
Ciuman bergairah antara suami istri itu semakin menggebu ketika, Alfano mulai turun menciumi leher Asmara. Pada awalnya sang istri mengikuti permainan sang suami, namun ditengah tengah permainan ciuman di lehernya, ia tersadar jika dirinya ingin memberikan kejutan di waktu yang tepat.
"Mas, berhenti" minta Asmara sambil menahan kepala Alfano yang masih mengecup berlahan lehernya.
"Mas, please. Jangan paksa aku sekarang" minta Asmara lagi dengan nada memohon sehingga suaminya baru berhenti.
"Maaf sayang. Khilaf" lirih Alfano dengan mata penuh gairah tapi harus ia tahan karena baginya persetujuan sang istri adalah kunci utama.
Asmara jadi gak tega lihat suaminya memberikan tatapan memelas memohon maaf.
"Maafkan aku, Mas. Tunggu sebentar lagi, aku kasih kamu kejutan" batin Asmara.
Alfano pun duduk di tepi ranjang dan menetralkan nafasnya.
"Maafkan aku ya, Asmara. Hampir saja aku kelepasan tadi. Kamu gapapa kan?" tanya Alfano memastikan jika istrinya tidak trauma lagi.
Asmara yang merasa kasihan sama suaminya itu pun berdiri dari kursi meja rias dan beralih duduk disamping Alfano ditepi ranjang.
"Gapapa sayang. Aku seharusnya yang minta maaf ya, bikin kamu kecewa" gantian Asmara yang memberikan wajah memelas memohon maaf.
Alfano pun menangkup wajah sang istri dan menatap lekat matanya.
"Siapa bilang aku kecewa? Aku hanya merasa bersalah sama diriku sendiri udah hampir maksa kamu tadi" ucap Alfano.
"Aku senang, kita udah first base sampek second base tadi hehe. Ciumanku kamu terima dengan irama yang sama aja aku udah seneng mangkanya sampek kebablasan tadi" lanjut Alfano.
Asmara jadi malu sendiri karena memang tadi ia menerima ciuman hingga luma**n Alfano dengan gairah juga. Lalu beberapa saat hening dengan pikiran mereka masing masing.
__ADS_1
"Apa aku bilang sekarang aja ya kalau aku udah booking kamar hotel buat kita?" batin Asmara.
"Sabar sabar. Pasti bisa kok jenguk si kembar sebelum lahir" batin Alfano.
Lalu Asmara dan Alfano ingin mengungkapkan isi hatinya , tapi sama sama memanggil sayang sampek bingung siapa yang mau ngomong duluan.
"Sayang" serempak dari mereka.
"Kamu dulu , istriku sayang. Mau bilang apa?" tanya Alfano lembut.
"Hmm, mas dulu aja deh" jawab Asmara malah menyuruh balik suaminya.
"Lady first , sayang" bujuk Alfano dan akhirnya Asmara pun mau mengatakan duluan.
"Baiklah. Aku ngomong dulu ya. Hari ini hari bahagia kita, aku mau nginep di hotel dan udah aku booking sih kamar untuk kita. Dirumah banyak orang jadi gak enak kalau pengantin baru dirumah sama keluarga. Takut mereka mikir macem macem dan menunggu sesuatu atau suara suara dari kamar kita" ucap Asmara yang membuat Alfano bingung menafsirkan maksud dari istrinya itu karena alasannya agak tidak masuk akal.
"Wait wait, suara apa emang yang mereka harapkan dari kamar kita? Ya kali mereka nunggu kita malam pertama, toh kita udah malam pertama di mobilku haha" spontan Alfano lalu ketika sadar langsung menutup mulutnya.
"Maafkan aku, Asmara. Keceplosan" lanjut Alfano.
Asmara hanya tersenyum saja, tidak mengambil pusing masa lalu yang sudha mulai ia damaikan dihidupnya.
"Ya mungkin aja, namanya juga kamar pengantin baru. Gimana, Mas mau nggak nemenin aku tidur di hotel? tapi jangan mikir aneh aneh ya" ucap Asmara mengingatkan padahal ia akan memberikan kejutan disana.
"Ya mau dooong" sahut Alfano semangat.
"Aah, terima kasih Mas. Ingat jangan mikir aneh aneh ya. Aku cuma mau ngerayain pernikahan SAH kita berdua. Makan malam dan tidur jauh dari keluarga semalam" ujar Asmara sambil memeluk Alfano sesaat dan ia lepaskan lagi.
__ADS_1
"Aku siapin baju kita dulu ya, pakai koper Mas Alfano boleh? Koperku gak ada yang kecil soalnya" lanjut Asmara.
"Pakailah semuanya yg menjadi milikku adalah milikmu , Asmara" ujar Alfano dengan senyum melihat ekspresi bahagia dari istrinya.
"Terus Mas mau ngomong apa?" tanya Asmara.
"Aku mau ngomong kalau, Mas sayang Asmara. Apapun yang kamu bilang akan aku turuti selama aku bisa memenuhinya. Percaya sama aku dan aku percaya sama kamu. Kita hidup bersama sejak hari ini dan selamanya, I love you my wife" ucap Alfano dengan tatapan penuh arti dan makna hingga membuat Asmara terharu.
"Mas Alfano, romantis banget ternyata. Kalau begini terus , mana bisa aku tahan nggak melayani dia ya, makin gak sabar ngasih dia kejutan. Tapi sabar sabar, InshaAllah nanti malam aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya kepada suamiku" batin Asmara.
"Hei kok melamun? Kamu gak suka aku sayang, Asmara?" tanya Alfano menyadarkan lamunan Asmara.
"Eh, maaf sayang. Lagi ngelamun karena gak nyangka kamu se romantis ini dan berubah 180 derajat. I love you too, My Husband. Daddy dari twins dan anak anak kita selanjutnya" sahut Asmara.
"Haha, kamu ada rencana punya anak lagi setelah twins lahir?" tanya Alfano sambil tertawa karena tidak menyangka istrinya itu ngomong begitu.
"Hmmm, ya mungkin Allah ngasih rejeki anak banyak buat kita" jawab Asmara.
"Kamu gak takut buat lahiran yang katanya sakit banget itu? Kayaknya aku yang gak tega kalau kamu kesakitan buat lahirin banyak anak. InshaAllah, 2 aja cukup sayang. Tapi kalau memang kamu mau anak lagi setelah twins lahir ya aku mau aja selama kamu siap hamil lagi, karena aku gak bisa gantiin kamu but hamil anak kita haha" sahut Alfano sambil bercanda.
"Hahaa, iya mas. Katanya sih sakit banget, nanti kalau memang sakit banget ya mungkin aku berubah pikiran hehe. Kita jalanin aja dulu deh saat ini dan menjadi suami istri yang baik dulu, saling melengkapi dan menjadi orang tua terbaik untuk twins" ucap Asmara.
Alfano tersenyum lega dan bahagia menerima mendengarkan ucapan dari istrinya itu yang menyebutkan jika mereka akan menjalani kehidupan suami istri dengan baik.
"Ya udah mas, aku packing dulu ya" ujar Asmara lalu ia berdiri dan menuju lemari baju untuk mengambil bajunya dan baju Alfano.
Pria itu memilih untuk naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya karena merasa sangat lelah. Bukan berarti tidak bahagia sampek lelah tapi dari kemarin di kantor yang super sibuk hingga bangun pagi pagi tadi untuk melakukan momen bahagia dihidupnya sehingga ia kekurangan tidur. Tak lama, Alfano pun memejamkan matanya.
__ADS_1