
Setelah berpakaian casual, Alfano masuk ke kamar mandi lagi berniat wudhu soalnya tadi kelupaan belum ambil air wudhu habis mandi. Ia melihat istrinya sudah memakai handuk dan sepertinya akan keluar kamar mandi.
"Udah selesai berendamnya, sayang?" tanya Alfano.
"Udah, Mas. Aku juga udah mandi. Tadi waktu kamu habis mandi, gantian aku yang mandi. Mas mau wudhu?" tanya balik Asmara.
"Iya. Mau sholat bareng nggak nih?" ajak Alfano.
"Mau. Tunggu ya, aku pake baju dulu terus wudhu" sahut Asmara lalu keluar kamar mandi sedangkan Alfano masuk.
Setelah Alfano keluar kamar mandi gantian istrinya yang masuk untuk ambil air wudhu. Ketika Asmara sudah wudhu dan keluar kamar mandi, ia melihat sajadah dan mukenahnya sudah disiapkan Alfano.
Asmara tersenyum lalu berjalan menuju tempat ia akan sholat sebagai makmum dengan suaminya menjadi imam. Sepasang suami istri itupun melakukan ibadah maghrib bersama.
Baru saja makmum mencium punggung tangan imam selepas salam, suara krucuk krucuk dari perut Asmara terdengar membuat Alfano langsung menoleh kebelakang.
"Eh, anak anak daddy kelaparan ya? Atau mommy nya nih yang lapar?" tanya Alfano sambil mengelus perut Asmara.
"Kita semua lapar, Mas. Tapi aku udah nyiapin dinner buat kita jam set 8, kurang satu jam setengah lagi nih" jawab Asmara.
"Wow, kejutan apa lagi nih dari istriku. Gapapa, nanti makan lagi jam set 8. Masih sejam lebih loh kasian anak anak kita kelaparan kalau mommynya lapar. Kita pesen aja makanan kesini, nasi goreng mau? Aku kayaknya tiba tiba ngidam nasi goreng hehe" ucap Alfano.
Wajah Asmara langsung sumringah karena ia juga lagi pingin nasi goreng, eh suaminya juga pingin.
"Mau mau, Mas" sahut Asmara semangat.
"Oke, aku pesenin ya" ujar Alfano lalu ia berdiri dan berjalan kearah telepon kamar.
__ADS_1
Setelah terhubung dengan receptionist hotel, Alfano memesan 2 porsi nasi goreng.
"Udah aku pesenin sayang. Kita doa dulu yaa, baru santai di kasur, rebahan sambil lihat tv atau ngobrolin apa gitu" ucap Alfano ketika kembali duduk di tempatnya ia beribadah tadi.
"Oke, suami ku sayang" sahut Asmara.
Alfano memanjatkan doa untuk kebaikan dirinya, istrinya, anak anaknya, orang tua dan mertuanya, serta saudara saudaranya. Asmara hanya mengamini doa dari suaminya.
Setelah selesai, mereka berberes alat ibadah dan naik ke ranjang bersama. Mereka sama sama menyandarkan tubuh di kepala ranjang dan memilih menonton SpongeBob di televisi kamar itu. Tangan Alfano berada belakang tubuh Asmara untuk bisa merengkuh istri dalam dekapannya.
"Kamu suka kartun SpongeBob ya Asmara?" tanya Alfano.
"Suka banget, Mas. Kayaknya kartun ini yang paling aku suka sampai sekarang. Bagiku SpongeBob itu polos, setia kawan, tapi gampang termanipulasi dan dimanfaatkan orang. Tapi ketulusannya itu loh yg bikin aku salut" jawab Asmara yang sangat nyaman menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Hahahaha, sejak aku jadi CEO kayaknya aku udah gak pernah nonton kartun. Aku juga sebelumnya suka SpongeBob dan sekarang kayaknya suka lagi karena kamu" sahut Alfano.
"Ih sukanya niru nih kamu, Mas" ejek Asmara.
Asmara tersenyum melihat sikap suaminya yg hobinya ngelus perut buncitnya sambil mencoba ngobrol sama bayi yang ia kandung.
"Oh iya Asmara, kemarin gimana waktu periksa twins? Selain info kalau mereka boleh dijenguk apa udah tau mereka cowok atau cewek atau kita dapat sepasang?" tanya Alfano penasaran.
"Memang kamu pingin mereka cowok cewek apa cewek aja apa cowok aja?" tanya balik Alfano.
"Aku nurut Allah aja mau dikasih apa aja, InshaAllah mereka terlahir sehat dan lengkap sempurna itu sudah rejeki terbaik. Mereka akan cantik seperti kamu dan tampan sepertiku" jawab Alfano sambil mengecup pucuk kepala istrinya.
"InshaAllah, semoga mereka terlahir dengan selamat ya Mas" ucap Asmara membuat Alfano menatap wajah istrinya penuh cinta.
__ADS_1
"InshaAllah ibu dan bayi bayi ini akan lahir dengan selamat. Kamu juga harus sehat kuat ya sayang" sahut Alfano. Lagi lagi Asmara hanya bisa tersenyuk manis dan puas mendengar perkataan suaminya.
"Kemarin dokter Aryanti udah mau ngasih tau jenis kelamin anak anak kita, tapi aku nunggu sama kamu aja lihatnya" ujar Asmara.
"Dengan senang hati sayang. Mau kapan kontrol lagi?" tanya Alfano antusias.
"Sebelum kamu bawa aku ke Jakarta aja Mas. Rencana kamu mau aku ikut kamu mulai kapan?" tanya balik Asmara.
"Secepatnya kalau bisa ya senin besok pagi ini waktu aku balik ke Jakarta kamu udah ikut aku" jawab Alfano.
"Yah, berarti minggu kita bisa kontrol ke Dokter Aryanti" sahut Asmara.
"Wah, aku gak sabar! Hai anak anak daddy, kalian akan ketemu daddy lagi nih minggu ini. Tunggu yaa, daddy akan lihat kalian lagi" ucap Alfano semangat.
Tiba tiba bel kamar berbunyi menandakan , pesanan makanan mereka sudah datang. Alfano turun dari ranjang dan membukakan pintu kamarnya untuk menerima 2 porsi nasi goreng yang ia pesan tadi.
Alfano menyuruh petuga hotel menunggu didepan pintu kamar ketika ia masuk membawa 2 piring, lalu pria itu keluar lagi dan memberikan tips 5 lembar uang merah untuk petugas itu.
"Terima kasih, Pak. Tapi ini terlalu banyak" ucap petugas dengan ragu ragu.
"Ini rejeki buat kamu dan keluargamu. Terima saja, doakan saya dan keluarga saya bahagia aja ya" sahut Alfano sambil tersenyum dan membuat petugas itu ikut tersenyum karena mendapatkan tips sebanyak itu hanya karena mengantar 2 porsi nasi goreng.
"Amiin. Terima kasih banyak loh Pak, semoga bapak dan keluarga diberikana kesehatan kebahagiaan dan limpahan rejeki" doa petugas itu dengan tulus.
"Amiin" ucap Alfano ikut mengamini doa petugas hotel itu lalu ia pun pamit masuk ke kamarnya lagi. Petugas itu pun kembali menjalankan tugasnya yang lain dengan wajah sumringah karena habis mendapatkan rejeki nomplok.
Alfano kembali ke kamar dan melihat Asmara sudah duduk di kursi dekat jendela sambil membawa sepiring nasi goreng. Seporsi lainnya terlihat berada di meja sebelah kursi Asmara.
__ADS_1
Pria itu pun duduk di kursi kosong yang berdekatan dengan istrinya setelah mengambil nasi goreng miliknya.
Mereka dengan semangat menghabiskan nasi goreng untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan karena aktifitas panas beberapa jam yang lalu.