BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Mengunjungi Papi


__ADS_3

Pagi pagi, Alfano bersama Bu Laras dan Alfani keluar rumah menggunakan 3 mobil berbeda. Mereka akan menuju ke makan seorang suami dan ayah terbaik untuk mereka bertiga.


Albert Yudhistira, seorang lelaki yang tampan, gagah, bertanggung jawab, dan sangat sabar namun kepintaran serta ketegasannya menjadikan dirinya sebagai generasi kedua perusahaan Batu Bara yang bisa membuat perusahaannya besar hingga siap diteruskan oleh putranya yaitu Alfano Yudhistira. Namun, karena terkena serangan jantung ia meninggalkan dunia ini tanpa pamit ketika selesai sholat isyak dirumah.


Begitu syok istri dan anak anaknya waktu itu, namun melihat wajah senyum Albert ketika disaat terakhirnya membuat keluarga mencoba mengiklaskan dan mendoakan surga untuknya. Ya Albert adalah sosok suami terbaik untuk Bu Laras dan ayah terbaik untuk Alfano dan Alfani.


3 mobil yang berjalan beriringan sudah sampai di kompleks pemakaman elit di Jakarta. Jalan yang dilalui peziarah sudah mulus diaspal karena memang biaya pemakaman jenazah di makan ini cukup mahal namun bagi orang kaya tidak terlalu berat demi memberikan tempat peristirahat yang terbaik yang bisa mereka berikan.


Alfano keluar dari mobilnya, Alfani juga keluar dari mobilnya, dan Bu Laras pun keluar dari mobilnya yang dikemudikan oleh driver setianya, Pak Broto.

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan bersama menuju makan Albert. Setelah berada di satu gundukan makam dengan ditutupi oleh rumput yang tingginya hampir sama, terlihat bersih dan rapi serta terdapat nama Albert Yudhistira , mereka pun duduk di kursi pendek yang sudah disediakan penjaga makam ketika mereka berjalan tadi.


Alfano memimpin membacakan doa yasin lalu doa tahlil dan ditutup dengan bacaan al-fatihah. Lalu putra pertama Albert itu ingin berbicara pada ayahnya sesuatu hal yang menjadi tujuannya untuk berkunjung ke makan pagi ini.


"Papi. Ini Alfano datang menjengguk papi dan ingin meminta izin serta restu untuk menikahi wanita cantik yang saat ini memang sudah menjadi istri Alfano tapi besok dia akan menjadi istri Alfano sah secara hukum dan agama. Wanita ini bernama Asmara Raniata, Pi. Dia wanita hebat dan sekarang sudah mengandung cucu ayah, 2 lagi. Jika papi melihatnya dari surga, papi pasti sangat menyukai mantu ayah karena mami pun sangat menyayanginya sampek lupa kalau Alfano yang jadi anaknya haha" sapa Alfano yang menyindir mami nya sampai mendapatkan pukulan kecil bercanda pada putranya itu.


"Hihi, ini tadi aku dapat pukulan sayang dari mami bertanda ternyata mami juga masih sayang Alfano ternyata haha. Lanjut cerita ya Pi. Alfano belum sempat minta maaf karena putra papi ini begitu tidak bertanggung jawab diawal, papi kalau tau kesalahanku kepada Asmara pasti papi pukul aku babak belur kayak mertuaku mukul aku. Anak mu ini memang harus dipukul dulu baru sadar kalau dirinya salah. Maafkan aku yang sempat mengecewakan papi dan mami serta Alfani. Tapi InshaAllah mulai hari ini, Alfano akan menjaga Asmara dengan baik. Menjaga calon cucu cucu papi dengan baik juga. Papi lihatlah dari surga jika putramu ini patut untuk papi banggakan ya. I love you, Papi Albert. Semoga Allah selalu memberikan tempat terbaik untuk papi" curahan hati Alfano sambil mengusap pipinya yang tanpa sadar setetes air mata turun dari matanya.


"Papi, Alfani sangat rindu. Papi bahagia disana, doa Alfani selalu buat papi untuk bisa melihat Alfani dari surga Allah. I love you papi" batin Alfani dengan menahan air matanya agar tidak turun.

__ADS_1


Setelah mengirim doa bersama, Alfano dan Alfani izin untuk pergi bekerja terlebih dahulu dan meninggalkan Bu Laras sendiri di makam. Memang wanita yang sudah berumur 50an itu masih betah dan ingin berlama lama di makam suaminya , mumpung hari masih belum terlalu panas.


Akhirnya Alfano dan Alfani menyetir mobil mereka masing masing dan menuju tujuan yang berbeda. Sedangkan Bu Laras masih setia menatap nisan suaminya itu dengan senyuman bahagia.


"Sayang, putra putri kita sekarang sudah benar benar dewasa. Alhamdulillah kita sudah mendidik mereka dengan baik. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga Alfano dari perbuatan hina, namun aku berdoa dia bisa bertaubat dan menjadi lelaki bertanggung seperti kamu, sayang. Alfano memang sepertimu, tampan gagah dan bertanggung jawab. Doakan dia bersama istrinya bahagia ya dan cucu kita langsung 2 loh. Hihi" cerita Bu Laras dihadapan makam suaminya.


"Untuk Alfani, dia sudah memiliki calon yang bernama Rama. Dia lelaki baik tapi herannya kok gak buruan ngelamar Alfani ya. Haha ya kita tunggu saja ya, semoga putri kita tidak tersakiti oleh lelaki. Doakan putrimu bisa mendapatkan lelaki yang sholeh dan beriman ya, sayang" lanjut Bu Laras.


"Ya sudah, cerita kali ini sampai disini dulu ya sayang. Aku pamit dulu. Kamu bahagia disana, jaga kita semua dari surga Allah ya. I love you, Albert Yudhistira" pamit Bu Laras sambil mencium nisan suaminya itu lalu ia berdiri dan berjalan menuju mobilnya. Pak Broto membukakan pintu untuk nyonya-nya dan menutup pintu itu ketika Bu Laras sudah masuk.

__ADS_1


Mobil dilajukan Pak Broto meninggalkan kawasan pemakaman dan menuju salon karena Bu Laras ingin merilekskan diri dengan spa sebelum nanti malam pergi ke Bandung.


__ADS_2