BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Pilihan seorang wanita


__ADS_3

Hubungan Long Distance Married (LDM) memang marak terjadi di kehidupan anak muda jaman sekarang. Ya seperti Asmara dan Alfano ini. Baru saja baikan dan memutuskan untuk menjalani kehidupan pernikahan bersama harus terpisah jarak. Tapi jangan khawatir, tidak lama lagi mereka bisa bersama. Pasangan ini spesial karena sang suami kaya raya dan pemilik perusahaan batu bara wkwk , istri mah ngikuti aja nanti 🤣


Back to story...


Keesokan harinya jam 7 pagi, Asmara sudah memakai dress cantik selutut untuk pergi ke rumah sakit bersama Bunga. Kali ini, Asmara menawarkan diri untuk menjemput Bunga memakai mobil Alfano di rumah sahabatnya itu. Awalnya Bunga menolak karena ia tidak tega melihat wanita hamil menyetir , namun ia mengingat masa kehamilannya yang menyetir mobil sendiri kemana mana dan itu menjadi kesenangan tersendiri.


Akhirnya, Bunga mau dijemput Asmara dirumahnya. Tepat jam set 8 pagi, mobil Alfano sudah sampai didepan rumah Bunga namun kali ini dibawa oleh Asmara.


Mendengar suara mobil berhenti depan rumahnya, Bunga langsung keluar sambil menggendong Flo, putrinya yang lucu lalu dibelakang mereka diikuti oleh Dirga, suami Bunga. Asmara pun turun dari mobil dan menyapa keluarga Bunga.


"Halo Flo, anak cantik. Apa kabar?" sapa Asmara menghampiri Flo digendongan Bunga.


"Aku baik, tante" jawab Bunga menirukan suara anak kecil.


"Wah lucu banget anakmu, Bun" puji Asmara sambil mengelus pipi anak kecil didepannya.


Lalu pandangan Asmara beralih ke suami Bunga dan menyapa pria itu sebagai tanda hormat, sopan santun.


"Selamat pagi, Mas Dirga" sapa Asmara sambil mengulurkan tangan.


"Selamat pagi, Asmara" balas sapa Dirga dan menerima uluran tangan wanita hamil didepannya.


Setelah sapaanya di balas, Asmara melepaskan uluran tangan.


"Gimana kabarmu? Ciee jadi pengantin baru sekaligus langsung jadi nyonya besar perusahaan batu bara" goda Dirga yang memang sudah lumayan akrab dengan Asmara, Bunga pun tersenyum mendengar godaan suaminya ke sahabatnya itu.


"Ih pasti Bunga ya Mas, cerita aneh aneh. Tapi Alhamdulillah kabarku baik" sahut Asmara dengan candaan juga.


"Aku gak cerita aneh aneh kok, Mar. Cuma cerita kalau Asmara sekarang udah bahagia jadi istri CEO wkwk" canda Bunga juga.


"Hmmm. Kalau Bunga cerita yang agak hiperbola , nggak usah Mas Dirga percaya ya" ucap Asmara memberikan saran kepada suami sahabatnya itu.


"Hahahaha" tawa mereka bersama.

__ADS_1


"Ayo kita ke rumah sakit keburu rame" ajak Bunga sambil menyerahkan Flo ke gendongan Dirga.


"Mas titip Flo ya. Nanti kalau mas berangkat kerja, seperti biasa bilang ke dia kalau ayah nya sayang Flo, okey?" ingat Bunga.


"Iya sayang. Mas gak lupa bilang sayang sama anak cantik ini yakaan Flo?" sahut Dirga sambil menciumi pipi gemes Flo digendongannya.


"Siap deh kalau gitu, aku pamit dulu ya ngantar Asmara kontrol kandungan dan sekalian nanti langsung ke restauran" pamit Bunga sambil mencium pipi suaminya lalu bergantian mencium pipi putrinya.


"Ibu sayang Flo" ucap Bunga ketika mencium putrinya.


"Oh gitu? Cuma Flo aja yang disayang? Aku nggak?" Dirga sok ngambek.


"Hahaa kan tadi udah kucium sebagai tanda pamit ke Mas. Gak enak ada Asmara kalau aku bilang sayang kamu. Dia nanti makin gak betah jauh jauh sama suaminya haha" sahut Bunga sambil menggoda Asmara yang sedari tadi melihat keluarga kecil bahagia didepannya.


"Abaikan aku, Bun. Hahaha, aku gak semudah itu kamu goda kali. Yaudah, daripada aku jadi obat nyamuk, aku ke mobil dulu. Kamu bisa pamitan ke suami dan anakmu dengan puas. Mas Dirga , aku pamit dulu yaa. Bye bye Flo jugaaa" pamit Asmara menghindari suasana mengganggu keluarga kecil untuk berpamitan.


"Bye bye , tante Asmara" sahut Dirga menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangan putrinya ke arah Asmara yang sudah berjalan menuju mobil. Bunga menoleh kearah Asmara yang membelakanginya dan langsung mencium pipi Dirga lagi dan berkata lirih "I love you, Hubby".


"Udah ya, aku pamit. Bye bye Flo, nanti ibu pulang siang buat main sama Flo bentar ya" ucap Bunga sambil melambaikan tangan ke putri dan suaminya lalu berjalan cepat menyusul Asmara masuk mobil.


"Udah pamitnya?" celetuk Asmara ketika Bunga duduk di kursi penumpang sampingnya.


"Udah dong. Kalau lama lama bikin kamu makin iri lihat kemesraan aku sama Mas Dirga dan ada Flo juga" ejek Bunga.


"Ih siapa juga yang iri kebahagiaan orang. Aku juga bahagia kali sama keluarga kecilku sendiri. Tapi aku seneng lihat keluargamu adem gitu. Kamu , Mas Dirga dan Flo benar benar keluarga impian anak muda" sahut Asmara dengan senyum tulusnya memuji keluarga Bunga.


"Yakaan kamu yang hiperbolaa sekarang. Hahaa. Udah ya kagumnya sama keluargaku, ayuk kita kerumah sakit udah hampir jam 8" ajak Bunga.


"Hahaha, oke bos Bunga. Kita berangkat" sahut Asmara sambil menjalankan mobilnya tidak lupa kaca jendelanya ia buka karena Bunga ingin melambaikan tangan ke arah Flo yang masih digendong ayahnya.


Setelah mobil berjalan menjauh dari rumah Bunga hingga tak terlihat lagi Flo dan Dirga, kaca jendela sisi Asmara ditutup.


"Aaah, berpisah sama anak setiap pagi itu sungguh menyakitkan. Tapi aku juga gak bisa diem dirumah" celetuk Bunga sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil.

__ADS_1


"Kenapa kok gitu?" tanya Asmara heran.


"Karena kita melewatkan masa tumbuh kembang anak kita, Mar. Pulang pulang anak udah tidur , terus kita gak tau kegiatannya apa aja. Meskipun kadang kadang aku minta Mbok Ni yang jaga Flo ngirim foto atau video kegiatannya tapi kurang puas gitu" jawab Bunga dengan sendu sambil melihat depan dengan pandangan merasa bersalah.


"Hmm, kan itu pilihan hidup Bunga. Tapi kan kamu kerja di restauran milikmu sendiri, jadi bebas kan kalau mau keluar buat main sama Flo sebentar atau sewaktu waktu pulang buat jemput Flo untuk ikut kamu ke restauran, kamu bisa deket sama anakmu kapanpun. Lagian ada Rahma yang gantiin kamu kalau kamu libur atau izin keluar. Aku pikir sih menjadi wirausaha adalah pekerjaan ideal untuk para ibu yang ingin berkegiatan sambil mengurus anak" sahut Asmara memberi pandangan ke Bunga.


"Iya juga sih. Aku gak bayangin gimana perasaan ibu ibu yang kerja kantoran , gak punya waktu fleksibel buat memperhatikan anak ketika kerja di kantor. Pulang pulang anak udah tidur, berangkat kerja anak belum bangun. Mereka kuat sekali jadi wanita" ucap Bunga yang merasa dirinya menjadi salah satu wanita sekaligus ibu yang beruntung masih bisa bekerja sambil bermain dengan putrinya meskipun tidak penuh waktu kecuali jika ia izin libur.


"Nah itu. Aku beruntung sekali punya sahabat kayak kamu yang mau bekerjasama untuk memulai bisnis restauran Enak Kabeh dan ternyata disukai banyak orang. You my best bestfriend, Bun! lope youu" puji Asmara sambil mengoda sahabatnya itu.


"Ih gombal! Udah serius nyetirnya, bahaya kalau kamu bercanda mulu" ingat Bunga.


"Hehe iyaaa, ini mau sampai" sahut Asmara.


"Nanti pulangnya aku yang nyetir ya, gantian. Gak tau kenapa kalau lihat orang hamil nyetir bawaannya aku gak tenang, padahal dulu waktu hamil Flo, enak aja tuh nyetir sendiri" minta Bunga.


"Senyamannya kamu aja deh, Bun. Lagian kayaknya enak disetirin kalau hamil begini. Aku beda sama kamu kalau gitu" sahut Asmara mengiyakan permintaan Bunga.


"Bawaan bayi beda ya hahaha" ujar Bunga sambil tertawa.


Akhirnya beberapa saat kemudian, Asmara dan Bunga sampai di rumah sakit besar ibu dan anak Bandung dimana Dr. Aryanti praktek. Asmara dengan lihat memarkirkan mobilnya.


"Wuih keren banget ternyata keterampilan parkirmu, Asmara" puji Bunga.


"Aku pegang mobil dari manual sejak aku sekolah dan udah diajarin ayahku naik pick up. Kamu tau sendiri dulu ketika kerja kelompok dirumahmu, aku bawa pick up karena sekalian nganter hasil panen ayah ke pasar. Terus ini mobil matic ya gampang banget dong" sahut Asmara terkesan sombong tapi niat bercanda atau jangan jangan udah ketularan Alfano yg suka membanggakan diri 🤭


"Oh iya sih , lupa hehe. Emang kamu mah wanita serba bisa , kuat lagi" puji Bunga lagi.


"Kamu juga wanita sabar dan pengertian, jadi aku pun suayang sama kamu. Ceilaaah balas muji memuji jadinya. Udah ah, canggung kan kita berdua kalau sok baik begini? Normal lagi aja deh" ucap Asmara yang merasa suasana menjadi aneh karena saling lempar pujian tanpa diminta tapi seperti balas balasan.


"Hahahahaha, bisa ajaaaa lu. Okedeh, ayo keluar. Pas banget jam set 9 pagi sampek" ujar Bunga sambil melepas sabuk pengamannya lalu keluar mobil terlebih dahulu.


Asmara pun tidak bisa cepat menyusul Bunga keluar mobil karena perutnya yang sudah besar dan tak bisa bebas bergerak. Bunga pun dengan sabar menunggu sahabatnya didepan mobil.

__ADS_1


__ADS_2