
Asmara yang sudah keluar mobil disambut uluran tangan Bunga agar memudahkan wanita hamil itu jalan karena terlihat kesusahan.
"Kamu gapapa kan Mara? Kenapa perutmu sakit kah?" tanya Bunga khawatir.
"Hehe, gapapa. Udah lama gak nyetir dan ini pertama kali aku nyetir waktu hamil jadi agak tegang tadi. Tapi ini udah lumayan kok. Makasih ya udah bantu aku jalan" jawab Asmara sambil memegang lengan Bunga.
"Ish, tadi tau gitu aku yang nyetirin kamu. Eh kamu dari kemarin maksa sih. Yaudah, nanti pulang beneran aku yang nyetir ya. Lagi hamil kembar berlagak kuat lagi" kesal Bunga.
"Yakan emang aku kuat, Bun hahaa. Cuma belum kebiasa aja, kapan kapan lagi kalau nyetirin kamu gak kayak begini kok. Relax, aku gapapa" ucap Asmara yang sudah berjalan bergandengan bersama Bunga.
"Iya iya. Tapi jangan dipaksain banget loh. Takut kalau kamu tegang nyetirnya, ngaruh ke kandunganmu juga" ingat Bunga.
"Iyaa, Bungaaaa. Ayoo buruan jalannya, keburu nomorku dipanggil dan bikin ngantri lama karena udah jam set9"
"Iya sabaaar. Kamu bener bener yaa hari ini keras kepala banget" protes Bunga karena tingkah Asmara yang bikin dia kesel.
"Hehe maaf maaf" ucap Asmara merasa bersalah.
Mereka pun berjalan bersama sampai di receptionis RSIA Bandung dan mencetak nomor antrian 2 karena sebelumnya Asmara sudah daftar online tadi malam. Setelah mendapatkan cetakan nomor antri, Asmara dan Bunga pun berjalan lagi menuju poli kandungan dimana Dr. Aryanti membuka praktek. Saat ini sudah masuk pasien pertama, jadi Asmara tidak sampai kelewatan.
"Untung aja pas ya, Bun" celetuk Asmara sambil mengelus perut buncitnya karena merasa lega sampai tepat waktu.
"Iya Alhamdulillah, gak sampai diloncati nomor antrianmu" sahut Bunga.
"Gimana kabar Alfano, kapan dia balik ke sini buat nikahin kamu Jumat besok?" lanjut Bunga memulai obrolan.
"Katanya sih Kamis malam. Keluargaku akan datang kesini hari Rabu malam kayaknya. Jadi besok aku udah izin gak masuk kerja gapapa ya Bun?" jawab Asmara sekalian meminta izin untuk tidak pergi ke restauran menjelang pernikahannya.
"Lebih baik gitu sih. Aku tadi mau nawarin ke kamu buat libur aja mulai hari ini, eh kamu duluan yang mau izin. Kamu bisa libur sampai minggu, sis. Udah enakin jadi pengantin baru" ucap Bunga.
"Kalau hari ini aku mau masuk, Bun. Mau bilang ke Hani dan pihak dapur dulu biar mereka bisa siap siap juga aku tinggal. Beneran aku boleh libur sampek minggu?" tanya Asmara dengan riang.
"Hahaha, ya boleh lah. Masa aku ngelarang pemilik restauran buat gak boleh libur? Tadi katamu aku bebas izin atau ambil libur, kamu juga dong karena kan kita partner usaha. Selama kita bisa saling handle, its okay restauran akan tetap jalan dengan baik" jawab Bunga.
"Siap, Bun. Makasih yaaa" ujar Asmara dengan senyuman bahagia.
"Sama sama, Asmara sayang. Temen dan partner kerja terbaikku" ucap Bunga membalas dengan senyuman juga.
Mereka pun melanjutkan mengobrol hal kecil lalu tak berselang lama pasien pertama keluar dan nama Asmara dipanggil perawat untuk masuk.
"Nomor 2, Ibu Asmara Raniata" panggil perawat.
__ADS_1
Asmara pun berdiri dibantu oleh Bunga dan berjalan menuju ruangan.
"Selamat pagi, Dokter Aryanti" sapa Bunga ramah mendahului pasiennya yang dipanggil yaitu Asmara.
"Selamat pagi, Mbak Bunga dan Mbak Asmara. Wah baru sebulan yang lalu terakhir kontrol, sekarang udah makin besar ya twins nya" balas sapa Dokter Aryanti.
"Alhamdulillaaah, dok. Mereka makin aktif" sahut Asmara.
"Alhamdulillah, ayo langsung saja di brankar pemeriksaan. Mari kita lihat dulu keadaan bayi bayinya ya" ajak Dokter Aryanti menuju ruang perawatan dan USG kehamilan.
Asmara pun melanjutkan jalannya diikuti oleh Bunga dan perawat.
Wanita hamil itu langsung naik ke brankar dan memposisikan dirinya untuk terlentang di tempat itu. Perawat dengan sigap membantu Asmara untuk menyelimuti diri lalu dress yang dipakai , diangkat hingga menampakkan perut buncitnya.
"Udah siap ya? Saya kasih gel dulu biar ada pelumasnya di kulit" ucap Dokter Aryanti lembut sambil meletakkan gel di perut Asmara lalu ia letakkan alat USG diatasnya.
Beberapa saat alat itu diputar putar area perut, nampak lah 2 janin yang terlihat semakin besar sedang berhadapan dengan posisi terbalik.
"MasyaAllah, janinnya sehat Mbak Asmara. Mereka berkembang dengan baik. Sepertinya mereka bahagia, mungkin efek dari ibunya juga bahagia pastinya. Usia kandungan sudah 5 bulan lebih atau sekitar 22 minggu ya" jelas Dokter Aryanti dengan raut bahagia.
Bunga pun tersenyum lebar melihat layar yang menampakkan isi perut sahabatnya itu.
"Alhamdulillah. Memang si ibu lagi bahagia banget nih Dok. Daddynya si twins udah dateng, jadi Asmara ada yang nemenin" sahut Bunga yang gak bisa menahan informasi bahagia ini.
"Wah, selamat Mbak Asmara. Akhirnya bisa berjuang bersama dengan ayah si kembar. Semoga kalian bahagia selalu ya" uca Dokter Aryanti ikut senang mendengar kabar itu namun ia tidak berani menyebutkan suami atau membahas pria itu karena dari awal ia tahu jika Asmara hamil diluar nikah.
"Amiin. Terima kasih dokter. Saya tau Dokter Aryanti pasti menjaga perasaan saya untuk tidak menanyakan siapa ayah dari bayi yang saya kandung dari awal saya periksa dan mungkin Bunga juga sudah menjelaskan kondisi saya waktu itu. Alhamdulillah sekarang saya bisa bilang ke dokter jika saya sudah menikah dengan ayah si kembar. Jadi InshaAllah, kapan kapan kalau suami saya ke Bandung dan waktunya kontrol , saya akan memperkenalkan dia ke dokter" sahut Asmara menjelaskan keadaannya sendiri saat ini karena tau selama ini Dokter Aryanti menjaga perasaannya sebagai wanita hamil di luar nikah.
Dokter Aryanti pun menjadi terharu dengan penjelasan yang dikatakan oleh pasiennya ini. Merasa suasana menjadi penuh haru, sang dokter menyahuti dengan candaan.
"Alhamdulillah, Mbak Asmara saat ini dalam kondisi hati yang berbahagia. Saya juga ikut bahagia mengetahui kabar ini. Melihat ekspresi Mbak Asmara ketika masuk ruangan saya tadi saya sudah tau kalau sedang berbunga bunga hatinya. Oh ternyata sudah dapet raja di hatinya ya dan pasti sudah jenguk si kembar ya?" tanya Dokter Aryanti frontal tapi niat bercanda.
"Hahahaha" tawa Bunga pecah tapi langsung ia bekap mulutnya sendiri. Asmara yang ditanya jadi malu.
"Ehem eheem, maaf maaf Dok saya ketawanya kelepasan. Maaf ya Asmara, aku ketawa hehe" ujar Bunga merasa gak enak karena ketawa sendiri.
"Hmmm, Dokter Aryanti bisa aja. Tapi itu juga yang ingin saya tanyakan sekalian konsultasi" jawab Asmara dengan tersipu malu.
"Beres, bisa bisa. Tanyakan apa yang ingin Mbak Asmara tanyakan. Yaudah, saya ambil foto si kembar dulu ya buat oleh oleh ayah mereka dirumah. Oh iya, ini sudah kelihatan jenis kelaminnya loh, apakah Mbak Asmara mau tau?" tanya Dokter Aryanti.
"Nanti aja Dok, kalau saya datang sama suami. Biar jadi kejutan untuk kita" jawab Asmara degan senyum manisnya.
__ADS_1
"Baik. Memang soal kehamilan itu banyak kejutannya. Menanti anak pertama sekaligus anak kedua bersamaan, menjadi salah satu rejeki untuk Mbak Asmara dan suami. Ya sudah, saya ambil fotonya lalu perawat akan membersihkan sisa gel di perut Mbak Asmara" ucap Dokter Aryanti.
Asmara dan Bunga pun saling pandang dengan sorotan mata bahagia.
"Kamu memang wanita luar biasa, Asmara" lirih Bunga sambil melihat wajah sahabatnya itu yang masih terlentang di brankar.
"Kamu jugaa, Bunga. Kamu temanku terbaik dan wanita serta ibu yang luar biasa. Kita sama sama luar biasa" sahut Asmara.
Tak lama kemudian, Asmara dan Bunga berjalan menuju Dokter Aryanti yang sudah duduk di kursi profesinya. Kedua wanita muda itu pun duduk di depan meja kerja sang dokter untuk mendapatkan konsultasi dan penjelasan terkait kondisi kandungan Asmara.
"Ini foto si kembar. Keadaan mereka Alhamdulillah sehat dan tumbuh sesuai umurnya. Berat dan tingginya pun sudah bertambah banyak sejak terakhir kali kontrol. Untuk mempertahankan kondisi baik ini, Mbak Asmara tetap sering makan buah buahan dan sayuran yaa. Jangan lupa gak boleh stress. Bawa 2 bayi sekaligus butuh tenaga ekstra" jelas Dokter Aryanti sambil menyerahkan 3 foto USG twins.
"Terima kasih banyak, Dokter" sahut Asmara.
"Oh ya tadi mau konsultasi tentang jenguk menjenguk sang ayah pada bayinya ya?" goda dokter kandungan sambil bercanda.
Asmara jadi tersenyum malu , tapi tetap ingin menanyakan hal itu.
"Iya dok, saya mau tanya soal berhubungan suami istri ketika hamil apakah aman untuk bayi yang di kandung ya?" tanya Asmara dengan wajah yang memerah menahan malu.
Bunga pun menahan tawanya agar tidak sampai keluar tawa dari mulutnya.
Dokter Aryanti tersenyum ketika mendengar pertanyaan itu.
"Melihat keadaan si kembar yang sehat dan kuat, InshaAllah hubungan suami istri di kondisi kandungan sudah trimester kedua aman selama dilakukan dengan posisi yang nyaman untuk ibu hamil dan tidak menekan perut. Jadi lebih baik, Mbak Asmara posisi diatas aja ya kalau melakukan hubungan ini , lebih aman dan nyaman juga" jawab Dokter Aryanti ditambah dengan saran yang membuat Asmara makin merasa malu membayangkan wajah Alfano yang tampan dibawahnya saja sudah bikin dia meremang.
"Astaga! Apa yang aku bayangkan!" batin Asmara.
"Nanti kalau Mbak Asmara ada yang di konsultasi kan lagi mengenai ini bisa tanya saya langsung atau tanya ke Mbak Bunga yang sudah pengalaman" goda Dokter Aryanti kepada Bunga.
"Dokter Aryanti tau saja hihi" sahut Bunga sambil terkikih mendengar godaan dokter kandungannya waktu ia hamil dan mengingat bahwa ia juga pernah menanyakan hal yang sama.
"Hahaha, pertanyaan Mbak Asmara sama kayak pertanyaan Mbak Bunga dulu. Memang kalau hamil pertama, hal ini jadi sesuatu yang ditakuti sang ibu kadang juga suami takut akan menyakiti bayinya. Padahal hubungan suami istri ketika sang istri hamil akan meningkatkan kebahagiaan dan sensasi ranjang yang berbeda. Namun, hormon setiap wanita hamil berbeda. Ada yang makin suka atau malah ada yang malah jadi malas. Suami harus pengertian soal ini ya. Semoga setelah twins lahir giliran Mbak Bunga yang lagi yang datang kesini ya" ucap Dokter Aryanti sekaligus menjelaskan terkait perbedaan hormon ibu hamil terkait kegiatan diatas ranjang bersama suami.
"Amiin, InshaAllah kalau dikasih rejeki sama Allah lagi ya Dok" ucap Bunga.
Akhirnya konsultasi dan kontrol kandungan Asmara selesai dengan hasil janin yang sehat serta jawaban puas dari Dokter Aryanti atas pertanyaan wanita hamil yang masih lugu itu. Tidak lupa Asmara diberikan resep vitamin dan penguat kandungan untuk ia tebus di apotik RSIA.
Asmara dan Bunga segera keluar ruangan karena perawat sudah memanggil pasien nomor 3. Mereka langsung menuju apotik untuk menebus resep serta membayar biaya pemeriksaan kandungan di bagian kasir RSIA.
Setelah mendapatkan obat dan menyelesaikan pembayaran, Asmara dan Bunga pun berjalan menuju parkiran untuk naik mobil menuju restauran Enak Kabeh. Seperti yang telah disepakati tadi, Bunga menjadi driver untuk Asmara menuju restauran milik mereka.
__ADS_1