
Setelah Asmara dan Alfano masuk kamar, barulah mereka menumpahkan rasa rindu mereka bebas dan sepuasnya.
Alfano langsung memeluk Asmara ketika baru saja menutup pintu kamar.
"Aku kangen kamu banget, Asmara" ucap Alfano sambil memeluk istrinya.
"Aku kangen, Mas juga. Si kembar kangen kamu juga, ini gerak terus mereka langsung aktif padahal beberapa hari kamu tinggal mereka lebih tenang tp kalau sebut kamu, mereka gerak lagi" sahut Asmara dalam dekapan sang suami.
"Ah! Memang sekarang aku udah jadi ketergantungan kamu nih! Siap siap habis nikah besok terus kita bicarakan soal kamu ikut aku ke Jakarta ya" ujar Alfano.
"Soal itu nanti kita bahas lagi ya Mas. Sekarang aku cuma mau meluk kamu sama cium baumu aja" lirih Asmara karena ia sibuk menghirup aroma Alfano yang selalu wangi baginya.
Mungkin mereka berpelukan dengan posisi berdiri dekat pintu kamar sekitar 5 menit, lalu Asmara mendorong tubuh suaminya itu pelan untuk melepas pelukan.
"Aku capek berdiri, Mas" keluh Asmara karena mendapatkan tatapan heran kenapa kok pelukannya dilepas padahal masih kangen.
Setelah mendengar keluhan sang istri, Alfano pun tersenyum.
"Maaf sayang, saking kangennya aku sampek gak tau posisi mau meluk kamu. Ayok duduk di tepi ranjang aja" ajak Alfano sambil menarik tangan Asmara menuju ranjang mereka.
Mereka pun duduk di tepi ranjang dan saling pandang.
"Aku mau dengerin suara mereka dulu" minta Alfano sambil menempelkan telinganya diatas perut Asmara. Lalu ia merasakan tendangan dari si kembar.
__ADS_1
"Sayang! Mereka nendang wajahku!" seru Alfano bahagia.
"Iyaaa, mereka memang anak kamu sayang tau aja kalau daddy nya dah pulang terus mereka mau ngajak main" sahut Asmara sambil mengelus kepala Alfano yang berada atas perutnya.
"hihihi.Oh ya sampek lupa, kamu belum minum susu hamil ya?" tanya Alfano ketika posisinya sudah duduk normal lagi dan menatap samping kearah Asmara.
"Oh iya, sampek lupa karena tadi asyik ngobrol" jawab Asmara.
"Yaudah, aku bikinin dulu yaa. Tunggu disini" ucap Alfano lalu ia berjalan keluar kamar dan membuat susu hamil untuk istrinya.
Mungkin sekitar 5 menit, segelas susu hamil untuk Asmara sudah berada ditangan wanita itu karena baru saja dibawakan oleh suaminya. Asmara langsung meminumnya hingga habis dan gelasnya pun dibawa ke dapur oleh Alfano. Tak lama kemudian, CEO Baru Bara itu kembali ke kamarnya dan menutup pintu.
"udah minum susu, waktunya tidur. Besok pagi kita akan melalui hari yang bahagia, jadi kita harus segera tidur ya Sayang" ajak Alfano.
"Iya, Mas. Gantilah, biar nyaman tidurnya" sahut Asmara.
Alfano pun membuka salah satu koper yang ia bawa tadi dari 2 koper dan koper itu memang barang barangnya sedangkan satu koper lainnya yang belum terbuka, hadiah untuk Asmara termasuk cincin pernikahan mereka besok.
Alfano memilih kaos dan celana pendek untuk tidur, ia berjalan menuju kamar mandi. Asmara hanya melihat apa yang dilakukan suaminya itu.
Keluar dari kamar mandi , Alfano melihat Asmara sudah merebahkan tubuhnya miring diatas ranjang dan menatap dia.
"Mas, cepetan aku dah ngantuk nih" manja Asmara.
__ADS_1
"Iya sayang, bentar ya mau naruh baju kotor dulu" ucap Alfano yang memang membawa baju bekas yg ia pakai tadi membuat Asmara mendudukan posisinya.
"Mas, baju kotornya taruh ditempatnya di kamar mandi. Ya masa baju kotormu kamu bawa lagi ke Jakarta padahal disini juga ada yang nyuci? Nanti aku laundry bareng baju kotor punyaku, gapapa kan? Kamu gak jijik kan?" tanya Asmara langsung ditertawakan Alfano.
"Hahahahhaa, jijik dari mana? Kamu istriku dan aku pun sudah menghamili mu, berarti aku sudah memiliki mu dan aku menerima kamu semuanyaaa seperti kamu menerima aku kan, sayang?" jawab Alfano menggoda dengan kedipan mata.
"Alhamdulillah kalau gitu. Memastikan aja, takut kamu belum terbiasa menerima aku hadir di hidupmu" sahut Asmara.
"Ih ngomong nya loh ya. Seharusnya aku yang takut, kamu belum menerima aku sepenuhnya, belum memaafkanku, dan terpaksa melakukan hubungan ini" balas Alfano tak kalah sendu sambil masih berdiri didepan pintu kamar mandi.
"I love you. Udah, kalimat itu mewakili perasaanku jadi gak usah mikir aneh aneh. Buruan taruh baju kotornya di tempatnya, di dalam kamar mandi. Aku mau kamu peluk dari belakang dan elus elus perutku" minta Asmara.
"I love youuu too, sayaang. Oke aku naruh baju kotor ini dulu" sahut Alfano sambil masuk ke kamar mandi lagi untuk memasukkan baju kotornya di keranjang baju habis pakai.
Ia pun keluar kamar mandi dengan tangan kosong. Alfano langsung naik ke ranjang dan disambut senyuman oleh Asmara. Wanita hamil itu pun memposisikan dirinya rebahan miring membelakangi Alfano agar ia bisa mendapatkan pelukan dari suami nya itu.
"Udah nyaman?" tanya Alfano yang sudah meletakkan satu tangannya diatas perut Asmara dan mengelus elusnya.
"Udah, Mas. Posisi paling nyaman" jawab Asmara dengan puas.
"Yaudah, ayo tidur. Selamat malam sayang, istriku" ucap Alfano sambil mengecup pucuk kepala Asmara yang dibawah dagunya.
"Selamat malam, suamiku" sahut Asmara lalu langsung memejamkan matanya karena ia sudah mengantuk. Sama halnya Alfano yang juga langsung tidur karena merasa capek, tenaga terkuras sejak pagi sampai malam akhirnya berada di tempat ternyaman untuk ia tidur saat ini yaitu memeluk istri dan anak anaknya yang masih berada didalam kandungan.
__ADS_1