
Setelah adzan subuh berkumandang, sepasang suami istri yang masih saling memeluk dalam tidurnya terbangun dengan ketukan pintu kamar.
"Alfano , Asmara. Bangun sayaang, udah subuh" ternyata Bu Laras yang mengetuk pintu sambil memanggil anak dan menantunya untuk segera bangun subuh.
Alfano yang memang peka dengan suara, membuka matanya dan melihat posisi tidur memeluk Asmara dari depan tapi tak sampai menekan perut buncit sang istri.
"Alfano, bangun nak. Udah subuh, ayo siap siap sholat terus beres barang2 buat balik ke Jakarta" panggilan kedua dari Bu Laras yang membuat Alfano harus menyahuti panggilan itu sebelum maminya manggil lagi.
"Iya, mam. Alfano udah bangun. Mami siap siap dulu aja, 15 menit lagi kita sholat jama'ah" seru Alfano dari dalam kamar karena ia tidak bisa bangun dengan kondisi Asmara masih memeluknya.
"Okedeh. Asmara jangan lupa dibangunin juga, kita sholat bareng ya" sahut Bu Laras lalu berjalan menuju kamarnya lagi.
"Mami gak biarin pengantin baru buat tidur lebih lama" celetuk Alfano sambil mengelus rambut Asmara. Wanita hamil itu yang tadi mendengar suara keras disampingnya dan merasakan elusan di rambutnya pun mulai membuka mata.
"Mas, tadi teriak teriak? Ada apa?" lirih Asmara yang sudah bangun tidur.
"Maaf yaa, tadi mami bangunin kita buat sholat subuh bareng sama nyuruh aku siap siap buat berangkat ke bandara. Kamu kalau masih ngantuk tidur lagi gapapa, nanti aku bilang ke mami kalau kamu bisa sholat sendiri di kamar" ujar Alfano.
Asmara yang mendengar perkataan Alfano itu pun langsung mendudukan tubuhnya dan melepas pelukannya.
"Hmm, mas mau aku jadi menantu malas buat mami? Bisa bisa mami nanti illfeel sama aku karena gak bisa dibangunin pagi" protes Asmara.
"Ya nggak gitu, kan wajar buat wanita hamil tidur lebih lama. Lagian subuhnya juga masih sejam lebih, kamu bisa tidur lagi kalau emang masih ngantuk" sahut Alfano.
"Tapi kan aku mau mami punya mantu yang bisa bangun pagi nyiapin perlengkapan suaminya kalau akan pergi ke luar kota. Lagian aku udah bangun kan, jadi gak ada alasan buat tidur lagi" ucap Asmara.
"Yaudah deh, kalau istriku ini memang mau bangun nemenin aku sholat jama'ah sama mami. Aku ke kamar mandi dulu, mau mandi sekalian wudhu" ujar Alfano lalu menurunkan kaki dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Asmara hanya diam saja melihat suaminya itu berjalan menjauh darinya. Tiba tiba tersirat rasa tidak ingin ditinggal ke Jakarta oleh suaminya. Hampir 3 hari bersama Alfano dengan perasaan bahagia membuat ia ingin ditemani terus.
"Aneh banget, kenapa tiba tiba aku jadi melow gini sih kalau bayangin beberapa jam bakal ditinggal Mas Alfano balik ke Jakarta?" batin Asmara sambil memegang dadanya yg merasa sesak tiba tiba takut ditinggal.
Menyadari perubahaan moodnya yg membuat ia menjadi manja dan tak mandiri lagi, Asmara mengeleng gelengkan kepalanya sebagai tanda ia harus melawan perasaan yang membuat ia terlihat lemah.
"No no no. Kamu harus kuat, Asmara. Sebelumnya udah berbulan bulan kamu bisa hidup sendiri dan melalui masa kehamilan ini sendiri. Mana ada jadi manja dan lemah gini hanya gara gara ditinggal suami pergi. Bertahaan, tunjukkan kamu kuat!" lirih Asmara memberikan semangat pada dirinya.
Wanita hamil itu berusaha menepis semua perasaan aneh yang menganggunya untuk menjadi wanita kuat. Ia pun memilih untuk mengalihkan perasaan itu dengan menyiapkan baju ganti suaminya. Turunlah Asmara dari ranjang dan berjalan menuju koper sedang milik Alfano.
Sebelum ia buka koper itu, ia ingat jika harus izin dulu kepada pemilik koper sebelum membukanya. Berjalan lah Asmara menuju pintu kamar mandi.
"Mas, denger aku ?" panggil Asmara sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Iyaa Asmara, ada apa?" sahut Alfano sambil mematikan kran agar suaranya bisa terdengar.
__ADS_1
"Maaf mas, aku boleh buka kopermu buat nyiapin baju yang kamu pakai habis mandi?" tanya Asmara.
"Iya boleh" jawab Alfano.
"Terima kasih, Mas. Oh ya, baju kotornya kamu taruh keranjang baju kotor di pojok kamar mandi ya, nanti aku bawa laundry sekalian sama bajuku" ujar Asmara.
"Iyaaaa. Baju kotorku kemarin aku taruh di koper juga, aku masukin plastik khusus baju kotor. Nanti aku titip tolong laundrykan juga ya istriku" ucap Alfano dengan panggilan yang membuat Asmara malu.
"Iya, Mas" sahut wanita yang berdiri didepan pintu kamar mandi lalu berjalan kembali menuju koper sang suami. Ia buka koper yang tidak terkunci itu dengan hati hati karena pertama kali membuka barang miliki Alfano.
Ketika terbuka, Asmara terkejut melihat kerapian Alfano dalam melipat dan menata baju bajunya di koper. Baju kotor pun pria itu lipat dan dimasukkan ke plastis khusus baju yg habis dipakai.
"Rapi banget ternyata suamiku. Gak heran sih memang penampilannya setiap hari keren dan modis banget waktu di kantor" puji Asmara dalam hatinya.
Ia mengambil plastik yang ia duga pasti berisi baju kotor meskipun ditata dan dilipat dengan rapi karena ia ingat baju yang Alfano pakai ketika baru datang ke Bandung dan pakaian lainnya yg sudah digunakan. Asmara letakkan plastik itu diatas kursi rias agar mudah ia ambil nanti.
Wanita hamil itu pun memilih baju yang akan dipakai Alfano untuk pulang dari 2 pasang baju casual bersih yang tersisa. Tidak lupa ia juga mengambil cd sang suami merk 'Calvin Klen'. Biasa orang kaya mah cdnya aja harus bermerk dan berkelas tinggi dengan kualitas bahan yang nyaman dipakai.
"Udah jadi suami, gak masalah kalau pegang cdnya gini" batin Asmara sambil meletakkan dalaman itu diatas pakaian casual yg ia pilih.
Asmara pun berjalan menuju ranjang untuk meletakkan pakaian yang akan dipakai Alfano ketika habis mandi nanti.
"Kaos putih, celana jeans pendek hitam udah cocok banget kalau dipakai di bandara. Semoga dia suka pilihanku" ucap lirih Asmara sambil tersenyum puas.
Tak lama kemudian, Alfano membuka pintu kamar mandi sedikit karena ia lupa gak bawa handuk, sehingga harus meminta tolong sang istri untuk memberikannya handuk.
Asmara yang berada disamping ranjang setelah meletakkan baju Alfano pun mendengar suara suaminya meminta handuk.
"Bentar, aku ambilin handuknya sekalian Mas nanti langsung ganti di kamar mandi aja ya" sahut Asmara lalu berjalan menuju lemarinya dan mengambil handuk besar yang ia miliki untuk diberikan kepada suaminya.
Tak lama Alfano menunggu, dihadapannya sekarang berdiri wanita dengan perut buncit berisi anaknya sambil membawa handuk dan baju serta dalaman diatasnya.
"Semoga mas suka sama pilihan baju dariku" ucap Asmara sambil menyerahkan apa yg ia bawa untuk Alfano.
"Ya pasti dong. Apapun yang disiapkan istriku adalah yang terbaik" gombal Alfani sambil menerima barang barang yg ia butuhkan setelah mandi dari tangan sang istri.
"Gombal terus. Buruan mandi, ditunggu mami loh. Aku langsung ganti dress aja terus ke kamar mami buat siap siap sholat disana. Sarung milik mas dan sajadah sekalian aku bawa" sahut Asmara.
"Oke, nyonya" ujar Alfano lalu menutup pintu kamar mandinya dan melanjutkan aktifitas sehabis mandi. Asmara pun mengambil dress baru untuk ia pakai sholat karena ia tidak suka beribadah dengan pakaian yg ia gunakan untuk tidur meskipun belum mandi ia tetap akan berganti pakaian.
Buru buru ia lepaskan baju yg ia pakai tidur tadi dan memakai dress bersih dari lemari, sebelum Alfano keluar kamar mandi. Beruntung, Asmara selesai berganti baju sebelum suaminya keluar. Wanita itu mengambil mukenah, sarung dan 2 sajadah untuk sholat subuh di kamar mami.
Setelah membawa peralatan sholat untuknya dan suaminya, Asmara pun berjalan keluar kamar lalu melewati connection door untuk menuju kamar mertua.
__ADS_1
Tok...Tok....Tok....
"Mami, ini Asmara" panggil menantu pada mertuanya.
"oh iya sayaang, masuk aja. Pintunya gak mami kunci" sahut Bu Laras dari dalam kamar ternyata ia baru selesai mandi dan memakai baju.
Asmara pun memutar ganggang pintu kamar mertuanya dan terbuka. Ia melihat Bu Laras sedang berusaha menarik resleting belakang baju.
"Bentar mami, aku bantu narik resletingnya" ucap Asmara berjalan mendekati Bu Laras setelah menaruh peralatan sholat yg ia bawa di ranjang sang mertua.
"Iya nih, sayang. Mami kesulitan narik resleting sendiri. Maaf ya ngerepotin" sahut Bu Laras.
"Nggak ngrepotin sama sekali mami. Cuma narik resleting aja. Mami jangan sungkan sungkan kalau mau minta tolong atau minta sesuatu sama Asmara ya" ucap Asmara dengan tulus sambil menarik resleting baju mertuanya.
"Makasih sayaaaang. Mami bersyukur banget dapat mantu cantik, sabar, dan baik hati kayak kamu" puji Bu Laras ketika sudah berhadapan dengan Asmara.
"Ah mami, bisa aja. Asmara lagi lagi juga bersyukur punya mertua sebaik mami" puji balik Asmara.
Bu Laras tersenyum bangga dan bahagia melihat menantu dihadapannya ini.
"Oh iya mam, aku izin wudhu di kamar mandi mami yaa. Tadi belum sempet wudhu di kamar karena Mas Alfano masih mandi" minta Asmara.
"Boleh dong, hati hati di kamar mandinya ya , agak licin soalnya kan basah habis mami buat mandi barusan" ingat Bu Laras.
"Iya mami" sahut Asmara lembut lalu berjalan menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu.
Alfano yang sudah tampan dengan kaos putih dan celana jeans hitam pendek, terlihat begitu segar karena rambutnya yg basah masuk ke kamar Bu Laras.
"Wah tampan dan segar sekali anak mami" puji Bu Laras ketika melihat Alfano masuk ke kamarnya.
"Iya dong, udah punya istri ada yang menyiapkan baju" sahut Alfano dengan mata berbinar bahagia.
"Cie cieeeee. Gitu aja waktu minggu lalu nikah sok sok an gak mau, dengan wajah datar dan tak bahagia. Terus seminggu nikah udah merasakan nikmatnya punya istri, jangan jangan kalian udaah...." goda Bu Laras sambil mengedip ngedipkan matanya pada Alfano.
"Udah baikan , mami" ucap Alfano yang mengalihkan pembicaraan. Ia tau godaan sang mami mengarah pada hubungan suami istri.
"Hahahahhaa iya itu yang terpenting. Mami cuma ngingetin aja, sebelum gituan kamu harus memastikan Asmara mau dan kondisi bayi kalian baik baik saja digoyang dangdut oleh kamu kalau jenguk mereka. Jangan sampai kamu nyakitin menantu sama cucu mami ya" pesan Bu Laras kepada Alfano dan ternyata Asmara mendengarkan itu semua karena ia sudah berdiri didepan kamar mandi dan menunggu percakapan ibu dan anak itu selesai baru ia berjalan menuju tempat sholatnya.
Alfano yang mengerti pesan maminya hanya tersenyum saja dan pandangan ia alihkan menuju Asmara yang sudah berdiri di sampingnya.
"Ini diaaa mami, istriku udah datang. Ayo sholaat yook sebelum matahari muncul" alih Alfano untuk mengganti pembicaraan dengan maminya tadi.
Alfano pun mengambil sajadahnya dan sajadah Asmara untuk ia letakkan di posisi masing masing. Sajadah imam agak kedepan dan sajadah Asmara ia letakkan disamping sajadah Bu Laras.
__ADS_1
Asmara dan Bu Laras tersenyum dengan tindakan Alfano yang simple tapi ngena banget di hati. Kedua wanita itu lalu memakai mukenah masing masing, Alfano pun memakai sarungnya.
Setelah semuanya siap beribadah, Alfano mulai menjadi imam sholat subuh untuk ibu dan istrinya.