BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Rama datang


__ADS_3

Rombongan keluarga sudah sampai di studio foto terbesar di Bandung , namun pengantin nya yg malah belum datang. Bu Laras menyuruh semuanya untuk menunggu di studio karena didalam dingin daripada di luar.


Baru saja masuk gedung studio itu, Bu Laras dan semuanya sudah disambut oleh pegawai studio dengan ramah.


"Selamat pagi, Keluarga Ibu Laras. Selamat datang di Universal Studio Photo. Studio untuk foto keluarga sudah kami siapkan di lantai 3. Bisa menggunakan lift yang tersedia" sapa pegawai.


"Selamat pagi. Baik, terima kasih infonya. Oh iya, ini anak dan mantu saya yg menikah belum datang. Kami tunggu di studio, nanti tolong kasih tau mereka dan arahkan untuk ruangannya ya" sahut Bu Laras.


"Baik, Bu" ucap pegawai dengan senyum.


Lalu rombongan itu menuju lift dan ternyata harus bergiliran menjadi 2 kelompok karena tidak muat. Setelah semuanya naik ke lantai 3, mereka pun masuk ke studio foto yang luas dan sudah ditata sangat bagus dekorasinya ala ala di Istana.


Mereka pun menunggu Alfano dan Asmara dengan saling bercanda gurau serta ngobrol sesuatu. Sekitar 10 menitan menunggu, akhirnya pengantinnya datang.


"Maaf ya semuanya, kalian harus nunggu kami" ucap Asmara yang merasa tidak enak.


"Gapapa sayang. Kita nunggunya seneng kok sambil ngobrol" sahut Bu Laras yang menyambut anak dan menantunya itu.


Setelah sudah siap semua, Bu Laras menekan bel di ruangan untuk memanggil photografer dari studio. Tak lama kemudian, datang lah seorang pria tampan yang ternyata baru datang dari Australia sambil membawa kamera.


"Oh My God! Rama!" seru Alfani tak percaya hingga membuat semua orang menoleh ke sumber suara.


Wanita itu tanpa memperdulikan tatapan yang lain berlari dan memeluk Rama didepan semua orang.


"Aku sangat merindukanmu" lirih Alfani sambil menahan air mata bahagia.


"Aku juga merindukanmu, sayang. Yaudah, nanti kita lanjutin kangen kangennya, malu loh dilihatin banyak orang" ujar Rama yang sudah merasakan tatapan aneh dari semua orang kecuali Bu Laras.

__ADS_1


Yah, Rama menghubungi ibu dari kekasihnya itu untuk memberikan kejutan kepada Alfani.


Alfani pun baru sadar jik semua orang sedang menatapnya. Ia lepaskan pelukannya, lalu berdiri disamping Rama dengan wajah malu.


"Hi Nak Rama. Akhirnya kamu datang juga" sapa Bu Laras menghampiri Rama.


"Apa kabar tante? Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk memberikan kejutan pada Alfani" balas Rama sambil mencium punggung tangan Bu Laras.


"Sama sama, Rama. Tante seneng kamu romantis negini sama anak tante" sahut Bu Laras.


"Oh ya, kamu beneran mau moto kita?" tanya Bu Laras.


"Iya tante. Saya kan juga photographer selain jadi tukang teknik hehe" jawab Rama sambil bercanda.


"Oke deh, tante percayakan foto keluarga tante sama kamu ya. Yang bagus loh" ucap Bu Laras.


"Siap Tante" ujar Rama percaya diri.


"Baik, Tante" ucap Rama.


Pria tampan dengan wajah khas Indonesia itu dengan kulit hitam manis namun hidung mancung dan bulu mata letik berkeliling menyalami serta berkenalan dengan semua orang yang ada di ruangan studio itu.


Ketika sampai di depan Alfano, Rama langsung memeluk kembaran dari kekasihnya itu.


"Selamat ya, Bro. Ternyata kamu duluan yang nikah. Semoga bahagia selalu" ucap Rama sambil memeluk Alfano.


"Thank you, Ram. Cepetan nyusul, kembaranku segera pingin kamu nikahi. Dia pingin dimanja kalau hamil kayak istriku aku manjain hehe" sahut Alfano.

__ADS_1


"Haha, InshaAllah segera. Doakan aja ya" ujar Rama lalu melepas pelukannya dan beralih mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Asmara.


"Selamat atas pernikahanmu dengan Alfano ya. Aku Rama" sapanya kepada Asmara ketika uluran tangan diterima oleh istri dari Alfano itu.


"Terima kasih banyak, Rama. Aku Asmara, istri kembarannya Kak Alfani" sahut Asmara sambil tersenyum lalu melepaskan uluran tangannya kepada Rama.


"Alfano sangat beruntung mendapatkan kamu, Asmara" puji Rama.


"Kamu juga beruntung mendapatkan Kak Alfani. Segera nikahi dan hidup bahagia" ucap Asmara.


"InshaAllah, doakan saja ya" sahut Rama.


Setelah semua berkenalan dengan Rama, akhirnya foto keluarga Asmara dan Alfano pun dimulai. Hasil jepretan Rama memang tidak main main. Selain hobi foto, Rama juga suka mengikuti kompetisi perfotoan di Indonesia maupun Australia.


Sekitar 1 jam setengah, foto keluarga itu dilakukan dengan berbagai formasi. Ada momen dimana hanya keluarga Alfano saja atau keluarga Asmara saja, momen kedua orang tua bersama saudaranya, momen hanya pengantin saja, atau formasi lainnya untuk menciptakan kenangan yg indah.


Foto keluarga sudah selesai, ternyata Alfano sudah memesankan makan siang untuk semuanya di restauran mewah di Kota Bandung yang terkesan mewah dan berkelas. Ia mengajak semuanya untuk pergi ke restauran itu.


Karena studio foto berada di Kota Bandung, perjalanan mereka tidak lama, sekitar 15 menit sudah sampai.


Kedatangan Alfano dan rombongan disambut banyak pegawai restauran dan mengarahkan mereka semua di meja yang sudah ditata rapi dan indah. Restauran mewah itu terlihat sepi sebelumnya namun ketika kedatangan CEO Bati Bara beserta keluarganya jadi rame.


Eh ternyata, Alfano sengaja menyewa restauran untuk dirinya dan keluarga tanpa lamu lain yang bisa menikmati hidangan restauran itu.


Tak lama menunggu, hidangan western bercampur hidangan Sunda hadir di meja makan. Semua bersuka ria melihat makanan yang tersaji. Alfano tak pernah membayangkan jika memiliki keluarga besar akan sangat menyenangkan seperti ini melihat mereka semua bahagia.


Karena memang sudah jam makan siang, mereka lahap memakan hidangan tersebut hingga perut mereka tak kuasa terisi lagi.

__ADS_1


Setelah makan siang, mereka saling mengobrol di meja makan tersebut hingga tak terasa 2 jam mereka berada di restauran itu.


Om Ibrahim dan Om Hendra beserta istrinya pamit terlebih dahulu menuju tempat menginap mereka sedangkan yang lain pulang menuju rumah Asmara dan Alfano.


__ADS_2