
Setelah duduk di warung soto ayam, Asmara memesan 1 porsi untuk Alfano.
"Bang, soto ayamnya 1 porsi ya" seru Asmara.
"Oh iya neng, tunggu ya" sahut abang soto.
"Loh kamu nggak makan?" tanya Alfano.
"Kan tadi aku udah bilang, aku udah makan dan sekarang anakmu lagi gerak terus jadi perutku ngerasa kenyang" jawab Asmara sambil mengelus perutnya dan merasakan tendangan kecil dari si kembar.
Wajah Alfano sumringah dan tangannya ikut berada di perut Asmara disamping tangan istrinya.
"Oh iya, mereka aktif banget ya. Ini loh yang tadi kubilang telepati ayah sama anak. Mereka peka kalau ada daddynya disini yakan twins?" sahut Alfano bangga dan mengajak ngomong bayi yang dikandung Asmara.
Asmara tak menyahuti dan memutar matanya karena jengah mendengar kesombongan suaminya.
"Mas dan neng mau minum apa?" tawar abang soto ketika mengantarkan 1 porsi soto ayam untuk Alfano.
"Aku Es teh bang" jawab Asmara cepat.
"Terus suaminya minum apa?" tanya abang soto lagi. Asmara langsung menatap Alfano didepannya karena merasa aneh, lelaki didepannya ini dipanggil suaminya oleh orang lain.
"Saya juga Es teh deh bang, ikut istri saya" jawab Alfano dengan senyuman menggoda Asmara karena tau ekspresi sang istri sedikit terganggu dengan sebutan abang soto untuknya didepan wanita hamil itu.
"Oh iya siap, dua es teh meluncur segera" sahut abang soto yang ramah.
Asmara masih memasang wajah datar melihat Alfano. Pria yang ditatap dengan aneh pun menyadari tatapan itu.
"Kamu natap aku terus karena abang sotonya manggil aku suamimu ya?" tanya Alfano menggoda Asmara sambil mulai menyuapkan soto ayam ke mulutnya.
"Iya, aneh. Kok mereka tau kamu suamiku?" jawab Asmara heran malah balik tanya.
Alfano menahan tawanya karena bisa bisa makanan yang ia kunyah sekarang nyembur kalau ketawa waktu makan. Ia habiskan dulu baru menyahuti istrinya.
"Hahaha, yaampun Asmara. Kamu polos atau lugu atau emang gak peka ya. Aku sama kamu sama sama pake cincin dan kondisimu hamil. Coba siapa yang gak ngira kalau kita suami istri makan berdua begini?" sahut Alfano sambil tertawa kecil lalu melanjutkan makannya.
Asmara memasang wajah cemberut karena ditertawakan oleh Alfano, ya memang sih dianya yang terlalu gak peka sampai meragukan penilaian orang lain. Namun wajah cemberut itu berubah menjadi senyum tipis alias dipaksakan karena abang soto datang membawa pesanan minuman mereka.
__ADS_1
"Permisi, ini dua es tehnya" sela abang soto memberikan 2 gelas minuman untuk sepasang suami istri.
"Terima kasih, bang" ujar Asmara.
"Sama - sama neng" sahut abang soto lalu meninggalkan pelanggannya itu.
Alfano menikmati makan soto ayamnya dengan lahap membuat Asmara tiba tiba pingin mencicipinya.
"Alfano" panggil Asmara pada suaminya.
"Hmmm?" balas pria yg namanya terpanggil dengan deheman karena masih mengunyah soto ayam yang di mangkoknya hampir habis.
"Kayaknya, aku pingin nyobain soto di mangkokmu" minta Asmara dengan malu malu.
"Beneran kamu mau makan bekasku? Gak mau pesen porsi baru aja?" tawar Alfano.
"Aku pinginnya, soto yang ada di mangkokmu itu. Gak boleh?" sahut Asmara dengan nada mulai meninggi.
"Boleh aja, tapi aku suapin gimana?" goda Alfano entah kenapa pria ini sekarang hobinya godain istrinya yang ia nikahin hanya karena tanggung jawab dan suruhan keluarga awalnya, tapi sekarang kok semakin berubah perasaanya.
"Kamu serius?" tanya Asmara memastikan.
"Kamu tinggal jawab iya atau nggak, susah amat. Ini tinggal 1 sendok lagi" jawab Alfano.
"Iya, aku mau" ucap sang istri.
"Oke, sini kamu agak mendekat, biar aku nyuapinnya gak jauh jauh" suruh Alfano ambil meyendokkan soto ayam terakhir di mangkoknya.
Kursi Asmara, ia geser lebih dekat dengan Alfano dan mendekatkan wajahnya kearah sendok yang dipegang oleh suaminya. Alfano pun menyuapkan sendok terakhir soto ayam miliknya ke mulut Asmara dan wanita itu mengunyahnya dengan pelan.
"Gimana, mau nambah sotonya? Kalau kamu males makan, aku suapin deh. Aku juga masih lapar hehe" tanya Alfano menawarkan 1 porsi soto ayam lagi untuk dirinya dan sang istri kalau mau.
Asmara memberikan anggukan kepala bertanda iya karena ia malu kalau harus menjawab dengan suara.
"Malu malu tapi mau , macan tutul ini" batin Alfano dengan memberikan senyuman tipis yang ia sembunyikan dari sang istri.
"Oke. Aku pesen ya" ucap Alfano lalu memesan lagi porsi sotonya.
__ADS_1
"Bang, tambah 1 porsiĀ soto ayam lagi dan tambah irisan ayam ya. Istri saya suka ayam" seru Alfano yang membuat pelanggan lainnya tertawa mendengar pesanan pria itu yang terdengar suami nurutin istri. Abang sotonya juga ikut tertawa.
"Siapa juga yang suka ayam" sela Asmara lirih sambil memukul lengan sang suami. Alfano hanya terkekeh aja karena berhasil menggoda istrinya didepan banyak orang.
"Siap mas. Permintaan diterima untuk istri tercinta" sahut abang soto yang membuat Asmara menahan malu karena dilihatin pelanggan lainnya.
"Udah jangan malu. Mulai sekarang kamu akan suka soto ayam daripada sebelumnya, karena semua orang yang disini sudah tau kamu suka ayam hahaha" bisik Alfano ketika tiba tiba ia dekatkan wajahnya ke telinga sang istri.
Jantung Asmara berdetak tak karuan dan pipinya sudah merona karena malu meskipun tanpa pakai blash-on.
"Cowok ini bahaya banget suka main goda begini. Aduh, aku jadi berharap kalau dia akan memiliki rasa sama aku. Please , Asmara. Dia itu lelaki plin plan , jangan dikasih harapan nanti kamu yang sakit lagi" batin Asmara menetralkan perasaannya dan membatasi diri untuk menaruh perasaan lebih dengan Alfano.
Alfano makin tertawa kecil melihat wajah Asmara yang sudah menahan malu setelah ia bisikan sesuatu itu.
"Lama lama aku kecanduaan goda dia. Tapi jangan sampek aku punya perasaan cinta atau sayang sama wanita ini, bisa bisa aku akan ditinggalin lagi dan sakit hati lagi. Sekarang dinikmatin aja dulu kayak temen yang saling menggoda" batin Alfano menatap Asmara disampingnya yang sedang menundukkan kepala sambil meminum es tehnya menggunakan sedotan.
Soto porsi kedua sudah datang. Alfano siap menyantap suapan pertama namun tangannya ditahan oleh Asmara.
"Ngalah sama istri. Suapin istri dulu" ucap Asmara dengan wajah datar.
Kini giliran Asmara yang memberikans serangan balasan.
"Jangan kira aku tidak bisa membalas godaanmu, Alfano" batin Asmara.
Alfano menuruti sang istri saja daripada bertengkar didepan orang banyak yang mungkin sudah menilai mereka sebagai sepasang suami istri yang harmonis. Ia menyuapkan santapan pertama ke mulut Asmara.
"Emang enak ya disuapin suami kayak gini" puji Asmara dengan suara yang agak dikeraskan agar orang yang ada disekitar mereka dengar.
"Ihhhssss, so sweet banget ya mereka. Pengantin baru memang gitu" lirih pelanggan ibu ibu yang makan bareng suaminya.
"Kita kan meskipun udah pengantin lama juga sering suap suapan gitu kan bu" balas suami ibu ibu itu.
"Hehe iyasih. Yaudah suapin ibu juga" goda ibu ibu itu tak mau kalah dari Asmara. Jadilah warung soto ayam itu ada 2 suami yang menyuapi istrinya meskipun beda umur.
Alfano kali ini yang menahan malu tapi tetap melakukan tugasnya menyuapi Asmara ketika ia juga sudah menyendokkan soto ayam ke mulutnya.
Warung soto ayam berubah jadi tempat kencan para suami istri jadinya hahaha
__ADS_1