
Makan malam keluarga Asmara begitu damai dan hangat. Makanan yang dibeli dari restaurant Enak Kabeh tidak bersisa dan mie goreng masakan Bu Asih bersama Bu Lastri pun habis. Mungkin mereka semua kelaparan kali ya perjalanan dari desa ke kota hihi 😁
Setelah makan malam selesai, Pak Wawang Bu Asih Pak Jarman dan Bu Lastri masuk ke kamar masing masing berniat untuk istirahat. Sedangkan Rani dan Rian sudah tidur diatas kasur lipat depan TV rumah Asmara.
Pemilik rumah pun masuk ke kamarnya sambil membawa susu hamil yang barusan ia buat dan mendudukan tubuh serta menyandarkannya di kepala ranjang sambil memegang HP nya. Asmara berniat menelepon suaminya dan menanyakan soal mobil ayah yang dibawa kesini.
Saat ini sudah jam set10 malam ia minum dulu susu yang ia buat tadi hingga habis baru ia menelepon Alfano. Panggilan pertama belum ada jawaban, panggilan kedua pun sama, lalu di panggilan ketiga baru diterima.
"Halo sayang, maaf baru bisa angkat. Ini habis selesai mandi, eh lihat layar HP ku nyala langsung ke HP dulu belum pake baju hehe" sapa Alfano yang memang saat ini masih berbelit handuk di tubuhnya.
"Oh mas habis mandi. Yaudah pake baju dulu Mas, aku tunggu" sahut Asmara.
"Iya sayang. Wait ya, 2 menit aku kembali. Oh ya, nyalain kameranya jadi videocall deh kita" ucap Alfano lalu menaruh HP nya diatas ranjang dan dia lari di walk in closet miliknya mengambil baju casual tidak lupa memakai dalaman dulu baru kaos dan celana ia pakai. Secepat kilat tubuhnya yg polos sudah tertutup kain. Lalu ia pun kembali berlari menuju ranjang dan mengambil HP nya untuk ia tatap.
"Tada!!! Mas udah pake baju nih" ujar Alfano riang.
Rambut basah Alfano membuat Asmara terpesona dengan penampilan suaminya habis mandi itu.
"Eh kok natap aku kayak gitu? terpesona ya sama suami sendiri?" goda Alfano yang menyadari istrinya itu serius natap wajahnya sambil senyum senyum sendiri.
"Aku gak mau bohong, iya aku terpesona nih Mas lihat kamu habis mandi gini. Seger banget kelihatannya, jadi mau mandi juga" sahut Asmara jujur.
"Gak boleh mandi malam malam buat ibu hamil, nanti bayi nya kedinginan. Tapi kalau nanti ada bathupnya dan diisi air hangat boleh kamu berendam disana. Setelah kita menikah lusa dan mungkin kamu ikut aku ke Jakarta, rumah kita akan aku renovasi jadi satu aja ya biar gede dan ditingkat sekalian" ujar Alfano.
"Hah renovasi? Rumah kita? Aku masih nyewa di rumah ini Mas. Ya kamu tuh yang udah beli rumah sebelahku jadi bisa renovasi seenaknya. Kalau aku kan numpang disini" jelas Asmara.
"Hahahahhahahaa, kamu kira aku cuma beli rumah sebelah itu doang, Sayang?" tanya Alfano sambil tertawa.
"Yaiyalah, kan rumah yang aku huni masih aku sewa dan gak mungkin dijual tanpa ngasih tau aku" sahut Asmara.
"Hahahhaa, memang istriku ini polos banget soal sewa menyewa. Ya kali, istriku tinggal dirumah kontrakan atau sewaan. CEO Batu oBara pasti bakal dihina orang lain kalau aku tidak bisa membelikan istriku rumah" ucap Alfano.
__ADS_1
Asmara mencoba menduga duga, apakah memang benar rumah yang ia tinggali saat ini sudah dibeli oleh suaminya?
"Jangan bilang kalau kamu beli rumah yang ku sewa juga, Mas?" tebak Asmara dengan mengerutkan dahi nya, karena kalau tebakannya bener jadi selama ini Alfano membiarkannya berfikir tinggal dirumah sewaan sedangkan gandeng dengan rumah suaminya.
"Loh kok dilarang jujur sih aku, Sayang. Ya tebakanmu benar. Aku sudah beli kedua rumah itu sebelum kita menikah, waktu aku mengejar kata maafmu. Aku memang sengaja ngelarang pemilik rumah buat bilang ke kamu kalau pemilik nya sudah berbeda, takut kamu kabur waktu itu kalau tau aku beli rumah yang kamu tinggalin" jawab Alfano dengan lembut.
Wajah Asmara pun terlihat kesal mengetahui informasi ini karena ia merasa bodoh sampek berfikir CEO Batu Bara tidak mungkin membeli rumah yang ia sewa ya karena waktu itu hubungan mereka masih belum baik. Alfano menyadari kekesalan istrinya itu dan mencoba membujuk Asmara untuk normal kembali.
"Maaf ya sayang. Aku cuma gak mau kamu ngerasa gimana gitu ketika tau rumah yang kamu tinggali aku beli sekalian. Kamu juga gak tanya soal status rumahmu ke aku atau pemilik lama, ya sudah aku sembunyikan kenyataan ini mungkin sampek sewa mu selesai, hehe" sahut Alfano membela diri dan tertawa kecil menyembunyikan rasa bersalahnya.
"Hmmm, kamu memang suka nya ngasih kejutan gini malam malam" cibik Asmara sambil menghembuskan nafas berat untuk menetralkan kekesalannya dan ya bersikap pasrah mau gimana lagi. Ia pikir pikir ya rejeki juga jika rumah yang ia tinggali sudah dibeli oleh Alfano. Maka dia pun tidak perlu memperpanjang sewa.
"Aku memang suka ngasih kejutan sama orang yang aku sayang dan cinta. Rumah itu lebih tepatnya kedua rumah itu sudah jadi milik kita sayang, kamu sudah bebas mau ngapain aja. Mau kamu rubah sesuai pikiranmu, mau renovasi apapun yg kamu mau silahkan. Tapi maaf, sertifikat nya atas nama Jaka hehe. Karena waktu itu aku tidak mau kamu menuduhku aneh aneh sampek disebut penguntit oleh mu. Aku beli itu ketika habis dari Bandung yang kamu usir aku dari rumah mu dan kamu berbohong kalau udah punya suami ke Jaka. Saat itu hatiku merasa sakit banget kamu bilang udah menikah dan anak yang kamu kandung adalah anak suamimu, aku putus asa" cerita Alfano diakhir dengan acting sedih biar diperhatiin istrinya.
Asmara pun mengingat moment dimana mereka makan seblak bersama Jaka di ruang tamu dan ketika dirinya ditanya oleh asisten Alfano terkait masalah pribadinya, ia berbohong untuk. menghindari CEO angkuh yang tidak bertanggung jawab waktu itu.
Wanita itu pun menyesal karena berbohong pada pria yang saat ini menjadi suaminya, namun ia tidak ingin sedih jika mengingat masa lalu yang sangat berharga untuk dipelajari. Asmara menyahuti curahan hati Alfano dengan bercanda.
"Kan benar sih Mas, bayi yang aku kandung ini adalah anak dari suamiku. Kamu kan suamiku, daddy dari twins. Emang salah aku ngomong gitu?" tanya Asmara dengan senyuman smirk.
"Yap betul banget. Kamu menjadi suamiku kapanpun Mas. Aku milikmu" ucap Asmara dengan tersenyum manis menatap wajah tampan Alfano di layar HP nya.
"Milikku? Benarkah kamu sudah menjadi milikku? Apa buktinya?" goda Alfano dengan senyuman menyeringai.
"Buktinya ya aku hamil anak mu, Mas! " sahut Asmara dengan pura pura kesal, suaminya itu diajak romantis eh bercanda jadinya.
"Hahahahhaha, yaampun istriku lucu banget kalau kesel begini. Mau segera aku nikahin aja terus tidur bareng dia, kayaknya nyaman banget tidur sama istri ya" ujar Alfano sambil tertawa.
"Kan kita udah nikah, Mas. Udah SAH dan kita kan udah tidur bareng meskipun baru semalam hehe. Mas sih buru buru berangkat ke Jakarta ninggalin kita" ucap Asmara sambil cemberut.
"Wah, ini kamu nantang aku buat datang menghampiri mu secepatnya ya sayang. Awas aja loh ya, kalau aku udah ketemu kamu terus kamu gak mau tidur sama aku, bisa bisa aku kerangkeng di kamar kita biar gak keluar" sahut Alfano dengan candaan sindiran.
__ADS_1
"Tidur apa dulu nih?" pancing godaan Asmara.
"Kalau gini pancingannya ya aku mau jujur sama istriku kalau aku mau tidur sama kamu sambil menjalankan adegan suami istri yang seharusnya di ranjang. Apa kamu udah siap?" tanya Alfano dengan tatapan menggoda.
"Siap atau tidak tergantung perlakuan mu, Mas. Pokoknya gak kamu paksa aja, aku tau kewajibanku melayani kamu sebagai suamiku tapi karena kondisiku hamil anak mu, kamu juga harus menunggu tubuhku siap,okay? Bisa Mas pahami kan kondisiku? " tanya balik Asmara.
"Hihi iyaa sayaaang. Mas kan cuma tanya, Mas tau kok Asmara. Aku juga gak bakal ngulangin kesalahan yang sama nyakitin kamu. Kalau aku nyakitin kamu lagi, pukul aku sepuasmu atau kasih oseng oseng racun mu itu sampek aku harus opname lagi" jawab Alfano dengan tatapan serius.
"Hahaha, aku gak setega itu sama kamu yang sekarang Mas. Aku udah sayang sama daddy twins. Tapi aku terima saranmu itu, kalau kamu sakitin aku lagi aku akan memberikan pembalasan kepadamu ya" sahut Asmara.
"Iya sayangkuu" ucap Alfano menurut saja dengan ucapan isterinya.
"Oh ya sayang, kamu ngasih kejutan lagi ke aku dengan memberikan ayah mobil baru ya tadi pagi?" tanya Asmara mengingat topik mobil baru Pak Wawan yang merupakan pemberian suaminya tanpa ia ketahui.
"Hehe iya. Kejutan! Aku memang kirim mobil itu untuk ayah karena gak mau keluargamu naik mobil sewaan lagi. Aku seorang CEO sayang, masa mertua dan adik iparku naik mobil sewaan buat kerumah kamu. Ya mangkanya, mending aku kasih ayah mobil dan bisa berguna untuk keperluan lainnya didesa" jawab Alfano menjelaskan kejutan nya atas pemberian mobil kepada mertuanya itu.
"Alhamdulillah, makasih banyak ya sayang sudah ngasih sesuatu yang memang Ayah ingin beli sejak lama tapi belum kesampaian. Eh ternyata Allah ngasih mobil untuk Ayah lewat menantu nya yg baik ini" sahut Asmara dengan senyuman manis dan bangga dengan kejutan yang diberikan suami nya ini.
"Keluargamu adalah keluargaku Asmara. Kebahagianmu adalah kebahagiaanku" ujar Alfano dengan tatapan penuh cinta.
Asmara pun tersipu malu mendengar kata kata romantis Alfano lalu ia melihat jam dinding di kamarnya sudah jam 10 malam.
"Sayang, udah jam 10 malam nih aku juga udah ngantuk. Aku tidur dulu ya sayang, sini cium twins dulu" ucap Asmara sambil mendekatkan layar hp ke perut buncitnya.
"Muaaaaach!!!" bibir Alfano yang ia tempelkan di kamera hpnya hingga muncul di layar HP Asmara yang sedang ditempelkan di perutnya yang berisikan 2 bayi.
"Udah ya cium babies nya, aku pamit tidur dulu ya Mas Alfano. Kamu istirahat juga udah malam, besok kerja. Bye bye sayang, see you besok ya daddy twin" pamit Asmara yang memang sudah mengantuk.
"See you besok malam, istriku sayang. Mami twins. Bye bye" sahut Alfano lalu panggilan itu selesai.
Asmara langsung menaruh hpnya di nakas dan membaringkan tubuhnya di ranjang lalu tak lama kemudian terlelap.
__ADS_1
Beda halnya dengan Alfano, setelah telepon dengan istrinya selesai, ia pergi ke ruangan kerjanya untuk menyelesaikan berkas berkas meeting yang akan ia tinggalkan untuk diurus Jaka selama ia tinggal ke Bandung beberapa hari.
Baru jam 1 dini hari, Alfano bisa menidurkan tubuhnya dan pergi ke alam mimpi di atas ranjang dengan nyaman.