
Senyum merekah di bibir Asmara yg awalnya tadi datar karena menunggu sang suami tak kunjung datang.
"Ini susu hamil ku mas?" tanya Asmara ketika Alfano menerima gelas susu coklat padanya.
"Iya Asmara. Tadi kamu asyik makan buah terus sampek lupa nutrisi tambahan untuk anak anakku" ujar Alfano.
"Mereka juga anak anakku kali. Ya masa anak mas doang" omel Asmara tidak terima jika twins cuma dianggap anak Alfano aja.
"Iya iyaaa, anak kita. Yaudah kamu duduk dulu sebelum minum" ingat Alfano sambil menuntun Asmara duduk ditepi ranjang.
"Makasih ya mas udah dibikinin susu hamilnya" ucap Asmara lembut dan tulus lalu langsunh meminum susu itu hingga habis tak tersisa.
"Sama sama, sayang" sahut Alfano yg lagi lagi membuat Asmara menatapnya dengan tajam.
"Alfano" panggil Asmara dengan wajah datar.
"Hehe, iyaaa iyaaa. Maaf maaf , refleks" alasan Alfano.
"Sini gelasnya, aku bawa ke westafel" ucap Alfano sambil mengambil gelas kosong di tangan Asmara dan ia pun berjalan menuju keluar kamar tanpa pintunya ditutup. Tak lama kemudian , tidak sampai semenit Alfano sudah kembali dan menutup pintu kamar.
"Cepet banget" ucap Asmara pada suaminya yg udah masuk kamar lagi setelah ke dapur.
"Iya lah, mau ngapain lagi lama lama disana. Enak disini sama kamu" sahut Alfano yg sudah memposisikan dirinya diatas ranjang tapi bersandar di kepala ranjang.
Asmara pun ikut menaikan tubuhnya ke ranjang dan menyandarkan kepalanya juga disebelah Alfano.
Tiba tiba pria itu mengingat janji sang istri ketika makan malam tadi yaitu hadiah ciuman jika bisa senyum dari makan sampai selesai. Alfano yang merasa sudah melakukan apa yang diminta pun, menagih janji Asmara.
"Asmara, kamu gak lupa janjimu tadi kan waktu makan nasgor sama mami?" tanya Alfano.
Asmara pun menoleh ke suaminya dan sok lupa padahal ia ingat akan hadiah ciuman untuk Alfano.
"Hmmm, janji? Memang aku pernah janji sama mas apa?" tanya balik Asmara berlagak heran dan tidak tau pertanyaan Alfano.
"Beneran kamu lupa?" tanya Alfano lagi memastikan tapi wajahnya sudah datar dan terlihat kecewa.
"Beneran. Tadi kita enak enak aja kan makan nasi goreng pusat alun alunnya, ya maaf kalau lupa. Keasyikan makan sama ngobrol bareng mami tadi" alasan Asmara.
"Yaudah" kesal Alfano lalu merebahkan dirinya dibawah selimut dan berusaha menutup mata untuk mulai tidur dengan posisi terlentang.
Asmara pun tersenyum smirk dan puas bisa menggoda sang suami hingga terlihat kesal. Ia tidak menyangka jika Alfano bisa melepaskannya semudah itu. Ia kira, pria itu akan memaksanya untuk mendapatkan janji yang ia berikan tadi pada Alfano.
Dengan gerakan pelan, Asmara menurunkan wajahnya hingga berada diatas wajah Alfano yg sedang tidak melihatnya. Wanita hamil itu mendekatkan lagi wajahnya pada wajah pria tampan yang menjadi suaminya itu sampai bibir mereka bersentuhan.
__ADS_1
Asmara membiarkan bibirnya mencium bibir Alfano beberapa detik hingga tangan pria itu terangkat dan ia letakkan di tengkuk leher istrinya dengan pelan lembut. Tanpa ingin melepaskan kecupan sang istri, Alfano mendorong dengan halus sekali tengkuk leher itu untuk membuat bibir mereka semakin dalam kecupannya.
Lembut tapi pasti, kecupan itu berubah jadi ciuman beneran yg mulai membuat Asmara kehabisan nafas. Ciuman yang sama sama sepasang suami istri itu baru dapatkan secara sadar dan bergairah.
Melihat ekspresi istrinya seperti akan kehabisan nafas, Alfano mendorong tubuh Asmara pelan untuk melepas ciuman mereka.
"Maaf, kamu memulai duluan Asmara" lirih Alfano dengan tatapan damba dan sudah bergairah.
Asmara hanya diam saja sambil tersipu malu karena perbuatannya sendiri yang membuat macan tutul jantan bangun dari sarangnya.
Alfano mendudukan dirinya disamping Asmara dan memegang kedua lengan istrinya untuk mengarahkan tubuh wanita hamil itu berhadapan padanya di atas ranjang.
"Kecupan tadi hadiah untuk ku kan? Katanya lupa tapi kok dikasih hadiahnya" tanya Alfano menggoda.
"Janji ya janji harus ditepati" jawab Asmara dengan tatapan merunduk menyembunyikan pipi merah meronanya dan bibirnya yg basah dan terlihat sexy dimata Alfano.
"Haha, memang istriku terbaik. Makasih yaaa Asmara untuk hadiahnya. Aku mau deh kalau kamu nyuruh aku senyum terus seharian kecuali lagi tidur dan mandi, tapi hadiahnya ciuman 30 menit untuk kita" tantang Alfano.
Langsung saja Asmara pun mengangkat wajahnya menatap wajah Alfano dengan alisnya yg terangkat salah satu.
"Gak mau. Aku bisa kehabisan nafas, ciuman selama itu" tolak Asmara membuat Alfano tersenyum padanya.
"Hmmm, bener juga sih. Yaudah, hadiahnya udah kudapat dan aku bisa tidur nyaman dengan mengingat rasanya ciuman sama kamu hingga bertukar saliva meskipun sebentar tadi hehe" ucap Alfano lalu melepaskan kedua tangannya dari lengan Asmara.
"Makasih ya Asmara. Ayo tidur lagi, besok aku harus berangkat pagi ke bandara" pamit Alfano langsung merebahkan tubuhnya lagi diatas kasur dengankeadaa terlentang.
Asmara tak menyahuti pamitan Alfano lalu ia pun ikut merebahkan dirinya dibawah selimut ranjang dan dalam posisi terlentang. Hatinya sampai tidak karuan karena mengingat jika ia mencium suaminya duluan dan pake gairah lagi.
Hingga 30 menit berlalu, mereka yg awalnya berniat tidur namun tidak bisa tidur.
"Mas" panggil Asmara yang juga tau suaminya itu tidak bisa tidur karena banyak gerakan kecil dari Alfano sampai wanita hamil itu gugup sendiri.
"Iya? Kamu gak bisa tidur juga ya?" tanya Alfano sambil memiringkan tubuhnya menghadap wanita disebelahnya.
"Iya, aneh. Mungkin karena ini pertama kali juga kita tidur diranjang bareng dengan kesediaan masing masing pihak" jawab Asmara dengan lirih tp masih bisa didengar suaminya.
Setelah menjawab Alfano barusan, Asmara miringkan tubuhnya kearah suaminya, ditatapnya wajah tampan pria dihadapannya ini
Sepasang suami itu saling tatap dan hanyut dalam pikirannya masing masing.
"Aduh aku gak bisa tidur karena merasakan ciumannya tadi yang sungguh memabokkan ku tanpa alkohol" batin Alfano.
"Hadiahku jadi boomerang ke diriku sendiri. Gimana pria bisa dipancing pake ciuman segala apalagi istri sendiri. Jadi aku kena imbasnya, padahal tadi cuma pingin lihat dia senyum aja waktu makan eh refleks pake hadiah ciuman segala. semoga Mas Alfano bisa tahan dan gak minta hak nya malam ini" batin Asmara mulai khawatir apa yang akan dilakukan suaminya jika terbakar gairah.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak bisa tidur, Asmara? Twins gerak terus?" tanya Alfano memulai percakapan.
"Hmm, nggak juga. Mereka memang gerak sih tapi masih normal" jawab Asmara.
"Mas juga kenapa kok belum tidur, besok pagi harus balik Jakarta kan?" lanjut Asmara.
"Hmmm, aku gak bisa tidur karena merasakan ciuman mu tadi" jujur Alfano membuat Asmara menajamkan pandangannya ke pria itu.
"Tapi tenang Asmara, aku tidak meminta lebih. Bersyukur banget tadi kamu udah nepatin janji dan ngasih aku hadiahnya" lanjut Alfano dengan senyum tampan menatap istrinya.
Deg. Hati Asmara merasa seperti ada rasa bersalah pada suaminya itu karena membuat Alfano menyukai ciuman tadi hingga bergairah namun ia bisa melihat pria itu menahannya.
Wanita hamil itu belum siap jika menyatukan tubuh mereka secepat ini meskipun dia juga merasakan gairah karna ciuman dengan Alfano, tapi entah kenapa rasa takut senjata tempur suaminya masuk ke lubang miliknya itu masih terbayang apalagi membayangkan paksaan beberapa bulan yang lalu.
Meskipun ia juga menyadari malam itu tak sepenuhnya menyakitkan karena ia juga menikmati malam panas di mobil mewah Alfano, namun sekali lagi wajah pria itu ketika ingin memperkaosnya saat itu sangat menakutkan baginya.
"Maaf, mas. Aku belum bisa memenuhi hakmu malam ini. Aku masih..." ucap Asmara dengan sendu namun tiba tiba dihentikan oleh jari Alfano yg ditempelkan di bibirnya.
"Aku tau aku salah telah menyakitimu di awal waktu itu, Asmara. Aku juga tau pasti tidak mudah menerimaku dengan kesalahan besarku itu. I know, I'm so sorry baby. Aku berjanji tidak akan memaksa sesuatu yang tidak mau kamu lakukan" kata Alfano menenangkan hingga membuat Asmara pun memegang jari suaminya yg berada dibibirnya untuk ia pegang agar bisa berbicara.
"Aku udah maafin kamu, Mas Alfano" sahut Asmara dengan suaranya yang lembut dan mengenggam tangan sang suami.
Alfano mendengar perkataan wanita hamil dihadapannya itu tersenyum.
"Asmara, mas boleh peluk kamu dari belakang biar bisa pegang si twins juga?" minta Alfano penuh harap.
Asmara memberikan senyumannya mendengar permintaan Alfano. Tanpa menjawab terlebih dahulu setuju atau tidak , ia miringkan tubuhnya membelakangi suaminya lalu menarik tangan pria itu yang sebelumnya ia pegang untuk berada diperutnya hingga Alfano terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya itu. Dengan tubuh kaku dan masih tegang , Alfano pun merapatkan posisinya dengan punggung Asmara dan merasakan tangannya sudah berada di atas perut buncit sang istri.
"Mas bisa peluk kita sepuasnya" ujar Asmara yang sudah merasakan pelukan sang suami dari belakang.
"Ini nyaman banget megang si twins sekalian meluk kamu, tapi kamu nyaman kan kayak gini? Aku gak mau maksa kamu kalau kamu gak nyaman" tanya Alfano.
"Lebih nyaman lagi kalau mas elus elus perutku aja. Twins kayaknya bakal seneng kamu gituin" jawab Asmara sambil mengarahkan tangan Alfano untuk mengelus perut dengan tangannya.
"Mereka makin gerak gerak , aku pegang. Kamu malah gak bisa tidur kan kalau mereka banyak gerak?" tanya Alfano khawatir.
"Gapapaa, aku bisa tidur dengan mereka gerak gerak, udah biasa sebulan ini. Tapi aku tetep nyaman kamu peluk begini" jawab Asmara dengan nada pelan menandakan ia mulai mengantuk.
"Yaudah, aku peluk begini sampai kamu tidur. Good night, mami dari twins" ucap Alfano sambil mencium pucuk kepala sang istri yang berada lebih rendah dari kepalannya.
"Good night, daddy twins" sahut Asmara dengan suara lirih dan tidak lama ia pun berhasil tertidur ketika jam sudah menunjukkan sekitar 11 malam.
Alfano pun merasakan kenyamanan dan gerakan twins di tangannya membuat ia juga akhirnya terlelap menyusul sang istri ke alam mimpi.
__ADS_1