BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Nasi masih jadi beras


__ADS_3

Asmara yang sudah berada di dapur , membuka kulkasnya dan mengambil 3 telur untuk digoreng mata sapi. Alfano duduk dengan damai di kursi meja makan dan mengamati istrinya masak sarapan untuk mereka.


"Entah lah. Saat ini perasaanku padanya kayak roller coster, naik turun. Kadang mau baik sama dia, kadang mau goda dia, kadang mau memperhatikan dia, kadang mau bertengkar sama dia, jadi perasaanku gak jelas kalau lihat dia. Aneh. Sama Alexa dulu aku gak se absurd ini. Apa ini efek dia mengandung bayiku ya mangkanya aku jadi sensitif?" batin Alfano heran dengan perasaannya sendiri.


"Iya, ini hanya perasaan seorang ayah pada ibu dari bayinya. Bukan perasaan pria ke wanita. Hatiku masih trauma buat mencintai orang lain. Emang dasar ular berbisa si Alexa itu, berani beraninya selingkuh didepanku sampek aku kayak gini!" lanjut batin Alfano mengumpat pada mantan kekasihnya.


"Kamu kalau pagi nggak minum susu hamil?" tanya Alfano tiba tiba memecah keheningan selain suara pengorengan.


"Udah tadi, sebelum senam aku minumnya. Kenapa?" tanya balik Asmara.


"Gapapa, cuma tanya aja. Mungkin aku bisa bikinin kamu susu dan kamu bikinin kita sarapan. Adil kan" jawab Alfano.


"Kamu gak perlu repot repot kayak gitu, kecuali emang kamu mau jadi suami beneran buat aku" sahut Asmara ambil menoleh ke arah suaminya dengan senyuman smirk menantang.


Alfano hanya diam, ia tidak berani menggoda Asmara soal komitmen itu, bisa aja nanti nya dirinya hanya sebagai pemberi harapan palsu.


"Jangan berharap ketinggian kayak gitu, nanti jatuhnya sakit" ujar Alfano memberi peringatan.


"Hahahaha, aku gak berharap sama kamu, Alfano. Kan aku hanya mengira perhatianmu ini karena wujud seorang pria menjadi suami baik ketika istrinya hamil , tapi kalau alasanmu bukan itu ya gapapa. Bisa aja alasanmu perhatian dan baik gini untuk twins aja, aku gak keberatan" ucap Asmara membela diri.


"Oh iya benar juga sih. Tiba tiba lihat kamu kram tadi aku jadi kepikiran anak kita terus. Mungkin aku terlalu khawatir kalau terjadi sama mereka. Ya anggap saja semua kebaikanku ini untuk mereka, jadi kamu gak kebebanan memikirkan perasaanku padamu. Sekarang, aku hanya ingin berhubungan baik dengan kamu sebagai calon orang tua untuk twins, bukan yang lain" jelas Alfano.


"Iya iya, aku paham bapak CEO yang terhormat" kata Asmara menyudahi perdebatan dengan Alfano lagi didapur.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, 3 telor mata sapi matang sudah ready siap untuk dimakan.


"Nih lauk nya udah matang. Ambil nasi sendiri tuh di magic com" ujar Asmara meletakkan piring berisi telor ceploknya itu lalu ia duduk di kursi meja makan sambil menunjuk magic com di meja dapur.


Alfano pun mengambil piring kosong di meja makan dan berjalan ke magic com. Pas dibuka , ternyata nasi nya belum matang karena Asmara lupa klik cooking.


"Astaga, Asmara. Kamu niat gak sih nawarin aku makan disini" omel Alfano merasa tertipu namun Asmara heran kenapa suaminya itu ngomel ngomel padahal udah digorengkan telur dan ia rasa udah nanak nasi sejak pagi tadi.


"Apa sih ngomel ngomel. Itu nasinya udah mateng sejak pagi, mangkanya aku nawarin kamu makan disini" sahut Asmara yang belum merasa dirinya salah.


Alfano menghembuskan nafas kasar dan mulai berbicara lagi dengan menahan amarah.


"Coba kamu kesini" perintah Alfano.


"Sini, Asmara. Coba lihat nasi yang kamu buat" ucap Alfano menahan amarahnya, jangan sampek ia khilaf lagi berbuat sesuatu yang menyakiti Asmara.


"Hmmm, iya" pasrah Asmara mengalah karena takut melihat ekspresi Alfano yang serius dan menahan marah. Ia pikir pasti ada sesuatu dengan nasi yang ia yakini sudah ia masak dari pagi.


Waktu sudah sampai didepan magic com , Asmara menutup mulut dengan tangan karena speecless tak bisa berkata apa - apa melihat isi benda yang seharusnya buat masak beras jadi nasi , malah tetep jadi beras.


Tatapan Alfano masih tajam melihat ekspresi Asmara terkejut.


"Gimana aku bisa ambil nasinya, masih jadi beras yang ada airnya. Kamu tuh ya bikin emosi aja pagi pagi" gerutu Alfano pada istrinya yang gagal bikin nasi pagi ini.

__ADS_1


Karena merasa bersalah, Asmara pun meminta maaf.


"Maaf, Alfano. Aku merasa tadi pagi udah aku kilk cooking terus aku tinggal bikin susu dan senam. Eh ternyata kelupaan. Maaf yaaa, maaf bikin kamu belum bisa makan nasinya. Mau aku online food aja kah? Aku pesenin" ucap Asmara dengan nada penyesal dan lembut karena ia merasa dirinya yang salah kali ini.


Alfano hanya diam dan berjalan menuju meja makan dan duduk di kursinya lagi dengan meletakkan piring kosong yang ia bawa.


Asmara memberikan raut wajah benar benar menyesal lalu menghampiri Alfano.


"Jangan marah dong, katanya udah gak mau marah marah lagi sama aku biar aku juga gak marah marah sama kamu terus twins juga baik baik aja" bujuk Asmara berdiri disamping Alfano.


"Aku nggak marah, aku tau kalau kamu lupa tapi aku ngerasa udah kamu kerjain" kesal Alfano.


"Siapa yang mau ngerjain kamu sama nasi yang belom masak Alfano. Kalau aku ngerjain gitu ngapain aku gorengin kamu telur" bela Asmara untuk kesalahannya.


"Hmmmmm. Aku terlanjur berharap bisa sarapan sama kamu" ucap Alfano dengan raut wajah sendu.


Asmara mengingat jika ia masih memiliki sereal dan susu UTH di kulkas.


"Oh iya, mau sarapan sereal aja?" tawar Asmara dengan senyuman agar Alfano tidak merajuk lagi.


"Terserah deh, pokoknya aku mau sarapan sama kamu disini" sahut Alfano bertingkah seperti anak kecil.


Asmara senang karena tawarannya diterima. Ia pun berjalan menuju kulkasnya lagi dan mengambil sereal serta susu UHT 1 liter yang memang baru ia minum sekali.

__ADS_1


"Ini sereal sama susunya" ujar Asmara sambil meletakkan sarapan ala ke barat barat itu di meja. Wanita hamil itu lalu duduk didepan Alfano.


__ADS_2