BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Cinta yang ditahan


__ADS_3

Alfano yang melihat istrinya sedang mengaduk susu, mendekatkan langkahnya hingga berada pas dibelakang Asmara. Lalu melingkarkan kedua tangannya di perut sang istri tanpa aba aba.


"Kamu ngagetin aja" ucap Asmara yang memang terkejut tiba tiba di peluk dari belakang meskipun itu sama suaminya sendiri.


"Gak tau nih kok aku jadi kayak gini sama kamu ya, mau deket terus. Apa jangan jangan karena kita udah memutuskan untuk berbaikan dan bersama membuatku kayak ditarik sama kamu buat nempel terus gitu kali ya?" alasan Alfano.


"Gombal. Alasan aja" ejekan Asmara pada Alfano yang udah beda banget sama Alfano yang menyakitinya.


"Beneran. Atau karena twins ya pingin deket deket aku dan tau kalau mommy daddynya udah baikan, mereka makin manja, minta dielus elus terus yakaaan twins?" Alfano mencoba memberikan alasan karena anak anaknya yang masih dikandung Asmara.


"Hmm. Memang kamu itu jagonya bawa bawa twins buat modus. Aku udah ngira sih kalau kamu baik sama aku ya karena twins" ujar Asmara lalu menyingkirkan tangan Alfano dari perutnya lalu membawa gelas berisi susu hamil untuk duduk di kursi meja makan.


Alfano tersenyum lebar dan mengikuti istrinya itu untuk duduk di kursi kosong didepan Asmara.


Asmara menikmati minum susu hamilnya dan Alfano menatap istrinya dengan senyuman.


"Ini kah yang dinamakan rasa cinta ya? Aku sampek lupa gimana cinta setelah disakitin sama si Alexa itu. Memang rasa ini membuat orang lupa akan sakitnya hati sebelumnya" batin Alfano.


"Aduh nih orang ya, natap aku terus. Dikasih kesempatan baikan dulu tapi kayaknya dia mikirnyaa udah sampek sana. Memang pria itu pikirannya gak jauh dari begituan, tapi yaaa aku juga sih. Setiap dia nyentuh aku atau natap aki kayak gini , badanku merespon dengan aneh" batin Asmara yang mencoba tak memperdulikam tatapan Alfano padanya dan pura pura menikmati minumannya hingga selesai.

__ADS_1


"Udah selesai? Habis ini mau ngapain lagi?" tanya Alfano dengan lembut.


"Hmmm, aku mau senam hamil. Tapi jangan kamu ganggu ya, mas. Nanti kayak kemarin, kamu bikin aku kesel sampai kram" jawab Asmara.


"Hehe, maaf yaa sayang. Nggak deh , aku gak ganggu. Aku nonton kamu aja. Oh ya, hari ini mami kan kesini, kamu hari ini libur kerja gapapa kah?" sahut Alfano.


"Aku tadi mikirnya gitu juga. Aku nggak enak sama mami jauh jauh kesini aku tinggal kerja padaha hari minggu. Yaudah, aku izin Bunga dulu ya" ucap Asmara mengikuti permintaan sang suami.


"Oke. Memang istriku, mantu mami yang terbaik" puji Alfano yang membuat Asmara salah tingkah dan langsung berdiri lalu berjalan sambil membawa gelas kosong bekas susu hamilnya untuk dicuci.


Alfano lagi lagi hanya menatap Asmara dari posisi duduknya.


"Mas, kamu tuh gak capek ya natap aku terus. Lama lama kamu bosen terus gak mau natap aku lagi loh. Masih panjang kehidupan pernikahan kita, kalau kamu habisin hari ini , aku yang rugi" omel Asmara yang mulai kesal ditatap Alfano terus , meskipun hatinya seneng sih ditatap tapi takut merasa terlalu bahagia sampek akhirnya lupa kalau ini baru awal kehidupan mereka bersama.


"Hahahaha bisa aja kamu, Asmara. Aku jamin 100% aku setia , kecuali kalau kamu yg ninggalin aku duluan" sahut Alfano membuat Asmara makin terlena dan salah tingkah. Ia pun memilih untuk berjalan menuju kamarnya.


Ketika Alfano mau ikut masuk ke kamar, Asmara berkata "Mas , maaf. Aku pingin sendiri dulu. Mau menetralkan hatiku yang sekarang kayaknya butuh calling down. Kamu juga pulang ke rumahmu dulu, netralin perasaanmu sama aku. Jangan kayak anak muda yang bersikap berlebihan kalau lagi jatuh cinta. Tapi apakah bener kamu udah jatuh cinta sama aku? Aku nunggu kamu nyatain perasaanmu dulu baru aku yang menyatakannya. Meskipun ya kita tau ada rasa diantara kita sekarang tp kalau gak dinyatakan nanti kita sama sama meragukan perasaan antar satu sama lain yakan? Gimana berani nggak nyatain cintanya?" tantang Asmara dengan senyuman smirk.


Alfano mencerna omongan Asmara. Memang benar sih, meskipun dari tadi hubungan mereka sudah membaik dan mengarah kepada suami istri sungguhan. Tapi diantara mereka belum ada yang memulai untuk menyatakan cinta.

__ADS_1


"Hmmm, harus banget ya dinyatakan? Apa kamu gak bisa lihat tatapanku ke kamu sekarang itu udah penuh rasa yang kamu maksud?" tanya Alfano dengan raut wajah sendu karena ia takut ketika sudah menyatakan cinta dengan orang yang ia cintai , kemudian ia akan ditinggal orang itu dan merasa tak dicintai lagi.


"Aku harus denger langsung dari kamu, baru aku mau ngomong tentang rasa yang ada untukmu, Mas. Kalau belum bisa, yaudah gapapa. Tapi aku gak mau tiba tiba kamu sentuh tanpa izinku atau manggil sayang. Jadi kita ya jadi suami istri yang bersama hanya untuk twins aja sampai kamu menyadari perasaan apa yang ada dihatimu buatku. Aku gak mau disayang sayang cuma di mulut doang. Karena bagiku, mencintai seseorang adalah komitmen untuk menyayangi yang perlu dibuktikan dengan ucapan maupun sikap. Kalau hanya salah satunya, bisa saja nanti salah satunya diisi oleh perasaan lainnya" ujar Asmara memberikan ancaman sekaligus tantangan untuk suaminya


Alfano masih diam dan menatap Asmara dengan tajam.


"Oke. Beri aku waktu buat memantapkan hatiku dan menyadarai perasaanku ke kamu seutuhnya" sahut Alfano dengan senyum dan menerima tantangan Asmara.


"Lihat aja, Asmara. Aku tidak akan meninggalkan dan melepaskanmu setelah aku memantapkan hati untuk bilang cinta. Ketika aku udah bilang cinta sama kamu, kamu juga tidak akan bisa kabur dari jangkauanku" batin Alfano dengan senyuman smirk.


"Oke. Aku akan menunggumu, Mas. Udah sana , pulang ke rumahmu. Aku mau masuk kamar. Bye" pamit Asmara lalu langsung menutup pintu kamarnya tanpa menunggu Alfano membalasnya.


"Emang lucu banget istri ku ini" gumam Alfano sambil menatap pintu kamar yang sudah tertutup. Sedangkan Asmara menyandarkan punggungnya ke pintu kamar yang telah ia tutup itu sambil memegang dadanya.


"Aku benar benar sudah jatuh cinta sama pria yang menikahiku karena kesalahannya" batin Asmara sambil berusaha menormalkan detak jantungnya lagi setelah digoda dan dirayu oleh Alfano.


"Sabar. Sabar. Tahan rasa ini, Asmara. Biarkan dia dulu yang menyatakan cinta" lirih Asmara sambil mengelus elus dadanya.


Setelah merasa lebih baik, Asmara pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepertinya pagi ini dia tidak senam hamil karena lebih memilih mempersiapkan dirinya untuk menjemput sang mertua di bandara Bandung.

__ADS_1


__ADS_2