
Hari Selasa minggu ini menjadi hari kerja terakhir Asmara sebelum libur 5 hari kedepan karena mempersiapkan pernikahan secara hukum meskipun hanya dilaksanakan di KUA setempat.
Asmara menginformasikan kepada karyawan dapurnya bahwa ia tidak akan masuk beberapa hari kedepan dan menyerahkan tanggung jawab dapur kepada asistennya , Hani.
Wanita itu juga meminta doa untuk kelancaran pernikahannya. Karyawan restauran Enak Kabeh sudah mengetahui secara garis besar cerita hidup salah satu bosnya itu, namun mereka tidak ingin memberikan komentar buruk kepada Asmara. Bagaimanapun Asmara adalah sosok bos yang baik untuk mereka meskipun umurnya masih muda.
Setelah jam tutup restauran, Asmara pulang menyetir mobilnya hingga rumah. Bunga dan Flo yang hari ini menghabiskan waktu bersama di restauran, dijemput oleh Dirga.
Belum saja membuka pintu rumahnya, hp Asmara berdering di dalam tas yang ia bawa. Wanita itu mengambil benda yang bergetar dan menampakan nama 'Lelaki Itu' alias suaminya yang bernama Alfano meminta panggilan video alias videocall.
Sejak awal nomor telepon Asmara di miscall Alfano dan mendapatkan nomor suaminya itu , ia sudah memberikan nama 'Lelaki Itu'. Sebutan itu pada awalnya ia artikan sebagai lelaki yang membuat ia menderita namun saat ini meskipun sebutan tak berubah tapi artinya berubah yaitu lelaki yang membuat bahagia. Lelaki yang menjadi suaminya dan ayah dari anak yang ia kandung. Lelaki yang sudah sangat berubah sejak ia bertemu pertama kali . Lelaki yang sudah menyatakan cinta kepadanya.
'this is love' , seperti itu lah apa yang dirasa Asmara ketika menemukan nama 'lelaki itu' dilayar hp nya.
Langsung ia terima panggilan video dari suaminya sambil memutar kunci untuk membuka pintu rumahnya.
"Hei sayang, udah sampai rumah?" tanya Alfano to the point dengan melihat Asmara yang baru berada di depan pintu rumah.
"Ini baru aja buka pintu, Mas. Kamu kok bisa tau aja sih kalau aku udah pulang. Apa jangan jangan kamu kasih cctv rahasia di depan rumah atau mobil ya?" tanya Asmara heran, seperti suaminya punya mata mata yang tau gerak geriknya.
"Ih kok suudzon sama suami sendiri sih sayang. Ya ini namanya ikatan batin tau. Lagian udah jam lebih dari set 9 pasti kamu udah sampek rumah kan? Aku hanya mengingat jadwalmu saja Asmara. Tapi boleh juga sih idenya, buat aku pasang cctv rahasia disekitar kamu biar aku tidak lepas memandangmu" jawab Alfano sambil mengutarakan ide dari tuduhan sang istri.
"Hmmm, aku malah merasa dipenjara kalau kamu kekang aku begitu Mas. Kamu mau aku merasa diikutin dan gak nyaman buatku?" sahut Asmara menggunakan nada protes.
"Ya kamu sendiri yang ngasih aku ide itu haha. Tapi tenang sayang , aku sudah dewasa dan kamu juga . Kita seharusnya saling percaya okay" ucap Alfano tenang.
__ADS_1
Asmara pun tersenyum dan ketika sudah masuk rumahnya ia dudukan tubuhnya di kursi ruang tamu untuk menikmati panggilan bersama Alfano.
"Hihi, maaf sayang. Yaaa ini hanya pemikiran wanita yang overthinking. Takut kamu gak percaya sama aku gitu, kok sampai pasang pasang cctv tanpa diskusi dulu sama aku. Tapi kalau semisal adanya cctv lebih aman buat memantau sih aku gapapa selama kamu ngomong dulu yaa" sahut Asmara tenang juga.
"Iya dong. Aku tuh cowok yang gak suka main diem dieman. Semuanya harus di diskusikan. Antara suami dan istri harus sejalan meskipun pada nyatanya pasti ada perbedaan jalan namun kita pastikan tujuannya sama" ucap Alfano.
"Betul. Aku setuju sama Mas Alfano. Oh iya, mas ini dimana ? Di kantor lagi?" tanya Asmara.
"Nggak di kantor lagi malam ini, aku pulang ke rumah mami karena besok pagi aku diajak mami ke suatu tempat. Kamu jangan tanya aku kemana ya karena mami gak mau kasih tau" jawab Alfano.
"Oh iyaa. Berarti besok kamu gak kerja dong?" tanya Asmara lagi.
"Masuk dong, tapi telat. Biasa Jaka yang kuminta tolongin handle acara pagi. Aku harus beresin berkas berkas perjanjian biar besok rabu dan kamis gak terlalu banyak kerjaan" jawab Alfano.
"Sini dekatkan handphone ke perutmu. Aku akan bicara pada mereka biar gak buat kamu kesulitan apalagi malam malam begini" minta Alfano.
Asmara dengan senyum senyum sendiri meletakkan handphone nya diata perut lalu ia speaker panggilan itu.
"Udah, Mas" kata Asmara.
"Oke. Hello anak anak daddy. Lagi apa nih kok katanya momi , kalian aktif terus? Apa nggak ngantuk diajak momi kerja seharian? Ayo tidur yuk. Tunggu 2 hari lagi daddy temenin kalian tidur ya" sapa Alfano pada twins yang berada diperut istrinya.
"Wah, mujarab sekali suaramu, Mas! Mereka langsung diem loh, gerak dikit aja" seru Asmara happy.
"Namanya juga twins sayang daddy , jadi memang suaraku enak didengar mereka kali ya" sahut Alfano bangga.
__ADS_1
"Ya iyalah sayang, yang bikin mereka ada juga kamu" sindir Asmara sambil tersenyum smirk yang tidak bisa dilihat Alfano.
"Eits, jangan bikin aku merasa bersalah dong sayang. Jadi inget bikinnya mereka ketika kamu belum siap" ucap Alfano dengan nada sendu.
"Seharusnya kamu gak perlu merasa bersalah soal kehadiran mereka diantara kita Mas, tapi merasa bersalah kenapa kamu sempat meragukan jika bukan anak kamu" sindir Asmara lagi tapi dengan niat mengenang masa itu saja , mengingat sebagai pengalaman dan pembelajaran hidup. Tapi jangan sering sering dilakukan bahaya jika mengungkit masa lalu yang menyakitkan sebelum sudah berdamai dengan itu.
"Hmm, iya iya maafkan aku ya sayang. Maafkan daddy juga ya twins karena masa itu aku terlalu bodoh untuk jadi daddy kalian. Tapi sekarang aku sudah pantas dan pintar bertugas untuk itu" ujar Alfano dengan nada lembut. Lagi lagi Asmara puas dengan jawaban suaminya.
"Momi setuju! Daddy memang terbaik!" seru Asmara sambil mengelus samping perutnya.
"Iya dong, suami sapa dulu" bangga Alfano menggoda wanita hamil yang melakukan panggilan dengannya. Asmara jadi tersipu malu di goda suaminya.
"Suami dari Asmara Raniata" jawab Asmara lirih.
"Apa sayang? Aku gak dengar. Aku nih suami siapa?" tanya ulang Alfano padahal ia mendengar jawaban Asmara namun karena lirih ia menyuruh istrinya itu untuk lebih keras menjawabnya.
"Suami dari Asmaraaaa Raniataaa. Alfano Yudhistira, lelaki yang menjadi suami aku, wanita yang hamil bayi bayinya" jawab Asmara dengan penekanan dan nada yang diperpanjang ketika menyebut namanya. Alfano langsung terkikih dan tersenyum puas mendengar jawaban Asmara dengan suara yang cukup yakin dengan apa yg dikatakan oleh wanita itu.
"Bener, aku bisa jadi ayah yang baik untuk twins dan suami yang baik untuk istriku karena istriku adalah kamu, Asmara Raniata" sahut Alfano dengan lembut membuat istrinya merasa terharu.
"I love you, Mas" ucap Asmara spontan.
Alfano yang menerima pengakuan itu pun tersenyum puas lagi dan langsung membalas "I love you too, Asmara sayang".
Seperti kemarin, mereka saling berbicara menggunakan telepon hingga jam set 10 karena waktu itu dimana Asmara membuat susu hamil sebelum tidur. Alfano pun terpaksa mengakhiri panggilan itu meskipun ia ingin meneruskannya namun mengingat Asmara sedang hamil jangan diajak begadang. Sebelum panggilan itu berakhir, mereka saling melempar kiss untuk memberikan perpisahan sementara yg indah.
__ADS_1