BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Ciuman halal


__ADS_3

Sesampainya keluarga Alfano dan Asmara di rumah, mereka masuk ke kamar masing masing, kecuali Rani Rian yang langsung nonton tv karena mereka tidak memiliki kamar, sedangkan Rama lagi ngobrol sama Alfani di ruang tamu rumah Alfano.


"Kamu sampek kapan di Indonesia, Ram?" tanya Alfani.


"Aku pulang cuma sampai minggu ini, sayang. Senin aku harus ngawasin proyek di Ausi" jawab Rama.


"Hmm, bentar banget" protes Alfani dengan wajah cemberut menatap Rama.


"Ih jangan cemberut dong. InshaAllah 3 bulan lagi, aku akan kembali ke Indonesia karena proyek di Ausi selesai. Sabar ya sayang" ucap Rama menenangkan Alfani.


"Hmmm, gimana kalau kita nikah dulu? Gara gara Alfano nih aku jadi pingin nikah juga" curhat Alfani.


"Kamu mau nikah? Mau nikah sekarang?" tantang Rama sambil senyum smirk.


"Ya gak sekarang juga sayang. Ya maksudku, bulan depan gitu kamu pulang lagi setelah aku siapin urusan nikahnya di Jakarta" elak Alfani.


"Loh kan, kamu sendiri yang gak mau aku nikahin cepet cepet. Kita bisa nikah siri, mumpung ada Alfano yang jadi wali mu nanti" goda Rama.


"Enak aja, aku dinikahi siri! Gak mau lah, aku maunya langsung SAH hukum dan agama" sahut Alfani.


"Hahahaa, lucu banget sih pacarku kalau lagi cemberut gini. Makin gemes" ucap Rama sambil mencubit kedua pipi Alfani pelan.


"Sakit sayang, jangan main cubit" kesal Alfani.


"Mangkanya jangan cemberut aja bikin makin lucu itu wajahmu, makin gemes" goda Rama lagi.


Kedua orang dewasa itu seperti remaja aja, ada yang menggoda dan ada juga yang kesel. Tapi mereka bahagia bisa bertemu kembali setelah LDR beberapa bulan.


.

__ADS_1


Di bagian ruangan yang lain, lebih tepatnya di sebuah kamar yang dihuni oleh pengantin baru untuk kedua kalinya, sudah terlihat pria tampan dengan rambut basah keluar dari kamar mandi dan wanita hamil yang sudah memakai dress rumahan duduk di kursi meja rias.


"Udah selesai mandinya?" tanya Asmara yang melihat suaminya sudah keluar kamar mandi dengan lilitan handuk menutupi intinya.


"Udah, sayang. Tadi aku kebelet buang air besar jadi gak sempet bawa baju ganti ke kamar mandi" jawab Alfano.


"Itu di ranjang udah aku siapin" ucap Asmara.


Alfano pun tersenyum dan berjalan menuju ranjang dimana baju gantinya sudah ada diatas situ.


Tanpa aba aba, Alfano memang ingin menggoda Asmara dengan langsung melepaskan handuknya didepan istri yg masih menatap dirinya.


"Mas! Kok bisa bisanya kamu lepas handuk didepanku sih?" protes Asmara yang refleks menutup matanya dengan kedua tangan.


"Hahahahaha, kan aku suami mu sayang. Tubuhku udah jadi milikmu juga" sahut Alfano sambil tertawa puas.


"Hmmm, aku belum siap melihat itu mu yang udah bikin aku hamil mas" alasan Asmara yang masih menutup matanya.


Alfano berjongkok didepan Asmara, lalu memegang kedua tangan istrinya yang ada di mata wanita itu. Ia tarik tangan tersebut hingga terlepas dari wajah Asmara yang masih memejamkan mata.


"Hei, aku udah pakai baju. Buka mata cantikmu , sayang" bujuk Alfano dan Alfani pun menurut.


"Kamu ya, Mas. Bikin aku kesel" curhat Asmara dengan wajah cemberut.


"Hehe, maaf sayang. Cuma mau goda kamu aja tadi dan melihat responmu gimana kalau lihat tubuh ku yang gagah langsung didepanmu tanpa busana, ya buat pemanasan lah sebelum kita menjalankan kewajiban sebagai suami istri secara penuh di ranjang" sahut Alfano dengan senyuman smirk membuat Asmara malu sendiri membahas hal itu.


"Memang suami mah maunya begituan aja. Tapi ya sudah sewajarnya sih dia meminta hal itu karena kondisi kita sudah saling cinta. Lagipula kata Dokter Aryanti juga sudah boleh berhubungan suami istri dengan kondisi kehamilanku. Aku mau goda Mas Alfano dulu deh, apa dia benar benar bisa menghargai keputusanku sebagai istri atau memaksakan kehendaknya" batin Asmara.


"Ih Mas Alfano, katanya gak mau maksa karen aku belum siap" protes Asmara sambil memukul pelan pundak Alfano yang berada di hadapannya untuk memulai misinya mengerjai suaminya itu.

__ADS_1


"Hmm iya sih. Oke, Mas nggak akan maksa kamu, sayang. Aku tau Mas memang salah di awal, wajar kamu belum siap dan masih trauma. Aku akan tunggu sampai kamu siap" sahut Alfano pasrah.


"Makasih ya Mas, udah mau ngertiin aku. InshaAllah nggak lama lagi kok aku udah akan berusaha menyiapkan diri untuk kamu" ucap Asmara lembut sambil mengelus pipi suaminya itu.


"Suami ku memang terbaik, Alhamdulillah. Akan aku beri hadiah dulu" batin Asmara.


"Mas, sini aku mau bisikkan sesuatu" minta Asmara.


"Mau bisikin apa? ngomong aja kan disini cuma kita berdua jadi gak ada yang denger kecuali kita, Asmara" ucap Alfano heran.


"Udah sini aku bisikin sesuatu" minta Asmara lagi.


Alfano pun menuruti istrinya dan memajukan wajah tampannya itu mendekat hingg berada disamping wajah Asmara.


Ternyata Asmara tidak ingin membisikkan sesuatu namun mencium pipi Alfano dari samping membuat suaminya itu sadar jika sang istri menggodanya.


"Wah udah berani goda aku ya? Gini gimana aku tahan gak melahapmu, Asmara" ujar Alfano yang sudah menatap Asmara yang tertawa kecil karena puas menggoda suaminya itu.


"Hahaa, maaf Mas. Aku mau kasih hadiah kamu aja tadi, mencium tanpa bilang dulu" ucap Asmara sambil tertawa.


"Kalau kayak gini aku juga mau ngasih hadiah buat kamu, sini aku cium wajahmu" minta Alfano lalu ia dekatkan lagi wajahnya ke wajah Asmara dan mulai beraksi memberikan ciuman bertubi tubi di kening, pipi kanan kiri, kedua mata, hidung, hingga bibir istrinya.


"Mas geli! Jangan cepet cepet nyiumnya" protes Asmara sambil memegang wajah Alfano yang bergerak cepat menciumi wajahnya.


Alfano menghentikan aksinya dan menatap Asmara dengan senyuman smirk.


"Berarti kalau pelan pelan boleh ya?" tanya Alfano dengan gairah.


"Hmmmm, i..iyaa" jawab gugup Asmara.

__ADS_1


Alfano tersenyum puas mendengar jawaban calon ibu dari anak anaknya itu, lalu mulai kembali menciumi setiap bagian wajah Asmara tapi dengan lembut, pelan dan penuh penghayatan hingga Asmara tanpa sadar mengalungkan tangannya di wajah sang suami.


Hingga bibir Alfano menempel lembut di bibir Asmara, mereka akhirnya berciuman. Ciuman yang awalnya hanya kecupan berubah menjadi ciuman bernafsu namun dilakukan dengan tetap lembut dan pelan ketika Asmara mulai membuka mulutnya untuk bisa diexplore lebih oleh sang suami.


__ADS_2