BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Masih belum rejeki bertemu


__ADS_3

Di Jakarta, saat ini lagi heboh berita penangkapan Parmana atas tuduhan pencemaran nama baik, penipuan, lalu pencucian uang. Semua itu adalah balas dendam Alfano pada pria tua yg berani menjebaknya. Semua bukti ia kumpulkan melalui Jaka dan anak buahnya. Akhirnya tua bangka itu mendekam di penjara 7 tahun.


"Terima kasih, Jaka! Kamu sudah bekerja keras" ucapan terima kasih Alfano pada Jaka ketika melihat tv yg sedang memberitakan vonis hukuman Parmana.


"Siap, sama sama bos. Tinggal tunggu bonusnya ya" canda Jaka.


"Bereeees! Aku akan memberikanmu bonus 2 kali gaji!" seru Alfano dengan bahagia.


Saat ini sudah 2 bulan rencana kunjungan Alfano ke rumah Asmara tertunda. Tiba tiba ia ingat kembali soal wanita yang telah ia buat tidak perawan. Setelah sibuk memperjuangkan perusahaannya dan menjebloskan Parmana ke penjara, akhirnya ia bisa mengatur jadwal lagi menuju kampung halaman Asmara di Bandung.


"Oh ya, Jaka. Nanti antar aku ke Bandung , tempat tinggal Asmara ya" ajak Alfano.


"Yaampun, Bos. Hampir lupa ya soal wanita itu hihi" sahut Jaka sambil terkikih.


"Iya. Karena kesibukan kita 2 bulan ini sampek aku lupa soal dia, ada untungnya juga sih masalah diperusahaan jadi aku sempat mengalihkan fokusku dari dia. Tapi masalahnya mami dan Alfani belum mau berbicara padaku sebelum aku bertanggung jawab pada wanita itu" kata Alfano dengan nada sendu.


"Hahahaha, sukurin!" batin Jaka dengan senyum smirk meskipun umpatan itu tidak bisa ia sampaikan secara langsung kepada bosnya, bisa bisa diusir kalau ngomong gitu.

__ADS_1


"Maklum bos, mereka kan wanita. Jadi hatinya merasakan sakit jika ada lelaki yg bersikap tidak adil kepada mereka, apalagi sampek mengambil hal berharganya tanpa bertanggung jawab" sahut Jaka mencoba menenangkan tapi juga menyindir halus bosnya.


Alfano hanya diam saja, ia tidak membantah atau membela diri lagi. Ia tau jika ia salah.


Setelah sore datang, jam kerja sudah selesai, Alfano langsung menuju mobil mewahnya diikuti oleh Jaka. Mereka langsung bergerak sesuai rencana untuk mengunjungi rumah Asmara di desa.


Hampir 3 jam Jaka mengendari mobil mewah bosnya hingga sampai desa dimana rumah Asmara berada. Hari sudah mulai gelap, namun warna dari mobil mewah Alfano yang mengkilap menjadi sorotan warga desa itu.


"Itu mobil sapa? Bagus banget!" seru salah satu warga yg baru turun dari mushola setelah melaksanakan sholat isyak.


"Iya nih, mau kemana mobil mewah itu ya?" sahut warga yg lain. Karena penasaran mereka mengikuti mobil itu yg bergerak pelan karena berada di jalan yg bergeronjal atau makadam, maklum desa itu belum mendapatkan pemerataan jalan karena berada di atas gunung.


Lelaki itu memutuskan untuk berjalan saja sambil bertanya ke warga dimana rumah Asmara.


Warga yang mengikuti mobil mewah Alfano pun berjalan melewati mobil yg terhenti dan berpapasan dengan orang kota yang keluar dari mobil itu.


"Selamat malam, Pak" sapa Jaka menyapa warga sekitar agar tidak terkesan sombong.

__ADS_1


"Selamat malam, anak muda. Mau mencari rumah siapa ya?" balas sapa dari warga dan langsung menanyakan tujuan orang kota itu datang ke desa mereka.


"Kami sedang mencari rumah Ibu Asmara, karena ada urusan pekerjaan dari perusahaan" jawab Jaka menutupi tujuan aslinya. Sebenarnya tidak sepenuhnya berbohong karena selain mengantarkan Alfano meminta maaf, Jaka juga menyuruh Alfano untuk mempekerjakan Asmara lagi mengingat wanita itu di pecat tidak hormat oleh manajer finance, padahal kinerjanya bagus.


"Oh rumah nak Asmara ya, putri bapak Wawang dan ibu Asih? Itu rumahnya paling pojok dari jalan ini" jawab warga.


"Terima kasih banyak Pak atas informasinya" ucap Jaka dengan sopan. Alfano hanya tersenyum tipis saja pada warga karena tidak terbiasa berhubungan dengan orang desa.


Warga pun berjalan terlebih dahulu didepan Alfano dan Jaka, lalu orang kota itu mengikuti langkah kaki warga yang searah dengan rumah Asmara.


Sesampainya di depan rumah Asmara, salah satu warga berkata "Ini rumahnya Asmara. Tapi sepertinya dia sudah tidak tinggal lagi disini sejak 2 bulan yang lalu, denger denger sih buka usaha di Kota Bandung"


Alfano dan Jaka saling tatap kemudian Jaka mengucapkan terima kasih lagi atas informasi dari warga itu yang kini sudah menjauh dari posisi mereka.


"Gimana ini bos, tetep mau menemui orang tua Asmara kah?" tanya Jaka bingung, mumpung mereka belum mengetuk pintu rumah Asmara.


"Hmmmm, aku harus bilang apa kalau ketemu orang tua wanita itu. Aku kesini kan mau nemuin Asmara" tolak Alfano.

__ADS_1


"Yaudah, bos. Kita nginep aja di kota Bandung lagian udah malam juga, besok kan Sabtu dan libur kerja bisa cari kabar Asmara disana" saran Jaka yang angguki Alfano tanda setuju.


Mereka pun berjalan menuju mobil dan melanjutkan perjalanan ke kota Bandung yg memerlukan hanpir satu setengah jam.


__ADS_2