BERMALAM DENGAN CEO

BERMALAM DENGAN CEO
Geli


__ADS_3

Dengan alis yang diangkat karena penasaran , Alfano hanya bisa melihat istrinya sudah duduk di ranjang yang sama dengannya.


Asmara menoleh kesamping dimana suaminya sedang menatap wajahnya dengan ekspresi keheranan, namun ia malah memberikan senyuman manis.


"Sini mas, kepala mu taruh sini" pinta Asmara sambil menepuk pahanya sebagai tanda dimana Alfano harus meletakkan kepalanya.


"Hah?" kata Alfano masih belum paham perintah sang istri.


"Sini, taruh kepalamu disini. Aku pijitin dan kamu bisa deket sama anak anak" ucap Asmara sambil tetap menepuk pahanya.


"Kamu serius, aku boleh naruh kepalaku di situ?" tanya Alfano masih tidak percaya dan memastikan.


"Iya sini, aku bakal hilangin capekmu meskipun bentar sampai adzan mahrib aja" ucap Asmara. Dengan mata berbinar dan sepertinya sudah tak mengantuk lagi, Alfano memindahkan kepalanya di paha Asmara dan merubah posisi tubuhnya hingga tak sejajar lagi dengan istrinya itu.


"Ah nyamannyaaaaa" celetuk Alfano ketika kepalanya sudah menghadapap perut buncit sang istri dan tangannya melingkar hingga punggung Asmara. Dengan pelan dan berkali kali, Alfano reflek mencium perut yang berisi anak anaknya meskipun terhalang oleh kain dress yg dipakai Asmara.


Pemilik tubuh yang perutnya diciumi suaminya pun hanya tersenyum dan menahan geli. Tangannya terangkat untuk memegang rambut Alfano dengan lembut. Mengelus rambut lurus , tebal dan hitam sang suami.


"Gimanaa capeknya udah hilang?" tanya Asmara.


"Ini posisi paling nyaman dan penghilang lelah express" sahut Alfano sambil mengeratkan pelukannya dan mencium perut Asmara hingga membuat wanita hamil itu tersenyum manis mendengar jawaban suaminya.


"Mas" panggil Asmara dengan lembut dan tetap mengelus rambut Alfano.


"Iyaaa??" sahut pria yg sedang sibuk menghirup aroma dress yang dipakai oleh wanita yg ia peluk.


"Kamu gak bakal nyakitin aku lagi kan?" tanya Asmara.


"Hmmm, aku gak bisa janji tidak menyakitimu Asmara karena yang aku tau aku akan membuatmu merasa sakit ketika melahirkan nanti. Itu semua kan karnaku kamu hamil dan akhirnya berjuang untuk melahirkan mereka nanti" jawab Alfano sambil tetap menciumi perut Asmara.


"Ih kamu, ya aku tau kalau melahirkan itu sakit mas. Kamu tuh CEO kok gak paham pertanyaan begini sih" kesal Asmara tapi dalam hatinya lega dengan jawaban agak nyeleneh dari sang suami meskipun ya bener juga.


Alfano pun menghentikan aktifitasnya menciumi perut Asmara dan menatap keatas melihat wajah cantik yg ia lihat dari posisi rebahan di paha istrinya itu.


"InshaAllah, sejak tadi pagi kita memutuskan untuk bersama aku tidak ada niatan untuk menyakitimu lagi sayaaang. Kecuali saat kamu akan melahirkan nanti seperti yang aku bilang tadi. Selain itu kamu tenanglah, kamu ibu dari anak anakku. Aku tau aku belum bisa menyatakan cinta kepadamu saat ini karena ingin memastikan perasaanku agar tidak akan menyakitimu di kemudian hari, jadi sabar yaaa dan percaya pada suamimu" ucap Alfano lembut dan dengan senyuman tampan membuat Asmara yg melihatnya ikut tersenyum dengan tangannya yang ia pindahkan ke pipi sang suami untuk ia elus elus pipi pria tampan itu.


"Alfano , kamu begitu menggemaskan" goda Asmara karena ia mendengar kata sayang dari suaminya yg belum menyatakan cinta sehingga kesepakatan berlaku.

__ADS_1


Alfano langsung menajamkan pandangannya karena panggilan yg ia terima.


"Kamu panggil aku apa?" tanya Alfano dengan nada tajam dan ekspresi datar.


Asmara hanya menahan tawa dan membalas "kamu tadi manggil aku sayang 1 kali jadi aku manggil kamu nama tanpa mas. Itu kan kesepakatannya" sahut Asmara tanpa merasa bersalah.


"Coba ulangi lagi sayang" tantang Alfano dengan senyuman smirk.


Asmara pun tertantang karena sepertinya Alfano akan membalas menggodanya.


"Ya kan kamu manggil aku sayang lagi, jadi ya aku manggil kamu Alfano" sahut Asmara dengan senyuman smirk juga.


Alfano makin terdorong untuk menggoda sang istri, ia memanggil Asmara dengan panggilan sayang dan wanita itu membalasnya dengan panggilan nama sang suami.


"Sayang sayang sayaang sayaaang sayaaang" panggil Alfano dengan cepat.


"Alfano Alfano Alfano Alfano Alfano" sahut Asmara.


"Kamuuu yaaaaaaaa, manggil suami pake nama. Mau kuhukum apaaaaaa???" goda Alfano yang masih mengeratkan tangannya di punggung sang istri.


"Kamu duluuu maaaas, yang gak pegang kesepakataaan. Ayo coba sini panggil aku sayang lagi, aku bakal panggil kamu nama" giliran Asmara yang memberi tantangan.


"Aah maaas! Ampuun , geli" protes Asmara sambil berusaha menahan gerakan cepat sang suami diperutnya dengan memegang rambut Alfano.


"Gimanaa masih mau nantang aku lagi?" tanya Alfano ketika berhenti sesaat karena ingin menggoda Asmara.


"Kamu duluuuaaan. Mangkanya, cuma bilang cinta aja susah. Sini bilang cinta biar kamu bebas panggil aku sayang dan aku tetep manggil kamu mas" sahut Asmara.


"Gak mau. Tunggu aku siap ngomongnya, biar cintaku nanti tidak hanya cinta biasa" gombal Alfano.


"Hahaha, gombal kamu mas. Okedeh, aku tunggu sampek kamu siap" ucap Asmara dengan senyum.


Alfano pun kembali tenang sambil menatap kewajah Asmara diatasnya yg menatap dirinya juga.


"Kamu kok cantik banget sih" puji Alfano.


"Udah dari lahir kali" balas Asmara dengan sombong tp bercanda.

__ADS_1


"Istriku udah mulai ketularan sombong nih" ejek Alfano.


"Iyalah , punya suami angkuh sombong kaku lama lama mungkin aku bisa kayak dia juga kali ya" ejek balik Asmara.


Dengan senyuman menyeringai dan gerakan cepat, Alfano mulai menciumi perut Asmara hingga membuat rasa geli muncul lagi.


"Mas stop, geli banget! Pelan pelan aja nyiumnyaa" protes Asmara ketika mendapatkan serangan dari suaminya.


"Aku gemes sama kamu dan perut kamu, Asmara. Gak tahan pingin nyiumin" elak Alfano.


"Aku geli, Mas" ucap Asmara mulai serius karena memang ia mulai merasa tidak nyaman dengan gerakan cepat sang suami hingga membuat ia menggeliat dengan cepat juga.


Alfano merasa bersalah ketika melihat eskpresi serius sang istri. Ia mendudukan tubuhnya didepan Asmara dan menatap wanita hamil itu.


"Maaf, aku hanya bercanda. Kamu gapapa kan?" tanya Alfano mulai khawatir dengan ekspresi Asmara seperti menahan sakit sambil memegang perutnya.


"Hmmm, kayaknya twins suka banget kamu ciumin cepet gitu sampek mereka gerak terus bikin perutku agak kram" jawab Asmara jujur karena twins geraknyanya aktif banget sekarang.


"Oh iya kah?" tanya Alfano ikut memastikan pergerakan anaknya dan tangannya terangkat menyentuh perut Asmara disamping tangan sang istri.


"Wah iyaa! Maafin aku ya, Asmara. Aku gak berniat buat kamu merasa nggak nyaman" sesal Alfano membuat Asmara tersenyum menatap wajah sendu sang suami.


"Lucu banget Mas Alfano kalau lagi menyesal gini. Sisi lembutnya keluar" batin Asmara.


Kedua tangan Asmara terangkat memegang wajah Alfano yang berada didepannya, membuat pria itu juga menatapnya.


Dengan pelan, Asmara mendekatkan wajahnya ke wajah sang suami berniat akan mencium bibir Alfano namun terdengar adzan berkumandang membuat pergerakan wanita hamil itu terhenti namun kedua tangannya masih berada di wajah sang suami.


Berbeda dengan respon Alfano ketika mendengar adzan dan tau jika istrinya akan mengurungkan niat mencium duluan, maka pria itu langsung mendekatkan wajahnya untuk bisa menyentuh bibir Asmara yang terhenti dan akhirnya berhasil mencium bibir lembut sang istri itu.


Kecupan manis Asmara terima dari Alfano.


"Mas, adzan" celetuk Asmara ketika kecupan di bibirnya sudah ia terima.


"Kamu sih, kalau ngelakuin apa apa jangan setengah setengah, nanggung. Aku kan hanya menyelesaikan keinginanmu" sahut Alfano dengan menaik turunkan alisnya menggoda.


"Ah kamu nih, ambil kesempatan aja. Yaudah ayo bangun, sholat magrib. Ajak mami sholat juga" ujar Asmara sambil menurunkan kakinya dari ranjang. Alfano hanya tersenyum puas melihat istrinya sudah berjalan keluar kamar.

__ADS_1


"Tunggu sebentar lagi sayang, aku akan menyatakan cintaku setelah kita sah menikah secara hukum dan agama lagi" batin Alfano ketika melihat punggung istrinya menjauh pandangannya.


__ADS_2