BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Selamat datang kembali


__ADS_3

Hari ini, Alfano bekerja dengan semangat karena nanti malam ia akan bertemu istrinya di Bandung. Jaka sampai heran dengan keaktifan bosnya itu yang tidak ada lelah dari pagi sejak datang ke kantor seperti lari marathon untuk menyelesaikan beberapa meeting yang seharusnya bisa diselesaikan minggu depan tapi diselesaikan hari ini juga.


Sampai sampai Jaka mau angkat tangan untuk menyiapkan meeting yang ke 10 hanya dalam sehari dan saat ini pukul 5 sore. Alfano harus selesai pukul 7 malam karena ia harus sampek bandara jam set8 dan terbang jam 8 malam.


Sesuai estimasi Alfano meskipun tenaganya sungguh ia habiskan untuk agenda kantor hari ini, ia bisa menyelesaikan rapat tempat waktu dan jam 7 malam ia sudah berada didalam mobil menuju bandara. Sayangnya, Jaka hanya bisa mengantar bosnya itu sampai bandara lalu ia harus kembali ke kantor karena menyelesaikan laporan meeting dan tidak bisa menyaksikan sahabatnya mengucap janji pernikahan untuk kedua kalinya namun dengan orang yang sama.


Setelah sampai bandara, Alfano bertemu Bu Laras dan Alfani yang sudah sampai tempat itu lebih awal. Mereka pun mulai check in dan bisa masuk ke pesawat ekslusif untuk mereka.


Sesuai jadwal jam 8 malam, pesawat itu terbang menuju Bandung. 30 menit penerbangan, sudah mendarat di tujuan


Alfano, Bu Laras dan Alfani terlihat bahagia keluar bandara Bandung apalagi pria satu satunya dari tiga orang ini yang super bahagiaa akan bertemu Asmara.


Mereka memilih memakai taxi online menuju rumah Asmara karena tidak ingin merepotkan jika minta dijemput dan memang mereka ingin memberikan kejutan. Alfano sudah memberitahukan kepada istrinya sejak tadi siang bahwa dia akan sibuk hingga tidak bisa menelepon atau membalas chat maka dari itu, ia harap Asmara tidak menghubungi nya takut jika tidak dapat balasan.


Sekitar jam 9 malam, Alfano, Bu Laras dan Alfani sudah berada didepan rumah rumah Asmara dengan 3 koper yang 2 dibawa Alfano dan 1 nya dibawa Alfani.


"Sana, kamu tekan bel pintu rumah istrimu" perintah Bu Laras kepada Alfano.


"Mi, aku grogi ada keluarganya juga" sahut Alfano dengan nada manja karena benar benar ia grogi bertemu Asmara ketika rindu banget tapi ada keluarga istrinya juga disana, takut tak bisa menahan menumpahkan rasa rindunya itu.


"Hiii, udah jadi suami dan calon bapak manja gini. Udah tekan aja belnya , gak pake lama" kesal Bu Laras.


Alfano pun akhirnya menurut dan menghembuskan nafas terlebih dahulu agar lebih rileks lalu baru menekan bel rumah Asmara.


teng tong... teng tong...

__ADS_1


Suara bel dari dalam rumah Asmara terdengar hingga luar dan hanya sekali tekan, pintu rumah Asmara sudah terbuka dan menampakan wanita hamil yang membukakan pintu itu.


"Mas Alfano!" sapa Asmara dengan tatapan tak percaya suaminya tiba tiba sampai tanpa kabar.


"Hai, sayang" sapa balik Alfano lalu mendapatkan pelukan dadakan dari sang istri tanpa menyadari jika balik pintu lainnya yg masih tertutup ada mertua dan adik iparnya yang memang sengaja dari Alfano untuk melihat interaksi suami istri baru itu setelah berpisah beberapa hari.


"Sayang, jangan kencang kencang meluk akunya kasihan si kembar kamu gencet ke tubuhku" ingat Alfano yang merasakan pelukan Asmara kuat padanya. Asmara pun melonggarkan pelukannya tapi belum ia lepaskan.


Alfano tersenyum manis jika istrinya itu ternyata serindu itu padanya dan mengelus punggung Asmara dengan lembut dalam pelukannya.


"Ehem ehem,, halooo Asmara" sapa Alfani yang merusak suasana rindu dari sepasang suami istri didepannya yang membuat Asmara melepaskan pelukannya dan langsung menoleh ke atas sumber suara.


"Kak Alfani! Mami!" sahut Asmara yang langsung menyingkirkan keberadaan Alfano dan berjalan menuju kedua wanita itu lalu memeluknya bergiliran.


"Halo sayang, apa kabar?" tanya Bu Laras setelah pelukan Asmara terlepas.


Alfano yang merasa dicuekin istri masuk saja ke dalam rumah dan melihat Pak Wawang Bu Asih Pak Jarman dan Bu Lastri berdiri di kursi tamu seakan akan menunggu kedatangannya.


"Assalamu'alaikum, ayah" sapa Alfano yang langsung berjalan menuju ayah mertuanya itu.


"Walaikumsalam, Alfano" sahut Pak Wawang sambil menerima ukuran tangan menantunya hingga punggung tangannya dicium oleh pria itu.


"Assalamu'alaikum, ibu" giliran Alfano menyapa Bu Asih dan menciun punggung tangan ibu mertuanya.


"Ini yaa, menantu mu yang dari ibukota itu?" tanya Pak Jarman dengan nada menggoda.

__ADS_1


"Hehe, iya mas. Tampan kan menantuku?" tanya balik Bu Asih bangga.


"Hahahhaa, iya tampan" sahut Pak Jarman.


"Pakde Jarman dan Bude Lastri ya? Asmara sudah cerita terkait pakde dan bude, terima kasih bersedia menjadi saksi untuk pernikahan saya dan Asmara besok" sapa Alfano lalu mencium punggung tangan Pak Jarman dan Bu Lastri bergantian.


"Sama sama, Nak. Kami sangat bahagia jika memang Asmara sudah mendapatkan jodoh terbaik dari Allah. Semoga kamu bisa menjaga hari istrimu yaaa" ucap Bu Lastri.


Setelah Alfano menyapa keluarga Asmara, pria itu mencari keberadaan kedua adik iparnya.


"Rani dan Rian kemana ya, Yah?" tanya Alfano.


"Oh, mereka lagi keluar pake sepeda motor restauran Enak Kabeh tadi yang dipinjamkan Asmara untuk mereka siang ini" jawab Pak Wawang.


Belum saja disahuti Alfano, perhatian mereka semua teralih ketika melihat 3 wanita masuk kerumah.


"Bu Asih!" sapa Bu Laras bahagia sambil mendekat ke arah besannya itu, sama halnya dengan Bu Asih pun mendekat menuju Bu Laras lalu mereka berpelukan sesaat dan cipika cipiki khas ibu ibu.


"Bagaimana kabar, Bu Laras? InshaAllag baik kan?" tanya Bu Asih ketika pelukan mereka terlepas.


"Alhamdulillah, baik. Besok InshaAllah menjadi hari bahagia anak anak kita ya Bu" jawab Bu Laras dengan senyum gembira.


"InsyaAllah, semoga anak anak kita berjodoh hingga akhir hayat dan kita selalu jadi besan" sahut Bu Asih yang dibalas dengan anggukan dari Bu Laras.


Kemudian, ibu dari Alfano itu menghampiri Pak Wawang memberi salam lalu Bu Asih mengenalkan Pakde Jarman dan Bu Lastri kepada Bu Laras.

__ADS_1


Akhirnya kedua keluarga itu pun bertemu dan saling mengobrol nyaman hingga pukul 10 malam, ketika Rian dan Rani pulang, mereka semua memutuskan untuk beristirahat karena besok adalah acara besar mereka.


__ADS_2