BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Mertua langka


__ADS_3

Asmara nyenyak tidur siangnya hingga tidak terasa jam sudah menunjukan jarum pendeknya di diantara angka 4 dan 5 alias sudah jam set 5 sore.


Ia mengerjapkan matanya dan bangun ketika hp nya berbunyi. Ia ambil hp ditasnya dengan rasa kantuk yang belum sepenuhnya hilang dan belum sadar jam berapa saat ini. Tanpa melihat nama tertera di panggilannya, Asmara langsung menerima panggilan itu.


"Halo menantu mami. Kamu dimana sekarang?" sapa Bu Laras yang ternyata menelepon Asmara sore ini.


Mendengar suara mertuanya yang sangat ia kenali, Asmara pun langsung mendudukan tubuhnya dengan baik dan rasa kantuknya langsung hilang.


"Hai mami. Asmara sedang duduk di sofa , habis ketiduran disini hehe" jawab jujur Asmara.


"Ngapain tidur disofa sayang? Pasti nggak nyaman banget. Perutmu gapapa tidur sambil agak duduk gitu?" tanya Bu Laras khawatir.


"Gapapa mami, nyaman kok. Tadi udah aku sesuaikan posisi tidurku senyaman mungkin" jawab Asmara apa adanya.


"Syukurlah kalau begitu. Oh ya kamu belum jawab pertanyaan mami, kenapa kamu tidur di sofa sayang" tanya ulang Bu Laras karena penasaran kok menantunya itu bisa tidur di sofa.


"Hehe maaf mami, kelewatan belum jawab ya. Tadi Asmara habis belanja buat cemilan dan minuman kalau keluarga kumpul besok. Ndak enak kalau rumahnya kosong nggak ada yang bisa dimakan. Tadi mami udah aku beliin buah jambu biji juga sama anggur , semoga mami suka ya" jawab Asmara lembut.


"Yaampun, memang menantu mami ini terbaik. Perhatian banget sih, Nak. Kamu sendirian belanjanya? Alfano tau kalau kamu belanja sendirian?" tanya Bu Laras yang tidak ada hentinya.

__ADS_1


"Mas Alfano tau mami. Tadi aku izin sama dia. Dia bolehin kok selama aku gak terlalu capek2 atau bawa barang berat berat" jawab Asmara.


"Tapi akhirnya kamu kecapean kan?" tanya Bu Laras yang memang sangat khawatir tau menantunya itu belanja sendirian.


"Udah nggak capek mami, udah tidur siang juga. Mami jangan khawatir ya dan Mas Alfano jangan dimarahin, Asmara tadi yang minta belanja sendiri" jawab Asmara lagi dan memberikan pembelaan pada suaminya sebelum mendapatkan omelan dari mertuanya itu.


"Hmmm. Okedeh. Ini mami telepon karena nanti agak malaman, temen mami bawaain baju kebaya untuk kamu besok akad. Jangan pake yang kemarin karena suasananya udah beda jadi mami pingin suasana pernikahan kalian kali ini lebih bahagia dan kamu pun pake kebaya yang lebih berwarna. Meskipun nikah di KUA aja tapi besok kita harus foro studio ya sayang. Semuanya udah mami siapin pokoknya soal perfotoan. Tinggal nunggu kamu dan Alfano SAH di KUA" jelas Bu Laras menyampaikan maksud tujuannya menelepon.


"Mami repot repot banget. Kebaya kemarin bagus banget loh dan masih bisa Asmara pakai" ucap Asmara dengan sungkan karena terlalu merepotkan mertuanya itu.


"Iya pake aja kalau kondangan sama Alfano. Pokoknya mami udah bikinin kamu kebaya lagi dan Jas Alfano juga sekalian nanti malem dianter. Kamu terima ya" minta Bu Laras.


"Baik mami. Asmara bahagia banget dapet rejeki mertua sebaik mami. Asmara sayang mami" puji Asmara dengan mata berkaca kaca.


"Siap mami. Kita berdua akan selalu saling melengkapi dan hidup dengan baik, InshaAllah" ujar Asmara dengan lembut dan tulus.


"Ya sudah sayang, pasti kamu belum mandi ya. Mandi dulu sana, wanita hamil gak boleh mandi sore sore atau terlalu malam sayang. Oh iya katanya Alfano, keluargamu sore ini datang? Jam berapa?" tanya Bu Laras lagi.


"Iya mami, siap. Habis ini Asmara mandi kok. Kemungkinan ayah ibu dan rombongan akan datang habis mahrib, mam" jawab Asmara sesuai info dan perhitungan jam perjalanan.

__ADS_1


"Rombongan? Memang keluargamu bawa siapa lagi selain ayah ibu dan adik adikmu?" tanya Bu Laras dengan rasa penasarannya.


"Ayah bawa kakaknya beserta istri , mam. Katanya pakde akan dijadikan saksi nikah dari pihak wanita. Tadi aku udah tanya ke Mas Alfano, kira kira mami ngundang saudara lain kah tapi dia katanya nggak tau" jawab Asmara.


"Oh iyaa. Mami memang belum cerita kalau mau ajak paman bibi dan om tantenya juga yang tinggal di Jakarta. Nanti ada paman Ibrahim dan Bibi Cici serta ada Om Hendra dan Tante Ussy. Mereka semua saudara dari mami. Kalau saudara dari papi Alfano, mereka jauh jauh banget malah kebanyakan di luar negeri. Nanti setelah kamu lahiran, kita bisa main ke sana ya" jelas Bu Laras.


"Baik mami. Tapi kamarnya nggak cukup kalau ada 2 pasang saudara dari mami, apa perlu aku bookingkan hotel untuk mami dan keluarga biar keluarga Asmara saja yang tinggal dirumah?" tawar Asmara yang tidak enak jika nanti rumahnya dan rumah Alfano tidak cukup menampung tamu keluarga untuk pernikahan mereka.


"Kamu nggak usah khawatir sayang. Mereka naik mobil sendiri dari Jakarta, satu mobil. Mami udah siapin mereka kamar di hotel terdekat dari rumah kamu itu. Kamu santai aja gak perlu memikirkan hal hal seperti ini, kasian twins kalau maminya mikir banyak hal" ucap Bu Laras menenangkan.


"Mami terlalu baik untuk Asmara, membuatku makin merasa beruntung dan merasa takut sekaligus kalau tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk mami" ujar Asmara dengan nada sendu.


"Asmara ngomong apaan sih sayang, mami udah bahagia banget kamu mau menerima Alfano jadi suami kamu. Mami sangat bersyukur ada kamu di keluarga mami. Kamu gak boleh merasa berhutang atau takut sama mami ya" sahut Bu Laras dengan mencoba memberikan kenyamanan hubungan untuk menantunya itu.


"Asmara sayang mami pokoknya" ucap Asmara dengan setetes air mata yang jatuh dipipinya karena terlalu terharu atas sikap dan perkataan Bu Laras.


"Mami juga sangat sayang kamu, Asmara. Yaudah, mandi sana keburu keluargamu datang. Bye bye, sampai bertemu besok malam" pamit Bu Laras.


"Bye bye mami" balas Asmara sebelum panggilan itu selesai.

__ADS_1


"Kalian sangat beruntung mendapatkan eyang sebaik mami Laras, sayang" ucap Asmara sambil mengelus perutnya merasakan kaki twins bergerak.


Lalu ia berdiri dari posisi duduknya dan berjalan menuju kamar untuk mandi sore dan bersiap siap menyambut kedatangan keluarganya.


__ADS_2