BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Foto USG twins


__ADS_3

Bunga menyetir santai dan tidak terburu buru. Ia juga memperhatikan penumpangnya seorang wanita hamil.


"Kamu nyetirnya enak banget, Bu" celetuk Asmara sambil menyandarkan punggungnya dengan posisi kursi agak tertidur.


"Ya dong. Masa kalah sama kamu" sahut Bunga.


"Hahaha, kalau setiranmu begini ya pasti kamu yg menang soalnya setiranku tadi buru buru dan kaku" sadar Asmara.


"Yakan kamu hamil , pertama kali nyetir kondisi begini lagi. Udah deh, nanti kalau Alfano datang atau LDM lagi , minta aja supir buat nganter kamu" saran Bunga.


"Hmm, apa sekarang aja ya aku berdiskusi soal cabang Enak Kabeh di Jakarta?" batin Asmara.


"Bun" panggil Asmara ragu.


"Apa? Ada yang kamu perlukan ta?" tanya Bunga sedikit khawatir.


"Aku boleh ngomong sesuatu tentang usaha kita nggaa?" sahut Asmara malah balik tanyak.


"Apa? Ya boleh lah. Mau ngomong apaan?" ucap Bunga bertanya apa yang akan ia dengar dari sahabatnya itu.


"Maaf ya sebelumnya, Bun. Semisal aku ikut suamiku ke Jakarta nanti apakah boleh ya? Apakah aku boleh buka cabang disana biar aku juga masih berkontribusi sama restauran kita?" tanya Asmara dengan nada takut atau ragu ragu.


Bunga mendengar itu malah tersenyum dan menoleh ke sampingnya menatap wajah Asmara.


"Ya boleh dong. Masa gak boleh memperlebar sayap restauran kita sampai Jakarta. Aku yakin disana Enak Kabeh makin gede nantinya. Kamu kok bikin aku jadi partner jahat aja sampek mau tanya ginian dengan nada ragu ragu gitu. It's okay Asmara, aku setuju sama idemu. Lagian, karyawan dapur kita juga udah kamu kasih resep resep dari kamu kan dan udah ada bukunya lagi jadi InshaAllah mereka pun bisa menjaga kualitas makanan kita. Tapi ya kamu main main lah ke Bandung" jawab Bunga tanpa keraguan menyetujui ide dari sahabatnya itu, tidak perlu pikir panjang karena ketika Asmara menikah dengan CEO perusahaan Batu Bara yang di Jakarta, memang Bunga sudah merasa ada waktunya dimana sahabatnya itu akan jauh darinya.

__ADS_1


Asmara langsung memberikan ekspresi bahagia.


"Makaasih banyak loh, Bunga udah ngertiin aku. Ya pastilah aku akan rutin mampir ke Enak Kabeh pertama kita" sahut Asmara sambil memeluk dari samping Bunga yang sedang menyetir.


"Main peluk peluk ajaaa kamu tuh, Mas Dirga cemburu loh kalau aku dipeluk orang lain" canda Bunga.


"Hahhaaa, gak mungkin lah Mas Dirga cemburu karena aku meluk kamu. Bilang aja gak mau aku peluk ya?" gurau Asmara dengan sok ngambek padahal ya gak lagi kesel buat ngerjain Bunga.


"Wkwkw , jangan drama deh. Aku lagi nyetir jangan peluk peluk sembarangan, aku jadi pingin di peluk Mas Dirga loh hahaha" ucap Bunga sambil tertawa.


"Ceilaaah baru ajaa berpisah beberapa jam udah mau dipeluk aja sama suami. Gimana nasib yang ditinggal suami di luar kota nih gak bisa dipeluk atau meluk kapan aja" ujar Asmara dengan sendu.


"Ceilaah yang udah main peluk pelukan ama Bos Batu Bara. Yang sabar neng 2 hari lagi SAH! yah meskipun sekarang udah SAH sih tapi besok SAH secara hukum. Udah deh SAH 2 kali udah banyaak , Asmara. Dijaga hubungannya sama Alfano ya. I'm happy for you my sister" ucap Bunga dengan tulus.


"InshaAllah, aku berusaha menjadikan pernikahan ini seumur hidup sekali. Oh ya, kalau nikah udah hamil duluan gitu apa habis lahiran harus nikah lagi ya, Bun? Aku udah baca baca peraturan pernikahan soal itu sih, karena lelaki yang menikahiku yang menghamiliku jadi tidak perlu nikah ulang kalau udah sah agama & hukum. Gitu gak sih? " sahut Asmara sambil bertanya hal yg agak sensitif ya tentang hukum nikah yg wanita hamil itu lakukan dengan Alfano kepada Bunga.


Setelah itu mereka melanjutkan percakapan ringan hingga sampai di restauran Enak Kabeh. Asmara turun duluan karena ia berencana pulang untuk menjemput Flo dan ia ajak bekerja hari ini.


Ya memang Flo lumayan sering diajak kerja Bunga di restauran Enak Kabeh. Dirumah ada yang jaga juga sih Mbok Ni dan asisten rumah yang lain , tapi untuk menjaga bounding ibu dan anak, Bunga harus bisa memaksimalkan kelebihannya untuk menjadi ibu sekaligus pembisnis dengan baik.


Asmara yang sudah masuk restauran langsung menuju dapur setelah mengambil celemeknya di gantungan dapur khusus celemek celemek karyawan yang terjajar rapi dan setiap hari ganti karena celemek yang habis dipakai hari itu harus dicuci memakai jada laundry agar bersih setiap hari untuk memasak makanan demi kesehatan dan kebersihan customer.


.


Di perusahaan Batu Bara yang besar dan menjulang tinggi, tersorot CEO tampan dan masih muda itu mengetik chat melalui hapenya yang ia pegang disela sela rapatnya. Ternyata ada chat dari Macan Tutul alias Asmara yang menginformasikan jika istrinya itu sudah berada di dapur Enak Kabeh untuk memasak.

__ADS_1


Chat Bos & Nyonya Batu Bara


Asmara : "Mas, aku udah selesai kontrol twins dan ini baru sampai restauran. Aku kerja dulu yaa"


Alfani : "Alhamdulillah, gimana kabar mereka ? Baik baik saja kah? Jangan kerja dulu dong sayang, meskipun aku lagi rapat sekarang aku pingin chat sama kamu terus"


Asmara : "Mas lagi rapat? Yaudah rapat dulu, gak enak dilihat yang lain kalau kamu main hp waktu rapat. Nanti aku chat lagi kalau aku udah longgar ya sayang biasanya habis ashar sih"


Alfano : "Hmmm, kamu belum jawab pertanyaanku gimana kabar anak anak kita? Mereka baik baik aja kan?"


Asmara : "Alhamdulillah mereka baik sayang"


Foto terkirim (gambar USG si kembar)



Asmara (lagi) : "Biar Mas semangat kerjanya yaa. Udah ya sayang , kamu rapat dulu aku masak nih"


Alfano : "MasyaAllah. Twins kalian bikin daddy kangen"


Beberapa menit menunggu , Alfano belum dapat balasan ia bisa mengira jika Asmara sudah sibuk masak karena menjelang jam istirahat.


Alfano (lagi) : "Jangan capek capek ya, tunggu lusa aku udah ada didepan mu. Love you sayang"


Chat pun berakhir

__ADS_1


Kira kira ada yang tau Asmara ngasih nama suaminya apa di kontak telepon ? 😁


__ADS_2