BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Mobil dari menantu


__ADS_3

Setelah semuanya bersuka cita mengetahui kehamilan anak kembar Asmara, Rani dan Rian membantu membawa 6 kresek belanja yang masih di ruang tamu menuju dapur karena di minta tolong kakaknya yg sedang hamil itu.


Setelah itu, menunjukkan kamar orang tuanya di kamar kedua rumah Alfano dan Pakde Budenya ia berikan kamar kedua di rumahnya. Wanita hamil itu fikir biar orang tuanya serumah dengan keluarga suaminya.


Ketika melewati pintu penghubung, Pak Wawang dan Bu Asih terkejut kok ada pintu ini padahal waktu kesini hampir 2 minggu yg lalu belum ada.


"Loh udah ada pintu penghubung nya ya, Nak? " tanya Pak Wawang.


"Iya, Yah. Mas Alfano yang bongkar dan renovasi pintunya. Memang aslinya sudah ada pintu ini sejak awal, karena yang punya rumah ini ternyata 1 keluarga. Waktu ayah ibu kesini pertama kali, pintunya ditutup tripleks dan kulkas jadi ndak kelihatan" jawab Asmara.


"Enak dong ya, bisa masuk rumah suami mu kapan aja" sahut Bu Asih.


"Hihi iya bu. Oh ya , besok ketika pernikahan Mami Laras membawa 2 sepasang adik dan kakaknya juga untuk datang tp mereka ndak nginep sini karena bawa mobil sendiri dan mereka menginap di hotel sebelah. Seperti nya yang nginep sini tetap mami dan kak Alfani saja, jadi kamarnya pas dan ayah ibu dekat sama besan" jelas Asmara ketika sudah mengantar ayah ibunya untuk tinggal di kamar kedua rumah Alfano.


Pembagian kamar selesai untuk orang tua dan pakde budenya, mereka pun kembali kerumah Asmara. Rani dan Rian sedang sibuk menata belanjaan kakaknya di lemari dapur dan dalam kulkas.


"Rian Rani, tolong kakak ambil kasur lipat di bagasi mobil ya. Itu buat kalian tidur nanti" suruh Asmara lagi dan membuat adik adiknya mengikuti hingga keluar rumah dan menuju mobil dimana barang yang dimaksud berada.


Bu Asih dan Bu Lastri kini berada di dapur melihat banyak bahan makanan dan cemilan, membuat mereka berencana menyiapkan makan malam. Sedangkan Pak Wawang dan Pak Jarman menuju ruang tamu dan melihat TV dari situ.


Setelah membuka bagasi mobilnya, Asmara salah fokus dengan mobil yang dipakai keluarga nya datang. Tadi ia tidak sempat memperhatikan nya, karena terlalu senang keluarganya sudah datang dengan selamat.


"Hei Yan, itu mobil siapa? kayaknya kalau nyewa mobil gak sebagus dan semulus ini deh?" tanya Asmara sambil melihat mobil keluarga Inova didepan mobil camry nya.


"Oh itu mobil baru dari Mas Alfano untuk Ayah. Tadi pagi pagi, mobil nya datang ke rumah" jawab Rian, meskipun ia masih kesal dengan kakak iparnya tapi ia tau jika Alfano sudah semakin baik dan berubah. Ia juga senang akhirnya, keluarganya punya mobil sendiri. Hanya butuh pembiasaan saja bersama Alfano, untuk membuat Rian menerimanya menjadi suami dari Asmara.


"Oh ya?" tanya Asmara tidak percaya.


"Coba kakak tanya sendiri sama suami kakak itu" ucap cuek Rian sambil mengangkat 1 kardus panjang isi kasur lipat bersama Rani.


"Hmm, oke" sahut Asmara.


Wanita hamil itu berdiri didepan pintu rumahnya melihat adik adiknya 3 kali keluar masuk rumah untuk membawa kasur lipat yang ia beli, lalu masuk rumah lagi ketika sudah selesai memindahkan barang itu.

__ADS_1


Ketika masuk rumah, sudah terdengar suara masak masak di dapur, Asmara pun menuju sumber suara itu pasti ibu dan budenya sedang memasak sesuatu padahal ia sudah memesankan beberapa menu makanan di restauran enak kabeh melalui Bunga jam 7 tadi ketika menunggu keluarganya datang dan akan dikirim jam 8 malam, 10 menit lagi.


"Ibu dan bude kenapa repot repot masak masak sih, Asmara udah beliin kalian makan malam biar tidak membuat kalian kecapean masak" ucap Asmara lembut namun merasa tidak enak melihat 2 wanita yang mungkin seumuran itu sibuk masak.


"Kamu kan tau sendiri, ibu sama bude suka masak. Lagian tadi melihat belanjaanmu banyak bahan makanan, jadi kita masak aja buat makan malam. Kalau semisal udah dipesankan makanan gapapa, kita nyelesain bikin mie goreng ini aja sebagai tambahan makanan. Jangan merasa merepotkan kita sayang, kita memang mau masak sendiri ya kan Mbak?" sahut Bu Asih dengan tersenyum pada putrinya yg terlihat merasa bersalah karena membiarkannya masak malam malam.


"Iya, Asmara. Bude seneng banget masak masak gini apalagi buat dimakan sekeluarga. Kamu santai aja ya" ucap Bu Lastri membenarkan ucapan adik iparnya itu.


"Hmm, okedeh. Asmara cuma gak pingin kalian capek aja" ujar wanita hamil itu.


"Tenang, kita gak capek kok sayang. Udah, kamu lihat TV bareng ayah sama pakde dan adik adikmu. Kita selesaikan ini masak mie dulu" suruh Bu Asih.


"Iya Bu" ucap Asmara mengikuti suruhan ibunya dan berjalan kembali ke ruang tamu pas banget ada Pak Parjo, tukang parkir di restauran Enak Kabeh yang mengantarkan pesanan makanannya.


"Eh, ada Pak Parjo" sapa Asmara yang sudah bisa melihat Jukir (Juru Parkir) restaurannya sudah berdiri didepan pintu.


"Selamat malam, Neng Asmara. Ini titipan makanan dari Neng Bunga" ucap Pak Parjo sambil menyodorkan 1 kresek berisi beberapa bungkusan makanan


"Oh iya, Pak. Terima kasih ya" sahut Asmara lalu menerima kresek yang diberikan kurir restauran itu.


Wanita hamil itu berjalan masuk kedalam rumah sambil membawa kresek berisi makanan menuju dapur untuk ia berikan kepada ibunya.


"Bu, ini makanannya sudah datang. Nasinya udah aku buat di magicom ya. Sebentar aku mau ke kamar" ucap Asmara ketika meletakkan kresek itu di meja makan sekitar dapur lalu berjalan menuju kamarnya.


Di kamar, ia mengambil tasnya dan mengambil uang di dompet selembar warna merah. Asmara lalu berjalan lagi keluar kamar dan menuju Pak Parjo yang masih berdiri didepan rumah menunggunya.


"Maaf ya Pak Parjo, nunggu saya. Ini untuk bapak" kata Asmara sambil memberikan selembar uang tadi ditangan lelaki yang sudah mulai keriput, mungkin seusia ayahnya.


"Wah banyak banget, Neng" ucap Pak Parjo malu malu ketika melihat selembar uang merah di tangannya tapi aslinya sih seneng ya 😁


"Gapapa buat, bapak. Lagian udah malam juga, restauran udah mau tutup. Bapak boleh pulang saja setelah ini ya" sahut Asmara lembut.


Pak Parjo pun ingat beberapa hari yang lalu atau di minggu yang lalu, mengantar pesanan makanan di rumah yang sama ia menerima selembar uang merah dari lelaki muda yang ia tau adalah suami dari Asmara.

__ADS_1


"Memang Neng Asmara dan Pak Alfano cocok banget, sama sama orang baik. Semoga kalian selalu menjadi suami istri yang sakinah mawaddah warohmah ya. Saya seneng melihat Neng Asmara mendapatkan suami sebaik dan setampan Pak Alfano" ucap Pak Parjo sambil tersenyum ketika mengingat kebaikan Alfano juga memberikan dia selembar uang berwarna merah seperti yang dilakukan Asmara saat ini.


Asmara membalas senyum manisnya dan baru tau jika suaminya itu baik kepada Pak Parjo juga.


"Ya sudah neng, saya izin kembali ke restauran dulu ya mau ngasih laporan jika pesanan Neng Asmara sudah saya kirimkan. Saya pamit dulu" ujar Pak Parjo.


"Baik Pak, hati hati ya" sahut Asmara.


Pak Parjo pun berjalan menuju motornya dan kembali menuju restauran.


"Memang Mas Alfano itu sudah menjadi takdir terbaik ku. Alhamdulillah" batin Asmara sambil mengelus perutnya didepan rumah setelah menunggu Pak Parjo menghilang dari hadapannya.


Sebelum masuk rumahnya, tiba tiba ada mobil berhenti didepan dan keluarlah ibu ibu cantik dengan penampilan modis.


"Pasti itu teman dari mami yang mau nganter baju nikah buat besok" batik Asmara dan mengurungkan niat untuk masuk rumahnya dan menunggu tamunya itu menghampirinya.


"Selamat malam, dengan mbak Asmara ya? Saya teman Bu Laras ingin mengantar baju pernikahan untuk mbak dan suami" sapa ibu itu dengan lembut.


"Selamat malam Bu, oh iya silahkan masuk dulu" ajak Asmara namun ditolak oleh Bu Sekar namanya.


"Terima kasih atas penawaran nya mbak Asmara. Saya langsung aja ya, sebentar saya ambil bajunya dulu" ucap Bu Sekar sambil berjalan kembali ke mobil dan mengambil 2 hanger yang sudah tertutup tempat kebaya dan jas dengan rapi lalu ia kembali menghampiri Asmara.


"Ini ya mbak, kebaya dan jasnya. Ukurannya semoga pas karena saya hampir samakan ketika 3 minggu lalu tapi khusus kebaya Mbak Asmara saya lebihin beberapa centi karena pasti bayinya pun bertumbuh" jelas Bu Sekar sambil menyodorkan 2 bungkus pakaian itu kepada Asmara.


"Terima kasih banyak loh bu, sudah repot repot mengantarkan kesini malam malam lagi. Oh ya, mohon maaf saya belum tau nama ibu? Nama ibu siapa ya, biar kalau mertua saya tanya saya bisa jawab" tanya Asmara.


"Oh maaf mbak, sampek lupa belum memperkenalkan diri. Saya Sekar" jawab ibu ibu itu yang mungkin berumur 45 tahunan.


"Baik, Bu Sekar. Sekali lagi terima kasih yaaa" sahut Asmara dengan senyuman.


"Sama sama, Mbak. Semoga cocok dengan kebaya nya yaa dan saya yakin kalian makin cantik dan tampan besok" ucap Bu Sekar.


"Amiin, hati hati dijalan ya Bu" ujar Asmara lalu Bu Sekar berjalan menuju mobilnya dan masuk di kursi penumpang tengah.

__ADS_1


Setelah mobil Bu Sekar sudah tidak tampak, Asmara pun masuk ke rumah dan memanggil Rian untuk membantu membawakan 2 bungkus pakaian yang lumayan berat menuju kamarnya.


Lalu wanita itu kembali menyiapkan makan malam bersama ibu dan budenya didapur hingga siap disajikan diruang tamu.


__ADS_2