BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Berpisah sementara


__ADS_3

Pelukan terlepas dan menampakkan suami istri yg masih saling tatap.


"Aku siap siap dulu ya. Sebelum mami memanggil aku karena udah hampir jam 6. Kita harus ke bandara. Oh ya, aku sama mami naik taxi online aja. Jadi mulai hari ini kalau kamu mau pake mobilnya, pakai aja. Bisa kan naik mobil?" tanya lembut Alfano sambil menyingkirkan helaian rambut sang istri dari kening.


"Bisa" jawab singkat Asmara yang masih diliputi perasaan enggan ditinggal suaminya.


"Udah dong sedihnya, nanti kalau mami lihat kamu kayak gini malah nyuruh aku tinggal lebih lama dan ninggalin perusahaanku tanpa persiapan. Kasihan Jaka kan pegang kendali perusahaan tanpa aku? Senyum ya sayang, kan aku udah bilang cinta" bujuk Alfano dengan mencubit pipi sang istri pelan.


"Hmmmm, iya Mas" sahut Asmara sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum.


"Yaudah, aku pesen taxi online dulu. Kamu bisa ke mami buat nemenin siap siap" ucap Alfano.


Tanpa menjawab, Asmara berjalan keluar kamar dan menuju kamar maminya.


"Aku gak boleh lemah!" lirih Asmara ketika melewati connection door dan menampakkan ekspresi wajah senang bahagianya didepan sang mertua.


Ketika mau masuk kamar Bu Laras, Asmara sudah melihat mertuanya itu keluar kamar dengan membawa koper kecil.


"Hello, sayaang. Jemput mami ya? Ini udah siap. Alfano udah siap?" sapa Bu Laras kepada Asmara yg berdiri didepannya di depan pintu kamar. Ibu modist dan sosialita itu pura pura tidak tau apa yg ia dengar dan lihat dari hubungan anak serta menantunya.


"Mas Alfano udah siap mami. Udah pesen taxi online juga. Sebenarnya, Asmara juga bisa nganter mami sama Mas Alfano ke bandara kalau mami berkenan" ujar Asmara.


"Nggak usah sayang. Mami dan Alfano memang berniat naik taxi online aja pagi ini ke bandaranya. Kamu juga lagi hamil, masih pagi lagi. Istirahat aja dirumah yaaa. Oh ya nanti kamu kerja di resto Enak Kabeh?" tanya Bu Laras lagi.


"Iya mami. Aku gak enak sama Bunga izin terus gak masuk. Kasihan resto kalau aku tinggal terus. Karyawan mungkin masih perlu adaptasi tanpa aku disana" jawab Asmara.


"Oke deh kalau gitu. Mami mah percaya saja sama menantu mami kalau strong. Tapi memang sih mami dulu waktu hamil kembar juga gak bisa diem, maunya gerak terus. Sampek sering ikut papinya Alfano Alfani ke kantor sekalian jadi penjaganya agar tidak digoda cewek cewek genit" ujar Bu Laras sambil merengkuh pinggang Asmara untuk ia ajak berjalan menuju rumah sebelah dan menemui Alfano.


"Iya mami. Asmara juga gak enak kalau dirumah terus tanpa ada kegiatan. Tapi mami jangan khawatir, aku tetep memprioritaskan si kembar kok" sahut Asmara.


Sambil berjalan , mereka pun mengobrol dengan santai sebagai menantu dan mertua yang harmonis.


Sesampainya di depan kamar Asmara, kedua wanita itu melihat Alfano akan keluar dari kamar dan bergabung dengan mereka.


"Mami udah siap? Taxinya habis ini sampai. Kita kedepan yuk" ajak Alfano.

__ADS_1


"Oke" sahut Bu Laras.


Akhirnya, mereka keluar rumah dan bertepatan dengan taxi online datang.


"Alfano tolong taruh koper mami di mobil dulu ya, mami mau pamitan sama menantu terbaik mami ini" minta Bu Laras sambil memberikan ganggang kopernya ke Alfano.


"Iya mami" sahut Alfano lalu menarik ganggang koper Bu Laras menuju bagasi mobil. Pria itu menaruh kopernya sendiri dan koper sang mami kedalam bagasi mobil yg sudah dibuka oleh driver.


Disisi lain, Bu Laras sudah memeluk Asmara dengan erat dan menyalurkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Memang bagi seorang wanita separuh baya itu, menantu baginya sama saja dengan anaknya sendiri. Ia tidak membedakan status anak dan menantu.


"Asmara sayang, tunggu 3 hari lagi yaa. Nanti mami, Alfani, Alfano dan Jaka akan kesini untuk menikahkan kamu dan suamimu secara sah hukum. Mami yakin , kamu bisa jaga diri dan jaga kondisi yaa. Kalau semisal ada apa apa atau kamu lagi butuh apapun jangan sungkan telepon atau chat mami. Bisa bisa mami akan langsung terbang kesini buat kamu dan cucu cucu mami" pamit Bu Laras dalam pelukannya.


"Siap mami" sahut Asmara sambil mengusap usap punggung sang mami dalam pelukannya.


Setelah dirasa cukup berpelukan, Bu Laras melepasnya dan mencium pipi sang menantu. Lalu ia memilih untuk masuk ke taxi online terlebih dahulu karena tau jika putranya juga ingin berpamitan dengan Asmara.


"Mami ke mobil dulu ya, biar kalian bebas pamitannya" ucap Bu Laras sambil berjalan menuju mobil.


Alfano pun tersenyum dengan kepekaan maminya. Pria itu mendekatkan dirinya dengan posisi Asmara.


"Karena aku udah bilang cinta, maka aku bebas manggil kamu sayang tanpa harus kamu panggil Alfano lagi. Jadi sayang, Mas pamit dulu yaa. Jaga diri kamu dan bayi bayi kita. I love you" pamit Alfano langsung menarik tubuh Asmara pelan masuk kedalam pelukannya.


Asmara pun berusaha sekuat tenaga untuk terlihat tegar dan rela ditinggalkan suaminya pergi meskipun hatinya entah kenapa bener bener tak rela.


"Iya mas. Hati hati dijalan. Aku tunggu 3 hari lagi kamu harus balik sini. I love you too" sahut Asmara dengan lembut.


Alfano biarkan pelukan dengan istrinya selama 3 menitan, baru ia lepaskan. Lalu ia menunduk dan mencium perut buncit Asmara dan berpamitan pada bayi kembarnya. "Daddy pergi dulu ya my twins. Jangan bikin mami kalian kesakitan. Yang anteng yaa, daddy sayang kalian"


"Mas, ingat janjimu. Telepon aku atau chat aku kapanpun sebisamu" ucap Asmara ketika tangan Alfano mulai terlepas dari perutnya.


"Iya sayang" sahut Alfano lalu mencuri kecupan di bibir istrinya dan langsung berlari kecil menuju mobil. Asmara masih terdiam dengan kecupan singkat namun sangat manis itu.


"Bye bye menantu mami" seru Bu Laras dari dalam mobil yg mulai berjalan sambil melambaikan tangan.


"Bye bye mami" sahut Asmara sambil melambaikan tangan juga.

__ADS_1


Alfano yg duduk disamping driver hanya bisa tersenyum melihat Asmara yang semakin jauh dari posisinya saat ini.


"3 hari lagi aku akan menikahimu secara sah hukum, Asmara. Tunggu aku" batin Alfano ketika ia tidak bisa lagi melihat keberadaan sang istri.


Taxi online itu pun langsung menuju bandara sesuai pesanan. Tidak lama karena jalan masih sepi, Alfano dan Bu Laras sudah sampai bandara. Dengan pesawat VVIP yang dipesan, maka mereka masuk bandara melalui pintu khusus.


Tadi setelah masuk bandara, Alfano mencari nama macan tutul di kontak hp nya dan ia langsung meneleponnya. Nama sebutan itu tidak lain adalah Asmara , istrinya sendiri. Alfano mengabari jika dirinya sudah masuk bandara.


Bu Laras hanya senyum senyum sendiri melihat tingkah putranya seperti anak muda yg sedang jatuh cinta, emang bener sih.


Hingga waktunya check in masuk pesawat, panggilan itu Alfano akhiri. Tak berselang lama, pesawat VVIP menuju Jakarta sudah lepas landas.


Lagi lagi ketika sampai bandara Jakarta, Alfano segera mengaktifkan hp nya lagi dan menelepon sang istri. Karena masih jam 8an , maka seharusnya Asmara belum mulai bekerja dan bisa menerima teleponnya. Dugaan itu benar karena panggilan pertamanya langsung diterima oleh istrinya itu.


Bu Laras lagi lagi hanya bisa memaklumi putra dan menantunya yang sedang kasmaran. Mereka berdua berjalan hingga ia dan Alfano keluar bandara sudah bisa melihat Jaka serta Alfani yang menjemput mereka.


"Hello, mami. I miss you" seru Alfani berhambur memeluk Bu Laras.


"Hai anak mami yang paling cantik. I miss you too" sahut Bu Laras sambil menerima pelukan sang putri.


Alfano masih asyik mengangkat telepon di telinganya karena masih terhubung dengan Asmara membuat Jaka heran siapa yg bos sekaligus sahabatnya telepon pagi pagi ini apalagi ekspresi Alfano senyum senyum gak jelas.


Jaka yang mau menegur sapa Alfano, dihentikan oleh Bu Laras.


"Jak, jangan ganggu ABG yg lagi kasmaran. Dia lagi laporan sama istrinya tuh. Ayok kita pulang aja" ujar Bu Laras sambil berjalan dan merangkul Alfani menuju mobil yg dibawa Jaka.


"Oh baik, tante" sahut Jaka.


Alfano pun ikut berjalan tanpa memutuskan panggilannya hingga ia duduk di kursi sebelah driver alias sebelah Jaka. Baru lah, panggilan itu selesai karena Asmara akan siap siap berangkat ke Resto Enak Kabeh.


"Eh cieee cieeeee , telepon teruuuuuus sampek lupa di kantor banyak meeting dan pekerjaan" celetuk Jaka sambil menjalankan mobil yg ia bawa.


"Kamu nanti tau gimana bahagianya jadi suami dan sekaligus calon ayah lagi" sahut Alfano enteng dan dengan senyum bahagia.


"Mentang mentang udah nikah, kerjaan ditinggal" cibik Jaka namun tak ditanggapi Alfano karena pria ini masih membayangkan momen bersama Asmara yg telah ia lalui beberapa hari kemarin.

__ADS_1


Bu Laras dan Alfani hanya bisa tersenyum karena melihat perubahan sikap Alfano yg angkuh dingin berubah jadi hangat penuh kasih sayang.


__ADS_2