
“Bagaimana Ditto? Apa lo berhasil menemukan jejak mobil yang membawa pemuda misterius itu?” tanya Juna kepada orang suruhannya lewat saluran telepon.
“Maaf bos, kami kehilangan jejak mereka.” ucap Ditto penuh sesal dari seberang.
“S*al ! Kalau begitu kumpulkan semua bukti-bukti yang sudah kalian temukan. Gue akan melakukan evaluasi. Pastikan kalian juga mendapat rekaman cctv di apartemen Betty!” perintah Juna sedikit geram.
Ya pemuda bertatanan rambut messy crop itu geram, karena anak buahnya teledor hingga membuat mereka kehilangan salah satu yang kemungkinan bisa menjadi barang bukti konkrit yang ia miliki untuk menyangkal tuduhan Betty nanti.
Jika pemuda itu tidak begitu penting, lantas kenapa ada sekawanan pria bertopeng yang menculiknya? Apakah pengintaian yang ia lakukan selama ini sudah di ketahui oleh Betty? Juna harus mulai berhati-hati dari sekarang.
“S*al! Aarrrrgh!”
Juna pun menyapu segala sesuatu yang ada depan meja kebesarannya. Laptop serta berkas-berkas yang telah tersusun pun tak luput dari amukan Juna.
Tak lama pintu ruangan Juna pun terbuka, menampilkan Papi Tulus yang menatap heran kearah sang anak.
“Juna apa-apaan ini?” tanya Papi Tulus dengan raut wajah tenangnya.
“Tidak ada pi, Juna hanya merasa kesal karena harus menandatangani berkas sebanyak ini. Padahal Juna ingin segera pulang,” kilah Juna kepada Papi Tulus.
Maafkan Juna harus berbohong pi, semua ini Juna lakukan agar rencana Juna tidak ada yang menghalangi. Dan semua ini demi masa depan Juna, tidak mungkin Juna akan hidup dengan 2 wanita sekaligus. Juna harus memilih pi...
“Sudah, jika kamu merasa sedang banyak masalah. Lebih baik biar papi yang mengerjakkan semuanya, papi hanya tak ingin kamu bekerja di saat konsentrasimu terbelah seperti ini,” perintah Papi Tulus yang di benarkan oleh Juna dalam hati.
“Eh! Beneran ini pi?” Tanya Juna menatap tak percaya.
“Iya lakukan apa yang ingin kamu kamu lakukan Juna, papi minta maaf papi tidak bisa membantumu. Tapi papi percaya, kamu pasti bisa menyelesaikan semua masalahmu dengan baik,” ungkap Papi Tulus memberi semangat putranya.
Sebenarnya Papi Tulus juga tidak mendukung pernikahan Juna bersama Betty, namun bagaimana lagi semua sudah terlanjur terjadi dan terucap oleh lisan.
Sebagai pria sejati, mau tidak mau Juna harus melakukan apa yang sudah menjadi nazarnya. Kecuali sebuah keajaiban terjadi.
__ADS_1
“Terima kasih pi, terima kasih atas dukungan dan pengertian papi.”
Juna pun memeluk tubuh tegap papi Tulus yang mulai ringkih termakan usia.
“Papi hanya tidak ingin kamu terjebak dalam 2 ikatan pernikahan Juna, itu hanya akan memberi luka bagi orang yang kamu cintai. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan Juna, selama itu demi kebaikan. Papi akan mendukungmu dari belakang. Papi dan mami sudah cukup sangat tua untuk ikut ber huru-hara di luar sana. Papi dan mami hanya ingin hidup tenang, menikmati waktu senja kami bersama cucu-cucu kami. Itu saja,” tutur Papi Tulus seolah tahu apa yang sedang di lakukan oleh Juna di belakangnya.
Juna pun menitikkan air mata, baru kali ini Papi Tulus yang tak pernah menyuarakan isi hatinya kepada siapapun berucap sebegitu dalamnya.
Sebagai seorang anak, Juna juga ingin memberikan yang terbaik untuk papi dan juga maminya. Meski Juna tahu, Mami Lola belum sepenuhnya menerima kehadiran Beauty dalam lingkup keluarga mereka.
Namun Juna yakin, seiring berjalannya waktu kedua orang tuanya pasti akan bisa membuka pintu hati mereka, untuk bisa menerima kehadiran istri pilihan hatinya.
Begitulah Juna, memiliki rasa percaya diri yang tinggi diatas rata-rata adalah jalan ninjanya. Sepertinya halnya keyakinan Naruto untuk bisa menjadi hokage di negeri Konoha. 🤭
★
★
Tap!
Tap!
Tap!
“Selamat datang di markas kami nyonya Beauty!” ucap seluruh pria yang berbaris rapi di depannya serentak, seperti anggota militer yang akan melakukan tradisi upacara pedang pora.
Sudah bukan suatu hal yang asing bagi mereka, Beauty adalah mantan istri dari bos mereka Cleo. Karena masalah ekonomi yang Cleo alami, dengan terpaksa pria berjambang tipis itu membebas tugaskan Beny beserta anak buahnya dari tugas-tugas apa pun yang berhubungan dengan Cleo.
Jadi, selama Beny dan anak buahnya menjalani bebas tugas. Mereka menjadi anggota freelance yang menerima tugas serta bayaran dari berbagai kalangan tanpa adanya suatu ikatan.
“Hei! Apa yang kalian lakukan? Bangunlah!” seru Beauty yang tak biasa menerima perlakuan yang menurutnya sangat berlebihan seperti apa yang di lakukan Beny beserta anak buahnya.
__ADS_1
Beauty pun menarik bahu satu persatu dari mereka untuk menegakkan kembali tubuh mereka yang sempat tertunduk. Dan menyalami sebelah tangan mereka satu persatu.
Mendapati tindakan seorang bos yang tidak biasa, membuat mereka hanya bisa melongo dan menatap satu sama lain.
“Hei! Sudahlah kalian jangan kaku seperti itu! Lemesin aja!” celetuk Beauty sambil tersenyum membuat para pria bertubuh kekar itu hanya bisa terbengong-bengong berjamaah. Hanya Beny yang mampu melemparkan senyum kearah wanita berlesung pipi itu.
“Beny!” seru Beauty saat sudah berada di hadapan pria berkumis tipis itu.
“Nyonya Beauty, senang bisa bekerja sama dengan anda kembali,” ucap Beny seraya membalas jabat tangan bos barunya.
Diantara para kelompok bertopeng itu, hanya Beny yang mampu berinteraksi dengan luwes. Karena seringnya, Beny lah yang melakukan kontak langsung dengan bos mau pun klien mereka.
“Hei, kalian kan dulu bekerja sama mas Cleo bukan denganku,” kilah Beauty.
Karena memang dulu saat Beny dan anak buahnya bekerja kepada mantan suaminya Cleo, Beauty tak mengetahui apa pun tentang kelompok yang di pimpin pria berkumis tipis itu.
Yang Beauty tahu hanya, Beny adalah orang suruhan Cleo yang pernah di tugaskan untuk membawanya kembali pulang saat ia kabur dari kediaman Cleo.
Sedangkan Beny nampak sedikit kikuk karena mendapat senyuman manis dari wanita yang sempat ia kagumi dulu.
Wanita bersuami yang berhasil menggetarkan hatinya yang sempat kaku karena profesi yang pemuda itu jalani, yang mengharuskannya fokus menyampingkan dulu masalah percintaan dari hidupnya.
Namun Beny sadar, wanita itu bagaikan bintang di angkasa yang bersinar terang namun mustahil untuk dapat ia raih.
Beny pun tersenyum tipis menanggapi celotehan bos barunya yang merupakan seorang wanita. Dan lagi-lagi, wanita itu masih bersuami.
“Maafkan kami nyonya,” ucap Beny dengan sopan.
“Sudah, jangan maaf-maaf terus. Maafku sudah habis untuk memaafkan orang-orang yang sudah menyakitiku Ben. Sekarang dimana pemuda itu?” gurau Beauty dengan santai seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah.
“Mari ikut kami nyonya!” tegas Beny mempersilahkan Beauty untuk mengikuti arahan dari pria berkumis tipis itu.
__ADS_1
Beauty pun melangkah mengikuti Beny dan di ikuti oleh anak buah Beny di belakangnya yang bertubuh kekar dan atletis.
Hai...😁 apakah kalian masih penasaran sama Beauty yang sudah berimigrasi ? Eh salah bertransformasi maksudnya?🤭 Ikuti nopel receh ini terus ya. Jangan lupa giftnya.. 😘