BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Dibilang ganteng


__ADS_3

Asmara yang berniat mengajak Bu Laras untuk ibadah magrib bersama sudah berdiri didepan pintu kamar sang mertua. Ia pun mengetuk pintu itu untuk memanggil.


Tok...tok...tok...


"Mami, ini Asmara" panggil Asmara bersamaan dengan ketukan tangannya di pintu.


Bu Laras yang akan masuk ke kamar mandi untuk ambil wudhu mengurungkan niatnya dan berjalan menuju pintu kamar.


"Iya Asmara, sebentar yaa mami dataang" sahut Bu Laras sambil berjalan ke pintu kamar dan membukanya.


"Maaf mam, Asmara ganggu ya?" tanya Asmara merasa tidak enak.


"Nggak sayang, mami mau ambil wudhu tadi. Ada apa mantu mami tersayang?" tanya balik Bu Laras dengan senyum.


"Ini mam, Mas Alfano ngajak sholat bareng sama mami. Mami mau kah? Nanti sholat di sini saja karena space ruangnya lebih besar dari kamar kami" ajak Asmara.


"Wah, anak anak mami sholeh sholehah memang. Boleh banget dong. Oke, mami ikut jama'ah nya" jawab Bu Laras dengan senang.

__ADS_1


"Oke mam, Asmara panggil Mas Alfano dulu sama sekalian wudhu dan ambil peralatan sholat disana. Tunggu kami ya mami" ujar Asmara lalu berjalan menuju rumahnya lagi menggunakan connection door dan langsung masuk kamarnya.


Ketika masuk, Asmara melihat Alfano sudah tampan menggunakan sarung dan kopyah.


"Udah siap aja, Mas. Tunggu aku ya. Kita sholat di tempat mami aja lebih luas karena barangnya dikit. Aku wudhu dulu" ucap Asmara lalu berjalan menuju kamar mandi untuk wudhu.


"Iya, istriku" sahut Alfano dengan tatapan menggoda membuat Asmara menoleh pada suaminya dengan tatapan tajam.


"Kenapa natap kayak gitu? Kan aku gak manggil sayang?" tanya Alfano yang sengaja menggoda sang istri karena ia tau panggilan "istriku" baru ia keluarkan pertama kali.


"Hmmm" deheman Asmara kesal lalu melanjutkan tujuannya.


Beberapa saat kemudian, Asmara keluar kamar mandi dan melihat Alfano sudah membawakan mukenah untuk dipakai wanita itu sekalian membawa 2 sajadah.


"Nih pake, mami udah nunggu" ucap Alfano bersamaan dengan ia menyodorkan mukenah Asmara.


"Makasih, Mas" ujar Asmara lalu ia ambil mukena ditangan suaminya dan ia pakai ditempat.

__ADS_1


Setelah sepasang suami istri itu udah siap untuk beribadah, mereka langsung berjalan menuju kamar Bu Laras. Dipertengahan jalan, Asmara meminta sajadah yang dibawa Alfano untuk ia bawa karena wanita itu berniat akan menata sajadah itu nanti.


Ketika masuk kamarnya, Asmara dan Alfano sudah melihat Bu Laras sudah siap dengan mukenah dan sajadah yg sudah dipasang di lantai.


"Akhirnya datang juga imam hari ini" celetuk Bu Laras dengan senyuman lebar.


"Hihi, mami bisa aja" sahut Alfano.


"Ganteng amat anak mami, apalagi semenjak nikah. Wow Asmara berhasil membuat Alfano glow up" puji Bu Laras pada anak anaknya.


"Memang anak mami udah ganteng hehe" ucap Asmara reflek.


Alfano langsung menoleh ke arah istrinya yg menata sajadah untuknya dan suaminya dengan senyuman puas dan bangga atas pembenaran dari sang istri untuk ketampanannya. Bu Laras hanya senyum senyum bahagia melihat interaksi anak dan mantunya itu.


Tau jika jawabannya membuat Alfano menatap dirinya, Asmara segera menyelesaikan menata sajadah dan memposisikan sajadanya disebelah Bu Laras.


"Udah jangan ditatap mulu istrinya itu, ayo buruan jadi imam sana" tegur Bu Laras ketika sudah berada di posisi sajadanya dan Asmara berdiri disebelahnya.

__ADS_1


"Hehe, iya mami" sahut Alfano malu karena kepergok menatap istrinya terus.


Akhirnya mereka bertiga melakukan ibadah maghrib bersama. Setelah selesai, mereka saling bersalaman dan menunggu isyak sekalian sambil ngobrol sebelum keluar mencari makan malam di alun alun Kota Bandung.


__ADS_2