BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Menjemput mami


__ADS_3

Alfano yang saat ini sudah berada di rumahnya memilih untuk menyempatkan jogging keliling perumahan sebelum menjemput maminya. Tidak lama mungkin sekitar 15 menitan Alfano sudah bisa menyusuri perumahan dan kembali masuk rumah.


Sesampai dirumahnya, calon ayah itu langsung mandi karena keringatnya yg sudah membasahi baju olahraga yang ia pakai lalu selepas itu memakai baju casual seperti kaos dan celana jeans untuk menjemput mami.


Ketika Alfano sudah rapi, wangi, bersih dan tampan , ia masuk kerumah istrinya menggunakan connection door untuk mengajak Asmara berangkat ke bandara karena sudah pukul setengah 7 pagi.


Saat masuk, Alfano melihat kamar Asmara terbuka.


"Kemana dia?" batin Alfano menduga bahwa istrinya tidak ada di kamar.


Pria itu pun berjalan mendekat ke pintu kamar istrinya dan melihat memang kamar itu kosong, Asmara tidak ada dikamarnya.


"Kemana sih dia? Udah jam set7 nih. Nanti mami ngomel lagi kalau telat jemputnya" gerutu Alfano.


Alfano dengan mulai agak kesal, berjalan menuju ruang keluarga sekaligus ruang tamu dan Asmara juga tidak ada disitu, tapi pintu rumah juga terbuka.


"Oh jangan jangan dia diluar ya?" lirih Alfano sambil berjalan lagi keluar rumah Asmara.


Dan terlihatlah wanita hamil dengan dress selutut lengan panjang , rambut terurai lumayan panjang hitam pekat, dan wajah yang ceria tersenyum dibawah sinar matahari sambil membawa selang air.


"Hahaha, dia lagi nyiram nyiram ternyata" lirih Alfano langsung merekah kan senyumannya kepada wanita yang ia pandang sekarang.


Asmara yang menyadari kehadiran suaminya di depan pintu rumah, langsung berjalan menuju kran dan memutarnya untuk menghentikan air keluar dari selang.


"Udah mau berangkat?" tanya Asmara dengan nada normal. Ya seperti hubungan biasa gitu, tidak ada canggung. Memang Asmara sudah bertekad untuk bersikap biasa selayaknya teman sampai memang sang suami serius dengan perasaannya sendiri hingga berani menyatakan cinta.


"Cantik banget, istriku" batin Alfano yang tidak bisa ia katakan tapi ia tunjukkan dengan senyuman sebelum menjawab pertanyaan Asmara.


"Iya, udah jam set7" jawab Alfano yang masih belum bisa memalingkan tatapannya dari sang istri yang terlihat makin cantik sejak pria itu membuka hati meskipun belum bisa menyatakan rasa.

__ADS_1


"Oke, ayo kita berangkat. Aku udah siap, tinggal ambil tas di meja tamu" sahut Asmara sambil berjalan menuju pintu rumahnya , tapi dihentikan oleh Alfano.


"Aku ambilin aja, kamu tunggu sini dulu atau mau langsung masuk mobil" ujar Alfano lalu langsung berlari kecil menuju ruang tamu dan mengambil tas Asmara di meja. Setelah itu ia berlari kecil keluar rumah dengan membawa tas milik istrinya itu dan masih melihat Asmara berdiri di halaman.


"Ngapain sih lari lari segala. Aku gak kemana mana" celetuk Asmara sambil tersenyum smirk melihat tingkah sang suami yang lucu banget.


"Hehehee, aku gak mau buat kamu nunggu lama" sahut Alfano sambil terkikih dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal karena malu juga dengan sikapnya sendiri yang lari lari cuma ambil tas doang.


"Lucu banget sih suamiku, Yaa Allah" batin Asmara sambil menahan tawa.


"Yaudah, karena kamu masih didepan pintu, tolong kunci rumahnya ya. Rumahmu udah kamu kunci, Mas?" tanya Asmara.


"Udah kok. Aku tadi habis ngunci rumahku langsung kerumahmu lewat dalam jadi aman. Oke, aku kunci rumahmu ya" ucap Alfano sambil mengambil kunci rumah pintu bagian dalam lalu ia masukkan lagi di pintu bagian depan untuk mengunci rumah Asmara.


"Sini aku bawa aja tas nya" minta Asmara saat Alfano sudah selesai mengunci rumah. Alfano menolak permintaan istrinya itu.


Asmara tersenyum menerima sikap perhatian sang suami lalu berjalan menuju mobil Alfano sesuai perintah suaminya itu.


Alfano pun berjalan mengikuti langkah kaki istrinya menuju mobil. Setelah masuk mobil baru tas Asmara, Alfano berikan kepada pemiliknya. Setelah keduanya pakai sabuk pengaman , barulah mobil itu melaju menuju bandara.


Pas pukul 7 pagi, Alfano dan Asmara sudah sampai di bandara dan saat ini berada di pintu kedatangan VIP karena pesawat yang dipakai Bu Laras juga pesawat eklusif.


"Hei, Alfano Asmara. Mami disini!!" seru Bu Laras ketika baru keluar bandara dan melihat anak serta menantunya sudah didepannya.


"Mami!" seru Alfano kepada Bu Laras sambil merentangkan tangannya seolah olah akan menerima pelukan dari sang mami. Tapi Bu Laras malah memeluk Asmara duluan dan membuat wajah Alfano langsung cemberut.


"Ih mami, kok meluk Asmara dulu sih. Kan aku udah buka tangan untuk mami peluk!" omel Alfano bersikap merajuk.


"Mami pingin meluk Asmara dulu sama cucu mami, kamu udah sering mami peluk kan" sahut Bu Laras sambil tetap memeluk menantunya itu padahal belum menyapa mantu.

__ADS_1


Asmara terharu melihat kedekatan suami dan mertuanya, bisa penuh gurauan dan candaan yang membuat suasana bahagia.


"Eh maaf, Asmara. Mami belum nyapa kamu ya? Hello, mantu mami sayaaaang" ucap Bu Laras tetap dengan posisi memeluk menantunya.


"Hai, mami. Apa kabar?" sahut Asmara dengan lembut.


Sebelum menjawa pertanyaan Asmara, Bu Laras melepas pelukannya dan menatap wanita hamil didepannya dengan bahagia.


"Mami baik baik aja, Alhamdulillah. Gimana kabar kamu dan kandunganmu?" balik tanya Bu Laras sambil mengelus elus perut Asmara.


"Alhamdulillah baik, mami" jawab Asmara.


"Alfano memperlakukan mu dengan baik kan Asmara?" tanya Bu Laras lagi tapi menatap anaknya dengan tajam.


"Alhamdulillah, Mas Alfano juga baik sama kami" jawab Asmara apa adanya dengan senyuman.


"Alhamdulillah, mami seneng banget banget banget pokoknya kalau hubungan kalian adem ayem begini" sahut Bu Laras ceria.


Alfano pun tersenyum mendengar jawaban dari Asmara dan senang melihat interaksi mami dan istrinya baik. Namun, Alfano berulah sok sok an jadi anak kecil didepan kedua wanita itu yang pura pura merajuk karen tidak dianggap sang mami.


"Hmm, aku disini kayak jadi supir aja. Dicuekin mami dan yang jadi anak mami kayaknya Asmara" celetuk Alfano dengan memasang wajah cemberut.


Asmara dan Bu Laras tak kuasa menahan tawa melihat ekspresi pria di depan mereka.


"Hahahaha, kamu tuh mau jadi ayah kok cemberutan begini. Ayo deh, pulang kerumah. Ada yang perlu kita urus. Tolong bawain koper mami ya Alfano" ujar Bu Laras sambil memberikan koper yang ia bawa kepada putranya dan dia berjalan bersama Asmara didepan Alfano.


"Aduh nasib! posisiku sepertinya udah digantiin Asmara di mata mami apalagi kalau si twins lahir, alamak aku bisa bisa diabaikan sama Bu Laras" gerutu Alfano tapi ia anggap sebagai candaan.


Akhirnya, setelah koper masuk di bagasi mobil dan Asmara bersama Bu Laras duduk di bangku penumpang belakang sedangkan Alfano duduk di depan sendirian seperti supir beneran , barulah mobil melaju pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2