BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Nyemil buah


__ADS_3

Sesudah makan nasi goreng alun alun kota Bandung , Asmara mengajak suami dan mertuanya untuk mampir sebentar ke supermart membeli buah buahan untuk stok dirumah.


Alfano membawa keranjang belanja mengikuti Asmara dan Bu Laras yang berjalan didepannya.


"Aku CEO di perusahaan tapi dirumah jadi asisten wanita wanita ini. Ya memang pria harus rela disuruh suruh wanita biar disenengin jugaa hihi" batin Alfano.


Buah semangka, melon , apel, mangga dibeli oleh Asmara dan Bu Laras menambah membeli jambu bangkok kesukaannya. Barang belanjaan yang sudah dibayar dan dibungkus , lagi lagi Alfano yang membawanya ke bagasi mobil sedangkan wanita wanita yg ia sayangi berjalan bebas dengan saling melemper senyum dan tawa.


Sesampainya di mobil, Alfano pun mulai menjalankan mobilnya menuju pulang. Sekitar 15 menit perjalanan, mobil sudah terparkir di depan rumah.


"Sayang, bawa buah buahannya masuk ya. Masa tega kamu sama mami dan istrimu yg sedang hamil anakmu bawa berat berat? Tapi mami yakin sih pasti anak mami pengertian" goda Bu Laras ketika akan keluar mobil bersama Asmara.


"Iya mami ku sayang" sahut Alfano pasrah.


Asmara dan Bu Laras pun keluar mobil dan berjalan menuju pintu rumah dan membukanya. Mereka masuk lalu diikuti oleh Alfano sambil membawa 3 kresek buah buahan. Kedua wanita itu menuju dapur dan menunggu buah buahannya datang karena ingin langsung dimakan sebelum tidur.


"Ini buah buahannya. Asmara dan Mami mau makan buahnya malam ini juga?" tanya Alfano ketika menaruh buah belanjaan di meja makan.


"Iya, kami mau buat cemilan malam" sahut Bu Laras sambil mengambil 3 buah jambu bangkok dan Asmara pun mengambil melon serta semangka untuk ia kupas dan iris.


Namun tangannya yg akan mengangkat semangka dan melon bersamaan dihentikan oleh Alfano.


"Sini aku bawakan. Mau kamu bawa kemana buah buah ini?" tanya Alfano sambil mengangkat melon dan semangka tanpa kreseknya.


"Perhatian banget sih anak mami" celetuk Bu Laras yang melihat perhatian Alfano pada Asmara.


Asmara hanya tersenyum manis melihat sikap dan perhatian sang suami.


"Taruh sebelah tempat cuci piring aja, Mas. Biar mudah buang kulitnya disampah bawah nya terus dicuci buahnya" jawab Asmara.


"Oke" ucap Alfano berjalan menuju westafel sambil membawa buah lalu ia letakkan di westafel dapur rumah istrinya itu. Alfano pun kembali jalan menuju kursi kosong di meja makan untuk duduk disitu menunggu kegiatan mengupas buah istri dan maminya selesai.


Asmara pun mengikuti sang suami dan siap mengupas kulit buah yg ia inginkan untuk cemilan malam. Sedangkan Bu Laras sudah mulai mengupas kulit jambu nya.


Beberapa menit kemudian, Bu Laras sudah mengupas 3 biji jambu bangkok yg ukuran masing masing lumayan besar dan ia menawarkan berbagi dengan menantunya.

__ADS_1


"Asmara, jambu mami ternyata kebanyakan nih. Kamu mau?" tanya Bu Laras.


"Mauuu mami!" seru Alfano tanpa ditanya.


"Ih, mami tanya Asmara bukan kamu Alfano" cibik Bu Laras.


"Asmara mau mami. Mami juga mau semangka sama melonnya kah? Ini udah hampir selesai ngiris kecil kecil, enak buat dimakan nih mam" jawab Asmara sambil menyelesaikan irisan buah ditangannya.


"Boleh boleh. Sini kita saling bertukar buah ya" ujar Bu Laras menyodorkan sepiring besar isi jambu disebelah piring yang berisi buah irisan melon dan semangka yg juga lumayan banyak karena Asmara mengiris kecil separuh buah melon dan separuh buah semangka dijadikan 1 di mangkok yg besar.


Akhirnya, Bu Laras mendapatkan 3 jenis buah di piring yg ia gunakan untuk cemilan malamnya dan sama halnya dengan mangkok Asmara yang sudah berisi 3 jenis buah yg sama meskipun tetap dominan buah melon dan semangka.


"Yaudah, mami mau ke kamar dulu ya. Nyemil di kamar sekalian istirahat. Kalian juga segera tidur, gak baik buat ibu hamil begadang. Alfani juga besok kita pulang pagi ya, udah mami beliin tiket jam 7 pagi jadi jam set7 kita harus sampai bandara. Good night anak anak mami" pamit Bu Laras sambil mencium kening Asmara dan Alfano secara bergantian.


"Iya mami, good night" sahut Asmara.


"Good night, mami Alfano yang terbaik" sahut Alfano dengan sedikit bumbu pujian.


Bu Laras pun tersenyum mendengar sahutan anak dan menantunya lalu ia berjalan melalui connection door menuju kamarnya.


"Sini, aku bawa aja mangkoknya" minta Alfano sambil mengambil mangkok yang dipegang Asmara dengan lembut. Asmara hanya bisa diam mangkoknya diambil sang suami.


"Ayo masuk kamar, udah malem. Kasian twins diajak begadang terus" ucap Alfano sambil berjalan didepan Asmara menuju kamar mereka malam ini.


Asmara pun mengikuti Alfano masuk ke kamar. Ketika sudah sampai, wanita hamil itu melihat pria yang membawa mangkok berisi buah miliknya sudah mendudukkan tubuh gagah dan bersandar di atas ranjang sambil memakan irisan buah terlebih dahulu tanpa izin pemiliknya.


"Mas , kok di makan dulu ? Kan itu milikku" protes Asmara sambil berjalan ke sisi ranjang yang kosong dan ikut duduk diatasnya.


"Milikmu adalah milikku, Asmara" sahut Alfani dengan senyuman smirk dan tetap mengunyah buah.


"Hmmm, angkuhmu kembali lagi Mas" lirih Asmara sambil menatap suaminya yang lagi asyik makan buah yg ia iris tadi. Sebenarnya ia tidak keberatan jika buahnya dimakan sang suami memang ia tadi berfikiran akan makan berdua dengan Alfano, tapi moodnya tiba tiba hilang dengn kata kata pria itu dan ekspresi angkuh lagi.


Alfano yg menoleh ke tatapan datar Asmara, paham jika perkataanya tadi tidak membuat istrinya senang apalagi ia tadi ngomongnya juga pake nada angkuhnya. Niat menggoda eh malah dicemberutin istri.


Tanpa diawali kata kata lagi, Alfano menyodorkan mangkok ditangannya kehadapan Asmara namun respon wanita hamil itu tak berubah, membuat sang suami bingung sendiri.

__ADS_1


"Ini , Asmara. Maafin aku yaa makan buahmu tanpa izin. Tadi aku bercanda beneran niatnya mau godain kamu, eh kamunya lagi serius. Maaf ya. Ini buahnya, aku gak makan lagi deh" ucap Alfano dengan nada lembut dan membujuk.


Asmara masih menatap datar sang suami, namun aslinya ia menahan tawa karena Alfano benar benar sudah berubah dari pria yg sulit minta maaf karena selalu merasa benar, eh sekarang dengan mudahnya meminta maaf atas kesalahan kecil yg ia perbuat.


"Suapin" minta Asmara tiba tiba.


"Mau aku suapin?" tanya Alfano memastikan lagi apa yg ia dengar dengan senyuman merekah di bibirnya.


"Iya Mas Alfano, suamiku. Suapin aku" ulang Asmara dengan nada yang kembali lembut.


"Gini dong, Asmara wanita yang lembut dan gak mudah marah udah kembali. Sini mas suapin" sahut Alfano ikut senang.


Tangan Alfano menyodorkan buah yang ia tusuk menggunakan garpu ke mulut wanita hamil disebelahnya.


"Aaaaaah..." ucap Alfano.


Mulut Asmara pun terbuka dan memakan buah buahan dari suapan sang suami.


"Lucu jugaa bikin Mas Alfano nurut gini. Tapi aku juga gak boleh gampang kesel sama dia. Bisa jadi boomerang sendiri nanti" batin Asmara.


"Mas juga boleh makan buahnya. Sebenarnya mas gapapa kalau mau makan tapi ya nunggu aku dong. Lain kali, kalau mas bantu aku bawa buah buahan ini lagi , jangan dimakan duluan dan tanpa aku. Aku pingin makannya bareng kamu" ucap Asmara sambil mengunyah buah dari suapan pertama yg ia terima.


"Iya, Asmara. Istriku paling cantik" sahut Alfano menurut lalu ia pun ikut menyuapkan tusukan buah di garpu ke mulutnya sendiri.


Tak terasa irisan buah buahan itu habis dalam 5 menit dengan canda gurau suami istri itu.


"Wah, anak anak kita nanti pasti juga penyuka buah karena mami daddynya suka makan buah" celetuk Alfano sambil mengelus perut sang istri.


"Ya harus, buah kan sehat" sahut Asmara. Alfano pun tersenyum mendengar jawaban sang istri lalu ia turun dari ranjang dan berniat menaruh mangkok kosong itu ke dapur.


Asmara yang sudah tau arah Alfano pun tidak ingin tanya lagi suaminya itu mau kemana dengan membawa mangkok kosong. Sambil menunggu Alfano kembali, ia membuka handphonenya untuk melihat berita hari ini atau isi media sosialnya.


Namun sudah hampir 10 menit, Alfano belum juga kembali membuat Asmara heran apa yang dilakukan suaminya itu di dapur. Padahal naruh mangkok kosong aja kok bermenit menit.


"Hmm, Mas Alfano lagi apa sih didapur kok gak balik balik?" tanya Asmara mulai penasaran.

__ADS_1


Ketika Asmara sudah tidak sabar menunggu Alfano, kakinya pun ia turunkan dari ranjang dan berdiri berniat untuk berjalan keluar kamar. Eh baru saja selangkah pintu kamarnya terbuka dan menampakkan pria yg ia tunggu membawa 1 gelas berisi susu coklat.


__ADS_2