
Setelah mereka menghabiskan nasi goreng, Alfano membantu mengeringkan rambut Asmara yang ternyata masih sedikit basah.
Pria itu mengambil hairdryer dari kamar mandi untuk digunakan di kamar. Memang CEO ini tuh multitalenta banget yaaa, bisa ngeringin rambut sang istri dengan cepat. Tangannya udah terampil menggunakan alat ini, ya seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, Alfano sering membantu Alfani mengeringkan rambut kembarannya itu. Jadi tidak heran jago ngeringin rambut istrinya.
Author mau ah dapet suami kayak Alfano 😍
Bersamaan dengan rambut Asmara yang sudah kering, adzan isyak berkumandang dan suami istri itu segera melakukan ibadah bersama. Lalu mereka siap siap untuk dinner di restauran rooftop hotel yang telah di booking oleh Asmara.
Tiba tiba , ketika baru saja melipat alat sholat sehabis melakukan ibadah isyak, bel kamar berbunyi dan kali ini Asmara yang membuka bajunya karena ia yakin orang yg datang adalah kurir. Kira kira kurir apa ya? Hehe
Ternyata yang menekan bel kamarnya itu adalah Rani yang terlihat memegang kotak sedang ditanganya dan disampingnya ada Rian sambil membawa 1 hanger yang terbungkus kain hitam seperti tempat jas.
"Kalian memang terbaik! Kakak sayang kalian" ucap Asmara sambil mencium adik adiknya bergantian.
"Mana kak hadiahnya? Udah kita antar nih gaun sama jas nya" sahut Rani.
"Hehe iyaaaa, ini udah kakak siapin buat kalian" sahut Asmara sambil mengeluarkan dua amplop untuk adik kembarnya dan langsung ia masukan di tas selempang yang dipakai Rani.
Rani pun tersenyum puas dan Rian juga tersenyum tapi tipis. Memang dia mah pria muda dingin yang cuek tapi perhatian sih sebenarnya.
"Ini kak" ucap Rian menyerahkan hanger jas yang ia bawa.
"Ini juga gaun kakak" ujar Rani setelah Rian sambil memberikan kotak yang ia bawa.
"Bentar - bentar, kakak bawa kotaknya dulu baru jasnya" sahut Asmara.
Dari dalam kamar terdengar suara Alfano memanggil istrinya "Sayang, siapa yang datang?".
Asmara tak menyahuti suaminya dan buru buru masuk ke kamar sambil membawa 2 barangs sekaligus setelah menyuruh adik adiknya pergi.
"Wah kakak kita lagi bucin, Yan" celetuk Rani ketika berjalan di koridor hotel lantai 20.
__ADS_1
"Semoga aja pria itu tidak menyakiti kakak. Awas aja" sahut Rian dengan datar.
"Ih kamu tuh. Mas Alfano udah baik sama kita dan keluarga kita, Yan. Kamu tuh jangan gak suka sama dia. Masa lalu biarlah berlalu. Kita doakan aja mereka bahagia" ujar Rani mengingatkan kembarannya.
"Hmmm" deheman Rian menyahuti ucapan Rani membuat percakapan terhenti.
"Dasar pria dingin. Lihat aja kalau bucin sama wanita nanti, langsung klepek klepek" batin Rani yang lama lama capek juga punya saudara kaku dan cuek kayak Rian.
Mereka pun masuk lift untuk menuju ke parkiran basement, dimana mobil Pak Wawang mereka gunakan mengantar pesanan Asmara dan Rian sebagai drivernya.
.
Didalam kamar hotel 2023 , Asmara memberikan kejutan lagi yaitu memberikan dress code untuk dinner bersama suaminya dengan menggunakan gaun cantik berwarna cream dan Alfano menggunakan setelan Jas berwarna cream dengan kemeja putih.
"Istriku memang suka ngasih kejutan yaa!!!" seru Alfano ketika menerima jas dari Asmara.
"Hehe, hari ini aku ingin memaksimalkan momen kita di hari pernikahan yang akan terjadi seumur hidup sekali mas. Kamu gak keberatan kan?" tanya Asmara sambil memegang tangan suaminya.
"Mas, geli! Ayo buran ganti baju. Mau jam set8 nih" ucap Asmara yang menghentikan ciuman Alfano.
"Iya iyaa. Ini Mas pake jasnya. Mau ganti bareng? Hehe" tanya Alfano menggoda dan berniat mengerjai istrinya sambil berkedip mata.
"Makasih tawarannya Mas. Tapi mendingan Mas ganti disini dan aku ganti di kamar mandi" jawab Asmara sambil berjalan ke arah kamar mandi dan membawa kotak yang berisi gaunnya.
"Lucu banget istri aku" gumam Alfano gemes melihat istrinya masuk ke kamar mandi.
Mereka pun berganti pakaian masing masing. Alfano yang sudah tampan dengan setelan jas berwarna cream terkesima ketika melihat istrinya keluar menggunakan gaun cream panjang lengan pendek dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang terlihat sexy dengan perut buncitnya, hingga membuat Alfano tak berkedip melihat Asmara.
"Mas, jangan terpesona gitu lihat aku. Jadi malu" celetuk Asmara yang sadar jika suaminya itu sampek terdiam tak berkata apa apa tapi memandangnya dengan tatapan kagum.
"Hehee, cantik banget istriku. Kayaknya aku gk mau dinner, maunya sama kamu aja diatas ranjang" goda Alfano ketika berjalan mendekat kearah istrinya dan memegang kedua sisi pinggul wanita itu.
__ADS_1
"Hmmm, aku masih laper sayang. Mas nggak kasihan sama aku sama twins juga kelaparan?" manja Asmara agar suaminya itu mau dinner bareng dia.
"Hahaha, bercandaaa sayang. Iyaaa, kita dinner yaa tapi cium dulu" minta Alfano dengan tersenyum tampan didepan Asmara.
Wanita hamil itu pun mencium bibir suaminya sekilas.
Cup
"Udah ya mas, ayo kita ke rooftop. Mau dinner duluuu aja kitaa , mengisi tenaga" ujar Asmara melepas tangan Alfano dengan senyuman smirk dan menggoda.
"Astaga, Asmara! Kamu kok makin genit aja! Bikin akuuuuu,..... ahhhhh, ayo buruan dinner ajaa daripadaaa aku sekap kamu disini semalaman" sahut Alfano yang benar benar tergoda dengan istrinya itu sampek ia buru buru ingin segera dinner dan berduan lagi di kamar.
"Hahahaa, iya sayang. Bentar, aku makeup tipis dulu biar makin cantik sebagai istri CEO Batu Bara" ucap Asmara lalu berjalan ke meja rias hotel yang memang habis mandi tempat makeupnya berada disitu.
"Aku tunggu di ruang tamu ya sayang. Bahaya kalau berduan sama kamu di kamar hehe" sahut Alfano sambil tertawa kecil. Mending menghindar daripada dirinya tergoda terus melihat istrinya di kamar.
Asmara pun dengan cepat memakai bedak tipis dan lipstick aja. Wajahnya udah cantik gak pakai apa apa , jadi dengan polesan tipis aja udah makin bersinar wajah istri CEO itu.
Setelah siap, wanita hamil keluar kamar menghampiri suaminya yg sedang memainkan handphone untuk membaca email email yang ia terima.
"Mas, aku udah siap. Ayo dinner" ajak Asmara.
"MasyaAllah, istriku. Aku berbuat baik apa sampek dapet istri secantik kamu, Asmara" puji Alfano ketika melihat istrinya sudah berada dihadapannya. Lalu ia berdiri dan menghampiri wanita itu.
"Entahlah, Mas. Rahasia Allah itu. Tapi kamu gak hanya lihat cantikku aja kan?" tanya jebakan Asmara.
Alfano merengkuh pinggang istrinya sebelum menjawab.
"Bukan cantikmu saja yang membuatku terpesona tapi karena kamu sabar dan wanita terbaik yang pernah aku temui selain mami ku. I love you" jawab Alfano sambil mengecup pucuk kepala Asmara.
"Love you too. Ayoo jalan sayaaaang daddy anak anakku. Keburu makin malam" sahut Asmara sambil memegang tangan Alfano di pinggangnya dan melangkahkan kakinya duluan agar suaminya ikut jalan juga.
__ADS_1
Mereka pun keluar kamar dan berjalan menuju lift. Ketika lift sudah terbuka , mereka masuk dan menekan lantai 30 dimana rooftop dinner berada.