BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Suami pengertian


__ADS_3

Alfano dan Asmara benar benar telah memadu kasih. Keringat yang membuat mereka lengket tak mereka hiraukan dan tetap saling berpelukan diatas ranjang setelah permainan sore yang panas.


Sinar senja yang begitu indah menembus jendela kamar mereka membuat suasana menjadi lebih romantis. Hingga suara adzan magrib berkumandang membuat mereka harus segera membersihkan diri dan menunaikan ibadah.


"Mas, aku mandi dulu. Udah adzan" lirih Asmara dalam pelukan sang suami.


"Mandi bareng yuk" ajak Alfano.


"Hmmm, aku malu kalau mandi bareng Mas" sahut Asmara sambil mendongakkan wajahnya keatas menatap wajah tampan Alfano yang tersenyum genit padanya.


"Ih, ngapain malu kan aku udah lihat tubuhmu tidak terkecuali, sama kayak kamu juga udah lihat tubuhku tak pakai apa apa. Biar cepet mandinya, langsung berdua" bujuk Alfano dengan senyum menggoda.


"Issh, senyummu itu loh mas membuat aku berfikiran aneh aneh. Yaudah mandi bareng tapi mandi ya, jangan lebih dari mandi. Kasian twins kalau kamu jenguk terus" ucap Asmara memperingatkan.


"Heheee, iya sayang. Cuma mandi, beneran. Kamu bisa pegang kata kataku" sahut Alfano sambil mengecup kening istrinya.


Asmara pun tersenyum lega dan melepas pelukan dari Alfano untuk mendudukan dirinya lalu berencana turun ranjang.


Belum saja berdiri, wanita hamil itu merasa badannya capek semua , tak bertenaga, bagian bawah miliknya juga seperti nyeri ditambah lagi lengket karena sisa sisa cairan pelepasan gairah. Asmara merasa kakinya mungkin tak bisa menompang tubuhnya yang kelelahan.


"Aduh badanku seperti remuk banget. Kakiku sampai lemes, gimana bisa berdiri dan jalan ke kamar mandi kalau gini? Apa aku bilang ke Mas Alfano aja ya kalau aku gak mampu jalan biar di gendong?" batin Asmara masih mempertimbangkan sesuatu.


"Nunggu dia peka aja deh" lanjut batin Asmara menunggu respon suaminya.


Alfano melihat istrinya dengan posisi masih miring diatas ranjang melihat punggung polos Asmara yang duduk di tepi ranjang. Ia heran kenapa kok istrinya itu tidak segera berdiri dan menuju kamar mandi. Melihat tangan Asmara juga berada di perut yang berisi anak anaknya, pria itu jadi khawatir. Apakah istrinya merasakan kesakitan setelah melakukan hubungan suami istri 2 ronde?

__ADS_1


"Sayang, kamu gapapa kan? Kenapa masih duduk?" tanya Alfano khawatir dan menyusul istrinya untuk duduk ditepi ranjang.


"Akhirnya, peka juga. Memang suami ku terbaik" batin Asmara sambil tersenyum manis menatap suaminya yang sudah duduk disamping dengan wajah khawatir.


"Gapapa, Mas. Twins gerak terus habis kamu jenguk" ucap Asmara jujur kalau twins emang gerak terus tapi belum jujur kalau dirinya tidak mampu berjalan untuk saat ini.


"Jangan bohong sayang, ada yang sakit habis kita melakukan itu?" tanya Alfano dengan wajah serius dan mulai panik.


"Menurut Mas gimana? sakit nggak kalau milikku kamu masukin milikmu yang gede itu padahal milikku baru dua kali kamu masukin dan jaraknya udah lama?" Asmara balik tanya dengan senyuman smrik.


"Aduh, emang bodoh kamu, Alfano. Pertanyaan yang gak perlu ditanyakan. Ya jelas sakit lah" batin Alfano sambil menggaruk lehernya yang gak gatal.


"Hihi, maaf sayaang. Terus aku harus gimana biar kamu gak kesakitan? Tapi twins gapapa kan? Perutmu kerasa kram atau ada yg kurang nyaman gitu?" tanya Alfano khawatir.


"Alhamdulillah. Terus aku harus apa biar kamu merasa nyaman lagi. Pasti kamu capek ya , apa perlu aku gendong kamu ke kamar mandi aja? Kayaknya aku bener bener udah buat kamu kecapekan. Lain kali kalau kamu capek , kita gak harus melakukan itu, Asmara" sahut Alfano merasa bersalah.


Asmara tersenyum mendengar perkataan suaminya yang menunjukkan perhatian Alfano menghargai keputusan seorang wanita dan mempertimbangkan kondisi sang istri.


"Baru pertama kali sayang, eh kedua kali sih hehe. Gapapa, capek tapi nyenengin. Nanti kalau udah biasa yaaa gak terlalu capek dan selemes ini" ucap Asmara sambil tertawa kecil karena merasa apa yang diomonginnya itu hal ya memalukan sebenarnya.


"Ih gemes banget sih istriku!" seru Alfano sambil mencubit pipi Asmara pelan.


"Yaudah, aku gendong kamu ke kamar mandi setelah aku isi bathupnya ya. Aku akan melayanimu disana sampek kamu fresh lagi dan gak terlalu capek" lanjut Alfano lalu berlari kecil menuju kamar mandi dan menghidupkan kran bathup serta memilih suhu air yang hangat. Ketika sudah mulai terisi, ia kembali berlari menuju Asmara dengan posisi tubuh polos hingga miliknya yang menggantung kebawah bergerak ke kanan dan kekiri ketika ia lari sehingga membuat Asmara memalingkan wajahnya ketika suaminya berlari kearahnya.


"Astaga, Mas! Milikmu itu loh!" protes Asmara sambil menutup mata karena malu.

__ADS_1


"Hahaha, dia udah lemes sayang. Gak usah khawatir hehe" sahut Alfano dengan tertawa lalu ketika sudah sampai didepan wanita hamil itu, ia menggendong istrinya ala bridel style dan pastinya memperhatikan posisi perut Asmara yang sudah buncit agar tidak tertekan.


Asmara langsung mengkalungkan tangan dileher Alfano dan menatap wajah suaminya itu ketika membawanya masuk ke kamar mandi.


Alfano dengan pelan dan hati hati menurunkan sang istri didalam bathup yang sudah setengah terisi air. Asmara juga berusaha hati hati menaruh tubuhnya didalam bathup itu. Hingga posisinya sudah pas, barulah Asmara melepaskan tangannya dari leher Alfano.


"Aaaah, hangat airnya. Nyaman sekali" ucap Asmara senang karena berendam air hangat membuat tubuhnya mulai rileks.


"Suhunya pas? Kurang hangat atau terlalu panas?" tanya Alfano memastikan kenyamanan sang istri.


"Sudah , suami sayang" jawab Asmara dengan senyum merekah di bibirnya membuat Alfano lega.


"Ya sudah, aku mandi di shower dulu biar cepet" ujar Alfano namun ketika ia akan berdiri dari posisi jongkok disamping bathup, tangannya ditahan oleh Asmara.


"Mas nggak mau berendam sama aku?" tanya Asmara menggoda yang membuat milik Alfano mulai merespon.


"Ini bahayaa kalau diterusin" batin Alfano.


"Kamu mau aku serang lagi wkwk? Mas gak mau bikin kamu makin lelah. Sekarang kalau berendam sama kamu, jadinya gak cuma berendam tapi ya gitulaaaah. Kamu pegang tanganku begini dalam keadaaan gak pake baju aja , milikku langsung respon loh. Udah kamu berendam aja sampai nyaman dan rileks yaa. Aku mandi dulu" jawab Alfano lalu mencium bibir Asmara singkat.


Wanita hamil itu tersenyum bangga melihat tingkah suaminya yang begitu menyayanginya. Rasa takut yang ia rasakan di malam itu benar benar sudah sirna tak berbekas.


Alfano sangat begitu berbeda dengan pria yang Asmara kenal dulu dan pria yang telah mengambil keperawanannya. Saat ini, pria itu telah menjadi suami dan calon ayah yang penuh kasih sayang.


Setelah mencium bibir istrinya, Alfano pun berpindah tempat di bawha shower dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat. Pria itu membersihkan diri dengan shampoo dan sabun yang telah disiapkan hotel. Dirasa sudah cukup mandinya, Alfano menggunakan handuk yang juga tersedia di kamar mandi. Melihat istrinya sangat menikmati berendam di bathup, Alfano keluar kamar mandi dulu dan segera memakai baju yang ia ambil dikoper.

__ADS_1


__ADS_2