
Seteleh makan malam bersama, Alfano dan Asmara menaiki mobil untuk kembali ke rumah. Sebelum itu, Asmara berhenti ke supermarket untuk membeli susu hamilnya. Alfano berlagak jadi suami yang baik karena mau menuruti keinginan istrinya yang juga untuk kebaikan bayi kembar mereka.
Tidak lama berada di supermarket, Asmara sudah kembali ke mobil dimana Alfano menunggu dirinya karena tidak ikut turun.
"Cuma beli susu doang?" tanya Alfano dengan nada datar.
"Yakan emang tujuannya beli ini doang, kamu juga gak pesen apa apa" jawab Asmara apa adanya.
"Dasar istri gak peka. Yakali masuk supermarket begini gak mau beli cemilan buat dirumah" sahut Alfano kesal.
"Dirumah udah banyak cemilan. Beberapa hari lalu aku udah beli. Emang aku paranormal bisa lihat keinginanmu dalam hati maupun pikiran tanpa kamu ngomong" omel Asmara tidak terima disalahkan oleh Alfano.
Alfano diam tak menyahuti omongan istrinya dan mulai menjalankan mobilnya lagi untuk pulang.
Beberapa saat dijalan, Alfano sudah menyetir dengan selamat hingga didepan rumah mereka.
"Makasih udah nurutin dan nemenin aku makan malam" ucap Asmara dengan tulus dan senyuman manis.
Alfano salah tingkah disenyumin istrinya dan malah membalasnya dengan jawaban yang membuat Asmara badmood lagi.
"Itu semua kan keinginan si kembar, jadi selama aku ada disini ya bakal nurutin maunya mereka" jawab Alfano tanpa merasa ada yang salah tapi salah bagi Asmara.
Langsung saja Asmara merubah raut wajahnya datar dan keluar mobil.
"Ya ya ya, semua karena anak kita. Mana pernah karna aku , dia bersikap baik" batin Asmara kesal.
__ADS_1
"Haha dia pasti kesel aku bilang semua aku lakuin karna si kembar. Wanita memang sensitif" ucap Alfano dengan tawa ketika melihat Asmara sudah membuka pintu rumah.
Alfano pun turun dari mobil dan berjalan menuju rumah Asmara karena ia akan pamit untuk pulang kerumahnya sendiri disebelah rumah istrinya itu.
Asmara yang sudah masuk rumah langsung menuju dapur untuk membuat susu hamil untuknya. Alfano menyusulnya dari belakang.
"Kamu bikin apa?" tanya Alfano ketika sudah berjalan mendekat ke arah Asmara yang sedang mengaduk sesuatu.
"Susu hamil buat si kembar, kamu mau?" jawab ketus Asmara.
"Ih ketus banget jadi cewek. Sabar neng, aku gak mau anak kita jadi ketus kayak kamu" ujar Alfano meledek istrinya.
"Kalau mereka jadi ketus yang disalahin kamu lah karena aku gak pernah ketus ke orang selain kamu" ucap Asmara tak mau kalah.
"Ya besok dan beberapa hari kedepan kamu gak perlu ketus lagi, kan aku gak disini. Jadi kamu bebas dari orang yang bikin kamu ketus" kata Alfano berpindah tempat dari belakang Asmara menjadi disamping wanita itu.
"Syukurlah, aku gak terlalu kena darah tinggi beberapa hari kedepan" sahut Asmara sambil membawa susu hamil yang sudah siap minum ke kursi yang berada di meja makan karena ia harus minum dalam keadaan duduk, sudah kebiasaan.
Alfano mengikuti langkah Asmara hingga duduk.
"Habis kamu minum susu, aku mau balik ke rumah sebelah. Kalau ada apa apa telepon aku ya atau masuk ke rumahku gak tak kunci" pamit Alfano.
"Aku gak punya nomormu" ucap Asmara singkat.
"Ya mulai malam ini kamu harus punya nomorku. Meskipun kita sepakat menikah ini dengan pura pura hingga 2 minggu kedepan, tapi setidaknya kamu harus punya nomorku biar kalau ada apa apa , kamu bisa menghubungiku. Ya itupun kalau kamu memang butuh aku atau ya simpan aja buat cadangan. Berapa nomormu, aku misscall duluan" ujar Alfano.
__ADS_1
Asmara menatap ke arah suaminya yang duduk didepannya.
"0814445556780" sebut Asmara dengan cepat padahal Alfano belum siap.
"Pelan - pelan dong. Masa aku bisa nyimpen nomormu kalau kamu nyebutinnya cepet dan aku belum siap. Ulangin" minta Alfano.
Asmara pun mengulangi menyebutkan nomornya dengan lebih pelan dan Alfano mendapatkan nomor istrinya lalu langsung misscall nomor itu setelah ia save dan diberi nama 'macan tutul' karena bagi Alfano , Asmara galaknya kayak macan tapi agak gemesin mangkanya dikasih tutul.
"Udah aku misscall ya , belakangnya 888 itu nomorku. Save jangan lupa" ucap Alfano lalu berdiri ketika Asmara sudah menghabiskan susu hamilnya.
Asmara diam saja dan mencoba menikmati sisa rasa coklat susu hamil yang ia minum di mulutnya
"Aku pulang dulu. Besok aku balik ke Jakarta pagi, jadi kamu gak perlu cari aku kalau gak ada disekitarmu" kata Alfano memberikan informasi yang tidak Asmara tanya namun informasi ini membuat wanita itu merasa senang diwajahnya tapi juga galau didalam hatinya.
Asmara mencoba mengabaikan perasaanya dengan memberikan ekspresi bahagia karena besok sudah tidak bertemu Alfano lagi.
"Okeee. Makasih infonya dan kayaknya aku gak akan nyari kamu deh. Aku akan bebas lagi yeaaay" sahut Asmara membuat Alfano senyum menyeringai.
"Awas aja ya kalau kamu butuh aku ketika aku di Jakarta. Aku gak bakal belain bantu kamu kalau gak pas waktunya aku ke Bandung" batin Alfano menantang dirinya sendiri.
Lalu Alfano yang sudah pamit keluar rumah Asmara dan menuju rumahnya sendiri. Sedangkan, Asmara yang tadi terlihat senang karena besok akan ditinggal pria yang sudah menjadi suaminya untuk sementara 2 minggu ini , merubah raut wajahnya menjadi sendu.
"Kamu benar - benar tidak bisa diharapkan, Alfano. Aku akan berusaha tidak merepotkanmu dan membutuhkanmu. Selama hampir 5 bulan ini aku bisa hidup sendiri, kenapa sekarang aku harus butuh kamu? Pria yang plin plan dan angkuhnya luar biasa" gumam Asmara ketika Alfano menutup pintu rumahnya.
Apakah memang bisa begitu? Apakah Alfano mengabaikan Asmara yang membutuhkannya ketika ia di Jakarta?
__ADS_1