BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Berbelanja


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin secara pasti dari suaminya, Asmara sesuai rencana jam 10 pagi mengendarai mobil menuju supermarket di pusat Kota Bandung. Ia sudah mulai biasa menyetir dalam kondisi hamil, tidak setegang kemarin ketika ke rumah sakit.


Wanita hamil nan cantik dan makin terlihat pesona keibuannya, menikmati perjalanan dengan mendengarkan suara musik radio yang memutarkan musik musik hits Indonesia saat ini. Hingga tak terasa sekitar 30 menitan, mobilnya sudah terparkir di supermarket yang ia tuju.


Asmara berjalan masuk ke supermarket dan mengambil keranjang dorong untuk belanja barang kecil kecil seperti makanan atau minuman atau kebutuhan rumah lainnya dan yg besar seperti kasur lipat akan ia minta bantuan karyawan untuk membawakannya.


Baru saja beberapa langkah berjalan sambil mendorong keranjangnya, ia mendengar suara pesan masuk di hpnya yg ia letakkan di tas yang ia bawa. Lalu diambil lah hp nya dan membaca nama Lelaki itu aliasnya suaminya yang mengirim pesan di layar hp.


Ia buka pesan itu dan senyum senyum sendiri, menandakan sebuah kepuasan ketika membaca pesan dari Alfano.


Hayo apaaaloh isi pesannya sampek bikin Asmara senyum ? 😂


-Isi Pesan Alfano-


"Sayang, pasti kamu udah di supermarket ya sekarang? Maaf baru inget waktu rapat barusan bahas bahas uang eh, aku lupa belum pernah ngirim kamu uang belanja ya sejak kita menikah. Tadi aku minta bantuan Jaka untuk nyari nomor rekeningmu dari data mantan karyawan di bagian keuangan dan dapat deh. Langsung aku tf belanja buat istriku yang cantik ini , di cek ya. Udah terkirim.


Dibelanjakan dengan baik ya Asmara, aku tau kamu pengelola uang yang sangat baik. I love you sayang. Nanti kalau aku udah selesai rapat, aku telepon kamu yaa semoga kamu udah sampai rumah 😘"


-Pesan Selesai-


"Ih , bisa bisanya CEO angkuh sebelumnya jadi romantis begini. Tapi aku suka" gumam Asmara sambil tersenyum manis. Ia pun membuka m-bangking nya dan langsung melihat mutasi rekening daripada saldo rekeningnya karena udah lama ia tidak menggunakan rekening untuk peneriman gaji dari perusahaan batu bara itu. Rencananya juga nanti ketika membayar belanjaan , dia menggunakan tabungan dari bank lain dan dari penghasilan restauran enak kabeh. Dan ia pun sebenarnya masih memiliki uang ratusan juga dari sisa bayaran bermalam dengan suaminya beberapa bulan lalu, sehingga sampai sekarang Asmara tidak merasa kekurangan uang.


Ketika membuka mutasi rekening dan tertera nama Alfano Yudhistira sebagai pengirim dana, mata Asmara langsung terbelalak melihat uang belanja yang dikirimkan suaminya itu.


"MasyaAllah, apa apaan Mas Alfano ngirim uang belanja sampek 200 juta? Mau nyuruh belanja mobil atau apa sih dia itu. Hmm , apa semudah itu jadi CEO buat dapetin uang ya?" kaget Asmara yang langsung merubah raut wajahnya dari senyum senyum sendiri agak kesal.


"Nanti aku ngobrol sama Mas Alfano deh soal uang belanja atau uang nafkah sekalian kalau memang ia niat mau ngasih ke aku. Kalau sebanyak ini pun harus aku bener bener bagi dan ku tabung aja buat masa depan anak anak kita nanti" lanjut Asmara merilekskan rasa terkejutnya dan membalas pesan Alfano dengan menyembunyikan perasaan kesalnya karena telah dikasih uang sebanyak itu.


Emang aneh Asmara ini. Dikasih uang sebanyak itu malah kesel, coba Author yang dikasih suami ratusan juta, udah deh tanpa ba bi bu langsung eksekusi 🤣


-Balas Pesan Asmara-


"Suami ku sayang, daddy nya twins. Makasih banyak udah ngasih uang belanja sebanyak itu sayang. Tapi alangkah baiknya gak sampek ratusan juta kali. Nanti kita ngobrol soal ini ya, karena urgent banget kalau gak dibahas dalam membina keluarga kita. I love you, Mas Alfano. Semangat rapatnya"


-Pesan Selesai-


Setelah mengirim pesan balasan itu, Asmara melanjutkan kegiatan berbelanjanya. Pertama ia membeli susu hamil beberapa dus mungkin untuk stock sebulan kedepan. Lalu membeli snack pesanan suaminya yaitu keripik kentang Lays rumput laut , terus mengambil berbagai macam cemilan lainnya. Lalu berjalan ke tempat rak minuman, ia lagi lagi mengambil pesanan suaminya dulu yaitu jus buavita jambu biji lalu mengambil jenis minuman lainnya seperti susu box untuk adik adiknya yg pasti mereka suka. Ia berjalan juga menuju tempat frozen food karena ingin stock makanan tinggal goreng seperti sosis, nugget, kentang goreng, dan jenis lainnya.


Setelah berkeliling supermarket dengan keadaan perutnya yang sudah membesar dan membuat ia kelelahan, Asmara memilih berhenti di spot cafe dalam supermarket untuk beristirahat sebentar dan membeli makan siang serta minuman juga untuknya.

__ADS_1


Keranjang yang awalnya kosong, sekarang sudah penuh dengan berbagai barang belanjaan. Tadi sebelum masuk cafe, Asmara memanggil karyawan supermarket untuk memesan 3 kasur lipat agar disiapkan ketika wanita hamil itu akan ke kasir dengan membawa keranjangnya untuk proses bayar.


Asmara menikmati makan siangnya yaitu spageti dan minuman es coklat. Ketika ia masuk cafe itu tidak terasa sudah pukul 11.45 siang, jadi menyangka ibu hamil bisa berjalan berbelanja hampir 2 jam non stop. Apakah naluri wanita memang suka belanja atau shopping ya bu ibu wkwk 🤣


"Anak anak mami tenang amat diajak jalan. Kalian gak capek kan ya mami ajak belanja, maaf ya mami gak kerasa udah jalan bawa kalian hampir 2 jam, yang kerasa kaki dan punggung mami ternyata haha" lirih Asmara sambil mengelus perutnya ketika menyelesaikan makan siangnya.


Asmara memutuskan untuk beristirahat beberapa saat di cafe itu sambil menikmati pancake pesanan tambahannya, karena memakan spageti saja tidak cukup membuat ia kenyang. Hingga pukul 1 siang, Asmara mulai keluar cafe dan berniat mendorong keranjang belanjaannya yang ia letakkan di depan cafe tadi menuju kasir. Namun belum saja melangkah, karyawan yang tadi membantunya untuk menyiapkan 3 kasur lipat datang menghampiri.


"Permisi bu, saya bantu saja boleh untuk mendorong keranjang belanja ibu? untuk 3 kasur lipat pesanan ibu sudah saya siapkan di kasir. Saya melihat ibu sudah belanja sambil mendorong keranjang yg banyak barang ini berjam jam, pasti lelah? maaf sebelumnya, saya hanya menawarkan diri membantu tidak bermaksud yang lain" tawar karyawan wanita yang masih muda namun memiliki empati yang luar biasa.


Asmara pun tersenyum pada karyawan itu.


"Boleh, jika mbaknya tidak keberatan. Terima kasih sebelumnya ya sudah membantu saya" sahut Asmara menerima bantuan karyawan mendorong keranjang belanjaannya yg memang wanita itu akui sungguh banyak. Pertama kali ia belanja sebanyak itu di hidupnya, mungkin akan seperti itu terus karena sudah menjadi istri CEO Batu Bara yang uangnya ngalir terus kayak air.


Asmara berjalan di belakang karyawan yang mendorong keranjang belanjaannya dan berhenti di satu kasir yang sudah terlihat ada 3 kasur lipat disana.


"Ini kasir yang akan membantu ibu untuk menyelesaikan pembayaran. Sudah kamu siapkan kursi didepan kasir untuk ibu duduk agar tidak berdiri" ujar karyawan tadi yang tidak henti hentinya membuat Asmara merasa terharu sudah dilayani dengan baik.


Memang karyawan tadi tidak sengaja sudah memperhatikan Asmara ketike berbelanja memegang punggungnya sambil mendorong keranjang belanja yg berat. Ia pun terpikirkan memberikan kursi ketika menunggu barang barang nya dihitung oleh kasir.


"Terima kasih banyak mbak sudah banyak membantu saya. Kalau boleh tau siapa nama mbaknya ya? mungkin nanti kalau saya belanja kesini lagi mau dibantu mbaknya lagi hehe" tanya Asmara dengan senyum manis sambil terkekeh kecil.


"Nama saya Farah, Bu" jawab karyawan wanita itu dengan lembut.


"Baik, bu. Nanti setelah selesai semua proses belanjanya, saya bantu ibu untuk membawa barang ke mobil dan untuk kasur lipatnya akan dibantu karyawan laki laki kami" sahut Farah dengan baik.


"Saya izin menjalankan pekerjaan saya lagi ya, Bu" izin Farah dan diangguki oleh Asmara.


"Memang Farah, karyawan muda yang sangat semangat sekali" sela kasir yang sudah ibu ibu.


"Iya bu, saya lihat dia wanita muda yang semangat dan memberikan pelayanan terbaik untuk customer" sahut Asmara.


"Farah itu sudah 3 tahun bekerja disini sejak lulus SMA karena keterbatasan ekonomi ia memilih langsung berkerja daripada harus kuliah. Ayahnya sudah meninggal , jadi tinggal ibunya yang kerja sebagai art di luar kota dan adik laki lakinya yang saat ini masih SMA. Farah tidak pernah mengeluh dengan hidupnya, selalu ceria seperti itu. Kadang saya kalau lihat dia itu, pingin saya ambil anak tapi anak saya udah 3 haha" curhat kasir.


"Memang anak yang kuat. Saya salut dengan dia dari cerita ibu. Kayaknya bisa saya jodoh kan dengan kenalan saya, cowok tampan yang bertanggung jawab dan sepertinya bisa mengurangi beban dia sebagai wanita mandiri" sahut Asmara yang tiba tiba memikirkan Jaka ketika membahas Farah.


"Bisa aja mbaknya. Yasudah saya selesaikan scan barcode barang barang mbaknya dulu ya, biar cepat selesai dan mbak juga bisa cepat istirahat. Saya lihat kehamilan mbak sudah besar juga" ujar kasir lalu kembali serius me-scan barcode barang.


"Silahkan bu, maaf kok saya ngajak ibu ngobrol jadinya hehe" ucap Asmara merasa bersalah. Lalu ia mengambil hp nya untuk menunggu barang barang yg ia beli selesai dihitung.

__ADS_1


Ketika ia buka layar hp nya, ada pesan dari Bu Asih yang mengatakan jika rencana keberangkatan keluarganya sekitar jam 4 sore. Asmara pun membalas pesan itu dengan antusias menunggu keluarganya hadir nanti sore.


Lalu seperti sudah ada telepati dengan suaminya itu, panggilan dari Lelaki itu pun datang. Dengan semangat dan wajah berbinar, Asmara menerima panggilan itu.


"Hai Mas, rapatnya udah selesai?" sapa Asmara lebih dulu.


"Udah, rapat yang pertama hihi. Ini mas habis sholat sama makan siang bareng Jaka didepanku. Kamu udah sholat dan makan siang? Masih belanja? Jadi nyewa pick up nggak?" tanya Alfano beruntun.


"Satu satu mas tanyanya. Aku bingung mau jawab yang mana dulu" protes Asmara.


"Hahaha, maaf. Soalnya 15 menit lagi aku harus balik rapat nih, pingin banyak ngobrol sama kamu. Yaudah, aku tanya kamu udah sholat dan makan siang?" tanya Alfano lagi.


"Makan siang udah, sholatnya belum. Rencana mau sholat di masjid sebelah supermarket. Setelah selesai belanja aku berhenti disitu buat sholat" jawab Asmara jujur.


"Oh yaudah, berarti ini masih di supermarket?" tanya Alfano lembut.


"Iya sayang. Ternyata banyak juga yang aku beli tapi gak sampai nyewa pick up sih. Untuk kasur lipatnya kemasan simple jadi divakum gitu barangnya jadi gak habisin tempat banyak bisa taruh di bagasi mobil" jawab Asmara.


"Alhamdulillah kalau gitu. Twins gak capek diajak mami nya belanja dan keliling supermarket? Pasti kamu gak tau waktu ya kalau udah belanja gini? Kayak mami sama Alfani aja bisa berjam jam muterian mall kalau shopping" tebak Alfano membuat Asmara malu.


"hihi, maaf Mas. Ini pertama kalinya aku semangat belanja buat menjamu keluarga kita dirumah. Twins baik baik kok, mereka tau kalau maminya lagi belanja hehe" sahut Asmara sambil tertawa kecil.


"hmmm, jangan kecapean sayang. Udah minta tolong karyawan buat bantu kamu bawa barangnya nanti ke mobil?" tanya Alfano lagi namun dengan nada sedikit lebih tegas karena takut istrinya sok kuat sampek nekad dibawa sendiri.


"Udah sayang, aku bisa tau kemampuan ku kok. Mas Alfano jangan terlalu khawatir sama akunya, aku pasti jaga diri kan ditubuhku juga anak anak kita ya masa aku nekad bahayain mereka" jawab Asmara menenangkan suaminya yang sudah terdengar agak khawatir.


"Oke deh, memang istri CEO harus kuat dan bisa jaga diri. Yaudah deh, Mas mau ngelanjutin makan siang dulu ya, dilihat in Jaka mulu nih aku telepon mesra sama kamu. Dia pingin kayaknya buat car istri segera hahaa" ucap Alfano yang menyebut nama Jaka hingga lelaki yg disebut pun menatap bosnya dengan tajam.


"hahahaha, iya sayang. Selamat makan siang ya, sayang Mas Alfano" sahut Asmara.


"sayang sayaaang Asmara jugaaa, muaaach" bucin akut Alfano yang tidak sadar ditatap ekspresi geli agak jijik gitu dari lelaki didepannya.


"iuuuuuh, bos!!! Apa apaan sih main cium cium didepan jomblo akut" cibik Jaka yang memang ia merasa risih dengan sikap bucin bosnya itu.


"hahahahahaa. Maaf maaf, memang niat bikin kamu pingin nikah" balas Alfano enteng.


Kedua lelaki itu pun melanjutkan makan siang mereka karena tidak lama lagi harus hadir rapat.


Masih supermarket, Asmara akhirnya membayar tagihan belanjanya yang habis sekitar 7 jutaan dan menggunakan ATM dimana uang yang dikirim Alfano tadi berada.

__ADS_1


"Ya kan, uang Mas Alfano nih kebanyakan banget buat belanja beginian. Nanti pokoknya aku mau ngobrol soal keuangan kita nanti" batin Asmara ketika mengetahui tagihan belanjanya.


Farah pun datang ketika, pembayaran telah selesai. Seperti permintaan Asmara tadi kepadanya, wanita muda itu membantu membawa 6 kresek belanja menggunakan keranjang belanja agar mudah dibawa ke tempat parkiran. Sedangkan ada karyawan lelaki juga yang membantu membawa 3 kasur lipat menggunakan keranjang dorong juga.


__ADS_2