BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Suami unik


__ADS_3

Selama perjalanan menuju MCD yang berada di tengah kota , suasana mobil yang dikendarai Alfano dan Asmara cukup nyaman. Tidak ada perdebatan lagi, kalau ada suara pasti itu arahan dari Asmara dan diwarnai dengan musik pop indonesia. Sesekali Alfano curi curi pandang ke arah istrinya dan Asmara pun curi curi pandang ke arah sang suami yang terlihat tampan ketika menyetir tanpa banyak omong.


Tak terasa sekitar 30 menit dijalan jika dilalui dengan damai begitu, akhirnya mereka sampai di MCD yang diinginkan sang istri. Ekspresi Asmara langsung sumringah ketika Alfano baru saja memarkirkan mobil.


"Seneng banget" celetuk Alfano melihat wajah Asmara yang terlihat bahagia.


"Iya dong. Lagi pingin banget soalnya. Untung aja MCD bukanya 24 jam" sahut Asmara dengan senyuman manis yang ia berikan kepada Alfano.


Alfano langsung terbius dengan senyuman sang istri dan mungkin ini adalah senyuman termanis pertama yang Asmara berikan pada suaminya itu.


"Aduh Asmara, hati abang leleh kalau lihat kamu senyum gitu" batin Alfano lalu memalingkan wajahnya kedepan menatap jalan dari kaca mobil. Asmara cuek aja melihat sika Alfano yang memalingkan wajah darinya, karena terlalu bahagia akan makan MCD.


"Jangan sering sering makan junk food waktu hamil. Gak baik buat si kembar" celetuk Alfano dengan nada kaku lagi karena ia menyembunyikan groginya.


"Iya iya, aku tau. Lagian hamil hampir 5 bulan aku gak pernah makan junkfood sama sekali. Baru ini aku pingin makanan kayak gini" sahut Asmara membela diri.


"Ayo keluar, aku udah pingin banget" lanjut Asmara lalu keluar mobil duluan.


Alfano menghembuskan nafas lega karena sang istri yang membuat hatinya berdetak kencang sudah tidak berada disisinya lagi. Ada waktu untuk menetralkan hatinya.


"Tenang tenang tenang. Jangan terlalu grogi, Alfano. Jangan kamu yang terbius perasaan sama dia, tapi dia yang harus terbius sama perasaanmu" gumam Alfano yang tidak membiarkan dia jatuh cinta untuk pertama kali.


Lalu Alfano melihat Asmara berdiri didepan mobil seperti menunggunya, langsung keluar mobil dan berjalan menuju sang istri.


"Lama banget di mobilnya. Kamu gak suka makan ini?" tanya Asmara dengan mengerutkan kening.


"Eh nggak, tadi sandalku masuk ke bawah kursi, jadi aku agak susah ngambilnya" bohong Alfano , memberikan alasan.


Asmara pun tak menyahuti suaminya dan berjalan masuk menuju MCD. Semerbak bau ayam goreng khas MCD membuat wanita hamil itu makin senang.


Ia langsung berjalan menuju kasir untuk memesannya, Alfano mengikuti langkah kaki sang istri.


"Selamat malam, mau pesan apa?" tanya pramusaji dengan ramah.


"Saya mau pesan 2 ayam dada spicy, 2 nasi putih, dan 2 ice lemon tea ukuran big" jawab Asmara yang memesan untuk dirinya sendiri.


"Baik, ada lagi yang mau dipesan?" tanya pramusaji lagi.

__ADS_1


"Kamu mau apa, Alfano?" tanya Asmara pada pria yang berdiri disampingnya.


Alfano heran mendengar pertanyaan sang istri. Ia kira pesanan Asmara yang serba 2 udah mewakili pesanan untuk dirinya juga.


"Hah? Kan tadi kamu udah pesan 2 porsi, Asmara?" Alfano malah balik tanya dengan heran.


"Itu pesanan ku sama anak kita. Aku belum mesenin kamu, yakan aku gak tau kamu pingin apa. Jadi kamu mau pesen apa?" ujar Asmara lalu ia menanyakan lagi pesanan pada Alfano.


"Hmm, samain aja sama kamu deh" jawab Alfano pasrah. Asmara tersenyum smirk melihat suaminya itu agak kesal karena ulahnya. Yah memang wanita hamil ini berniat menggoda Alfano dan membuat pria itu mengira ia sudah memesan 2 porsi untuk mereka berdua tapi sengaja ia pesan untuk dirinya sendiri.


Pramusaji pun ikut tersenyum melihat tingkah lucu pasangan didepannya itu.


"Tambah 1 porsi paket yang sama ya mbak. Jadi 3 ayam dada spicy, 3 nasi, sama 3 ice lemon tea ukuran besar" ucap Asmara pada pramusaji.


"Baik, totalnya 120 ribu" sahut pramusaji. Alfano yang sudah berniat mengeluarkan dompetnya, malah terkejut melihat Asmara lebih dulu men-scan barcode QRIS dari handphonenya.


"Sudah ya mbak" kata Asmara sambil memperlihatkan layar hapenya ke pramusaji itu ketika pembayaran online sudah selesai.


"Baik. Sudah kami terima pembayarannya. Mohon ditunggu disamping ya, akan saya siapkan pesanannya" sahut pramusaji lalu mulai menyiapkan pesanan sepasang suami istri itu.


Asmara dan Alfano pun bergeser sedikit di tempat menunggu makanan disajikan.


"Kan aku yang ngajak kamu kesini, ya aku yang bayar dong" sahut Asmara enteng.


"Hmmm" gumam Alfano yang terlihat makin kesal pada Asmara.


Asmara pun melihat ekspresi kesal sang suami malah tersenyum senang.


"Jangan kesel gitu dong. Kita mau makan, jangan bikin makannya jadi nggak enak" sahut Asmara dengan lembut.


"Kamu sih bikin aku malu didepan pramusaji tadi" kata Alfano mode merajuk.


Asmara makin senyum lebar melihat tingkah Alfano yang kayak anak kecil kalau lagi kesel.


"Malu kenapa sih? Sekarang itu banyak yang bayarin suaminya kalau makan diluar. Lagian kan uang yang dipake istri juga uang dari suami. Jadi gak usah marah ya" kata Asmara mencoba menenangkan gengsi Alfano.


"Hmmm" gumam Alfano lagi memaksa mengiyakan perkataan istrinya tapi tetep aja masih terlihat kesal.

__ADS_1


Lalu datanglah pramusaji membawa pesanan mereka.


"Ini mbak dan mas pesanannya. Selamat menikmati" ujar pramusaji dengan senyum dan ramah sambil memberikan 1 nampan yang berisi 3 porsi paketan ayam nasi dan minum.


"Terima kasih banyak, mbak" sahut Asmara sambil mengangkat tangannya untuk mengambil nampan namun didahului oleh suaminya.


"Biar aku bawa" ucap Alfano dengan cuek.


Asmara hanya senyum manis, melihat Alfano cuek tapi perhatiian.


"Suaminya lucu banget mbak" celetuk pramusaji yang masih berada didepan Asmara.


Asmara pun menoleh ke arah pramusaji lagi dan tersenyum mendengar ucapan orang lain yang kagi lagi menyebut Alfano sebagai suaminya.


"Iya mbak, memang unik suami saya itu" sahut Asmara dengan senyuman merekah di bibirnya.


Pramusaji membalas senyuman mendengar sahutan pelanggannya itu.


"Ya sudah mbak, terima kasih kasih banyak atas pelayanannya ya. Saya nyusul suami saya dulu" lanjut Asmara memberikan apresiasi atas pelayanan baik dari pramusaji MCD.


Setelah Asmara mengucapkan terima kasih lagi pada pramusaji, ia berjalan menuju Alfano yang sudah duduk di kursi meja makan MCD.


"Lama banget ngobrolnya sama pramusaji itu. Bicarin aku ya?" celetuk Alfano dengan nada masih kesal.


"GR banget sih jadi cowok. Tapi emang iya sih hahaha" sahut Asmara sambil tertawa karena tidak tahan menggoda suaminya itu.


Wajah Alfano makin dibuat buat untuk terlihat kesal. Pria itu ingin tau respon sang istri jika ia merajuk kayak anak kecil.


Asmara menghentikan tawanya, lalu tersenyum kepada sang suami.


"Kamu dibilang lucu sama mbak nya itu. Terus aku bilang kalau kamu suami yang unik terus mbaknya tersenyum mendengar ucapanku" jelas Asmara.


"Terus kamu gak cemburu aku disenyumin wanita lain?" tanya Alfano sambil mengangkat alisnya karena penasaran dengan jawaban sang istri.


"Ngapain aku cemburu, meskipun kamu ganteng dan disenyumin banyak cewek tapi kamu suamiku, ya aku percaya aja kalau senyuman cewek cewek itu gak ngaruh sama perasaanmu, ya kan?" tanya Asmara menjebak dengan senyuman smrik yang menantang.


Alfano yang dibilang ganteng sama Asmara tiba tiba raut wajah kesalnya berubah jadi malu malu dan perasaannya jadi senang.

__ADS_1


"Udah deh, ayo makan" ucap Alfano mengalihkan omongan yang membuat ia malu.


Asmara terkikih melihat sikap Alfano yang sudah tidak kesal lagi malah terlihat malu malu padanya. Akhirnya sepasang suami istri itu makan MCD dengan lahap apalagi sang istri yang lagi hamil , 2 porsi paket MCD ia makan sendiri dan habis tak tersisa. Sampai Alfano aja heran melihat nafsu makan wanita didepannya ini sungguh tinggi, tapi ia senang bisa makan bareng sama Asmara lagi dengan kondisi yang lebih baik.


__ADS_2