BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Check-in hotel


__ADS_3

Asmara tidak sadar jika suaminya sudah tidur sianh di ranjang saat menata bajunya dan Alfano dalam koper. Barulah ketika wanita hamil itu berdiri dari posisinya tadi yg duduk di lantai saat packing baju, ia tersenyum melihat wajah tampan pria yg saat ini entah bawaan bayi atau memang hatinya sendiri membuatnya jatuh cinta.


"Ternyata dia tidur. Kayaknya memang Mas Alfano capek banget" gumam Asmara sambil berjalan menuju ranjang disisi yang kosong dan merebahkan tubuhnya menghadap sang suami.


"MasyaAllah, tampannya suamiku" lirih Asmara yg membuat Alfano langsung terbangun. Sang istri baru ingat bahwa suaminya itu sensitif sama suara ketika tidur, jadi Asmara refleks menutup mulutnya ketika melihat Alfano membuka matanya.


"Maaf mas, lupa kalau kamu mudah terbangun sama suara" ucap Asmara dengan rasa bersalah namun Alfano malah tersenyum dan mendekatkan dirinya agar bisa memeluk wanita hamil dihadapannya ini.


"Tidur siang dulu ya, Asmara. Ternyata aku capek banget hehe, meluk kamu bisa ngurangin capek ku" lirih Alfano ketika sudah mendekap istrinya lalu ia memejamkan matanya lagi.


Asmara pun ikut tersenyum di dekapan Alfano dan ikut terlelap tidur siang bersama.


.


Habis ibadah Ashar, Alfano dan Asmara sudah siap untuk pamit ke orang orang yang ada dirumah untuk honeymoon semalam. Mereka pamit ke orang tua, pakde bude, Rani Rian dan Alfani bersama Rama.


Mereka semua pun ikut bahagia jika pengantin muda itu ingin privasi berdua setelah menikah. Pak Wawang, Bu Asih, dan Bu Laras menjadi orang tua yg paling bahagia saat ini karena melihat anak mereka yang awalnya dinikahkan karena kesalahan dan keterpaksaan beralasan tanggung jawab, akhirnya bisa menemukan jalan untuk hidup bersama dengan penuh cinta.


Alfano sebagai driver dan Asmara duduk di kursi penumpang disebelahnya. Sang istri mengarahkan suaminya menuju hotel dimana mereka akan menginap. Selama perjalanan menuju tengah Kota Bandung mereka berbicara membahas banyak hal. Asmara memilih hotel di pusat kota dan merupakan hotel bintang 5 dengan kelas exclusive. Menjadi istri CEO Batu Bara membuatnya membawa banyak uang di atm nya. Namun ia tidak foya foya dengan itu. Ini saja, booking hotel semalam 10 juta sisa uang belanja yang diberikan Alfano sebelum menikah kemarin.


Sekali kali memberikan kejutan untuk suami yang sudah memberikannya nafkah sebanyak itu hingga ratusan juta.


Sesampainya di hotel, Alfano menghentikan mobilnya di depan pintu masuk hotel dan keluar dari mobilnya lalu berjalan memutar membantu Asmara untuk keluar mobil juga. Kunci mobil, Alfano berikan kepada security hotel untuk dipindahkan ke parkiran basement hotel mewah itu.


Alfano merengkuh pinggang Asmara dan tangan satunya lagi mendoronh kopernya.


Ketika sudah masuk lobby, Alfano terkesima dengan hotel yang dipilih oleh Asmara.

__ADS_1


"Wah, pilihanmu keren juga, sayang. Aku suka hotelnya" puji Alfano dengan sumringah.


"Iya dong. Ini uangmu juga sisa kemarin kamu kasih aku uang belanja kebanyakan. Nanti kita obrolin soal keuangan yaaa, biar kamu gak asal ngasih uang belanja sebanyak itu ke aku" sahut Asmara.


"Kamu ini kok aneh sih Asmara? Wanita diluar sana kalau dapet belanja banyak dari suaminya pasti seneng banget tuh. Eh kamu malah minta nego. Memang istriku nih unik" ucap Alfano sambil mengecup pucuk kepala Asmara yang ia rangkul dari samping.


Asmara tak menyahuti suaminya namun tersenyum dan tetap berjalan bersama dengan Alfano menuju receptionist. Wanita hamil itu mengeluarkan handphonenya untuk menunjukkan bukti booking dan melakukan check-in . Tak lama diproses oleh petugas hotel, pengantin baru itu mendapatkan kunci kamarnya.


Saat berjalan menuju lift, ada petugas hotel yang menawarkan untuk membawakan 1 koper yang dibawa Alfano, tapi tawaran itu ditolak oleh CEO Batu Bara dengan lembut.


"Terima kasih banyak tawarannya, Pak. Maaf, kopernya cuma 1 jadi saya masih bisa bawa sendiri" ujar Alfano dengan senyum.


"Baik, Pak" sahut petugas itu dengan senyum juga.


Baru saja petugas itu berbalik untuk berjalan menjauh dari Alfano dan Asmara, ada suara pria yang memanggilnya yang tidak lain pria yang telah menolak bantuannya tadi.


"Ini rejeki untuk Bapak karena sudah bekerja keras dan selalu membantu para tamu disini" ucap Alfano sambil memberikan uang 5 lembar berwarna merah di tangan petugas itu.


"Apa ini, Pak? Tidak perlu, ini sudah pekerjaan saya" sahut Petugas sedikit panik.


"Sudah terima saja, Pak. Rejeki untuk keluarga anda. Semangat bekerja yaaa" ujar Alfano lalu kembali berjalan menuju istrinya yang sedang tersenyum padanya dengan manis.


Petugas itu pun malah berlari kecil mengejar Alfano untuk mengatakan terima kasih.


"Terima kasih banyak, semoga keluarga selalu dilimpahkan rejeki dan kebahagian ya, Pak" ucap petugas itu dengan tulus.


"Sama sama, Pak. Kami masuk lift dulu ya" pamit Alfano yang bertepatan dengan lift didepan mereka terbuka.

__ADS_1


"Selamat menikmati malam di hotel kami" ujar petugas itu ketika Alfano dan Asmara sudah masuk lift dan tersenyum padanya.


Didalam lift, Asmara senyum senyum sendiri memandang suaminya yang terlihat lebih tampan setelah berbagi rejeki dengan orang lain.


"Mas" panggil Asmara yang masih menatap suaminya.


"Apa sayang? Kamu lihatin aku aja, terpesona ya dengan ketampananku?" sahut Alfano menggoda.


"Iya, aku terpesona sama suamiku" jujur Asmara.


"Ya nanti di kamar, kamu puas melihatku berduaan. Kalau disini bahaya , ada cctv. Dikira kamu mesum sama aku hahaha" canda Alfano membuat Asmara memalingkan kepala menatap kedepan karena dibilang mesum.


"Ih, mesum sama suami sendiri gapapa. Cuma lihatin doang. Kalau gak mau dilihatin bilang aja, Mas" sewot Asmara mencoba sok merajuk.


"Alamaak. Salah deh omonganku" batin Alfano.


"Maaf maaf sayang. Mas gak bermaksud begitu. Mas bercanda. Boleh banget kamu mesum sama Mas, tapi di kamar aja ya. Kalau disini takut bikin orang gak nyaman" bujuk Alfano yang semakin lama menyadari mood istrinya itu mudah berubah. Sebagai suami yang menyayangi istrinya, ia berusaha mengalah. Suami yang mengalah alias suami suami takut istri 😂


Alfano mencoba membujuk istrinya itu dengan mengalihkan pembicaraan mengenai twins yang saat ini sedang bergerak dari dalam perut Asmara dan tangan daddy mereka merasakan gerakan.


"Eh, twins gerak loh. Jangan datar gitu dong mukanya, sayang. Twins gak mau mommy marah sama daddy. Senyum dong atau aku cium disini, biar aku yang dikira mesum sama istri sendiri?" tantang Alfano membuat Asmara pun akhirnya tersenyum tipis dan memegang tangan suaminya diatas perutnya.


"Hmm iya, nanti aja dikamar. Awas aja kamu gak mau aku pandang sampek aku puas" ucap Asmara dengan tegas.


"Lihat aja Mas, nanti aku akan memberikan mu kebahagiaan yang membuat kita semakin sayang dan saling cinta. Semoga saja kamu mau menerima kejutanku ini" batin Asmara.


Ting. Bunyi lift menandakan pintu akan terbuka sesuai tujuan pasutri baru itu yaitu kamar 2023 di lantai 20 , mangkanya agak lama naiknya sampai ada drama suami istri di lift 😂

__ADS_1


Alfano tetap setia merengkuh pinggang Asmara dan membawa koper mereka hingga sampai depan pintu kamar.


__ADS_2