
Alfano mendekat ke arah istrinya hingga berdiri didepan Asmara yang memandangnya dengan takut dam raut wajah menyesal. Beda dengan suaminya yang menatap Asmara dengan senyum manis.
"Hei, kenapa wajahnya jadi takut gitu? It's okay Asmara. Maafin aku yg tadi pake nada tegas soalnya ya waspada aja. Ini kayaknya pertama kali aku lihat kamu takut gini sama aku? Setakut itu kamu kumarahi karena masuk kamarku tanpa izin?" tanya Alfano dengan suara lembut dan sedikit menggoda.
"Hmmm. Aku merasa gak sopan aja masuk kamar orang lain meskipun itu kamar suamiku sendiri karena ini pertama kalinya aku masuk ke kamarmu dan hubungan kita gak sedekat itu" jawab Asmara dengan wajah yang masih sendu dan pasrah kalau akan dimarahi.
Alfano mendengar omongan Asmara itu tersenyum smirk dan hatinya merasa bahagia ketika wanita hamil didepannya itu memanggilnya 'suamiku' dan 'hubungan kita gak sedeket itu' artinya berharap akan menjadi dekat untuk bisa masuk ke kamar sang suami.
"Oh gitu ya? Kamu mau aku sedekat ini sama kamu sampek kamu gak perlu takur masuk kamar ini tanpa izinku?" goda Alfano dengan tiba tiba melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang membuat Asmara terkejut dan menatap pria didepannya itu dengan tajam.
"Waktunya menggoda ibu hamil ini" batin Alfano dengan senang.
Asmara terdiam dan hanya bisa menatap Alfano dengan banyak pertanyaan kenapa pria itu bisa semakin berani menggodanya.
Melihat wajah Asmara yang sangat lucu baginya karena menampakan ekspresi heran dan kaget, membuat Alfano semakin berani menggoda sang istri secara fisik.
"Kenapa gak jawab bertanyaanku? Apa kurang deket kalau aku meluk kamu kayak gini?" ujar Alfano dengan menarik tubuh Asmara lembut untuk semakin dekat dengannya dan memperhatikan perut Asmara agar tidak terlalu ia tekan juga.
Tubuh Asmara seketika tidak merasakan dingin di ruangan itu, malah ada rasa panas yang tiba tiba menjalar di tubuhnya.
"Astaga, pria ini. Kenapa seberani ini? Badanku jadi aneh banget rasanya" batin Asmara.
Asmara masih diam saja tanpa berkata apa apa mendapatkan serangan pelukan dari sang suami.
__ADS_1
"Udah ya, jangan takut aku marahin. Aku gak akan marah kalau kamu yang masuk ke kamarku tanpa izin, Asmara. Kamu kesini berarti fungsi connection door nya berfungsi dong" ucap Alfano sedikit menjauhkan tubuhnya agar bisa menatap wajah Asmara yang terlihat memerah karena entah apa yang dirasakan wanita hamil itu.
"Omongan Bunga emang bener sih kalau wanita hamil memang lebih mudah dipancing hasratnya. Hmmm, bahaya banget deket deket sama pria ini" batin Asmara yang menyadari perasaan yang ia rasakan saat ini hingga reaksi tubuhnya bahwa itulah tanda ia merespon perlakuan Alfano dengan gairah ditubuhnya.
Sebelum semakin terpancing, Asmara melepas tangan Alfano di pinggangya dengan paksa. Ia merasa sudah tidak takut dan bersalah karena masuk kamar Alfano tanpa izin karena rasa itu ia gantikan dengan rasa grogi dan menahan sesuatu keinginan dari tubuhnya.
"Lepasin. Aku kesini mau minta tolong anterin ke MCD, laper" ucap Asmara langsung to the point menyampaikan tujuannya ke kamar Alfano.
Alfano menyeringaikan senyumannya.
"Dia pasti grogi sekarang karena aku peluk begitu" batin Alfano.
"Oh laper ya? Oke aku anter ke sana. Demi my twins" sahut Alfano sambil refleks memegang perut Asmara dan mengelusnya.
"Aku pake celana panjang dulu. Tunggu bentar" lanjut Alfano menuju kopernya dan mengambil celana panjang berbahan kaos. Pria itu langsung memakainya didepan Asmara dan berjalan menuju istrinya lagi yg masih berdiri didepan pintu kamarnya.
"Udah selesai, ayo berangkat" ajak Alfano memegang tangan Asmara untuk diajak keluar dari kamarnya dan berniat menuju mobil di luar rumah.
Namun, Asmara menghentikan langkahnya hingga Alfano pun ikut berhenti ketika melewati pintu penghubung.
"Bentar, aku ambil jaket dulu" minta Asmara dan membuat Alfano tersenyum.
"Pake jaketku aja, bentar aku ambilin" sahut Alfano melepas genggaman tangannya dan berlari kecil menuju kamar yang ia tempati.
__ADS_1
"Kalau gini terus, aku akan bergantungan sama dia. Apa nanti aku ngasih dia keputusan soal mau ngelanjutin pernikahan ini minggu depan atau nggak ya? Karena tinggal hari Jumat depan, kita udah nikah secara sah kalau aku ngasih keputusan sekarang , kita bisa sama sama nyiapin mental lagi" batin Asmara mempertimbangkan keputusan besar untuk melanjutkan hubungan pernikahan dengan Alfano lebih serius hingga tercatat di kementerian agama.
Asmara yang sedang sibuk memikirkan keputusannya tiba tiba merasa ada yang menaruh jaket di pundaknya.
"Pakai jaketnya. Ini jaket CEO loh. Kamu harus jaga baik baik jangan sampek hilang atau sobek" ujar Alfano memunculkan sikap angkuhnya tapi hanya dibuat bercanda.
"Ih, jaket begini aja beli online banyak kali" sahut Asmara sambil memakai jaket yang berada dipundaknya dengan benar.
"Hahahaha. Iya sih, tapi ini lebih ekslusif pokoknya" bela Alfano pada dirinya sendiri.
"Terserah deh" ucap Asmara menghentikan perdebatan kecil gurauan itu lalu berjalan mendahului Alfano untuk keluar rumah.
Alfano pun mengikuti istrinya untuk keluar rumah.
Setelah keluar dari rumah Alfano, Asmara berjalan menuju depan rumahnya untuk mengambil sandal.
Alfano tetap berjalan menuju mobil dan masuk duluan. Tidak lama Asmara pun masuk ke mobil juga.
"Tunjukkan aku dimana MCD nya" minta Alfano kepada Asmara untuk diarahkan jalannya.
"Pake google map di layar mobil bisa gak sih?" tanya Asmara yang melihat fasilitas mobil yang dibawa suaminya itu seharusnya bisa terhubung dengan peta online itu.
"Aku pingin kamu yang ngarahin, bukan mobilnya yg ngarahin" sahut Alfano dengan senyum smirk.
__ADS_1
"Yaudah kalau itu maumu" ujar Asmara sambil membuka google map di hp nya lalu mulai mengarahkan driver Alfano untuk menyetir menuju MCD Kota Bandung.