenyum mendengar penjelasan suaminya namun menjadi malu ketika mendapatkan sindiran dari ibunya.
"Alhamdulillah, menantuku sholeh banget kalau subuh bisa bangun hanya dari dengerin adzan. Coba kalau putri sulungku, kalau bangun subuh harus dibangunin kalau gak gitu bisa bisa bangun ketika matahari udah terang" sindir Bu Asih kepada putrinya.
"Ih ibu, kok jelekin anak sendiri didepan suami sih. Malu dong" protes Asmara.
"Hahaha, maaf maaf. Ibu terlalu senang mendengar suamimu bisa bangun hanya dengan suara adzan saja" sahut Bu Asih sambil tertawa.
"Tenang bu, ada saya yang siap membangunkan Asmara dengan penuh kelembutan jadi subuhnya gak bakal kesiangan kecuali kalau saya juga bangun kesiangan hahaha" ucap Alfano membela sang istri sambil bercanda.
Pak Wawang tersenyum melihat interaksi istri dan menantunya itu , lalu ia dan Bu Asih berjalan menuju ruang tamu yang sudah terlihat lebih luas karena meja tamunya diipinggirkan.
Tidak lama, Bu Laras dan Alfani pun menyusul ke ruang tamu dengan mukenah yang sudah terpasang sambil membawa sajadah.
"Semuanya sudah hadir ya, mari kita mulai jamaah subuhnya" ujar Pak Jarman menuntun untuk dimulainya sholat subuh bersama dan diikuti suara iqomah dari Pak Wawang.
Akhirnya pagi ini di hari Jumat diawali dengan sholat berjamaah antara 2 keluarga yang rukun dan damai, menyambut beberapa jam lagi akan terjadi momen bahagia Alfano dan Asmara mengikat janji pernikahan secara sah hukum dan agama di KUA yang sudah ditentukan.
__ADS_1